• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

SULIT, BULOG JADI PEBISNIS ULUNG

by
February 24, 2025
in Economy, Feature
0
Pemerintah Berencana Perpanjang Bansos Beras Sampai Tahun Depan
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Seriusnya Presiden Prabowo yang ingin membebaskan Perum Bulog dari statusnya sebagai Badan Usaha Milik Negara, sepertinya kini tidak menggebu-gebu lagi. Kita tidak tahu dengan pasti, apakah semangat ini akan terus berlanjut, dimana Bulog akan diposisikan sebagai lembaga otonom Pemerintah, atau masih tetap dalam status sebagai Perusahaan Plat Merah.

Akibatnya wajar, di berbagai kalangan, pertanyaan mana yang lebih tepat, Bulog menjadi Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) atau menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kelihatannya masih terus berlangsung. Mereka yang kerap mempertanyakan sekaligus mendiskusikannya, umumnya orang-orang lama yang tahu persis bagaimana kiprah Bulog sebagai LPNK dan Bulog sebagai BUMN.

BULOG, pertama kali dibentuk, berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Nomor 114/U/KEP/5/1967 tanggal 10 Mei 1967 dengan nama Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) BULOG dengan tujuan pokok, untuk mengamankan penyediaan pangan dan stabilisasi harga, dalam rangka menegakkan eksistensi Pemerintahan baru.

Sejak dilahirkan tahun 1967, hingga kini Bulog telah berumur lebih dari 57 tahun dan turut berkiprah secara nyata dalam melakoni kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Melalui pendekatan pengadaan dan penyaluran, Bulog menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, sehingga penyediaan pangan dan stabilitas harga tetap terjaga dan terpelihara.

Di sisi kebijakan harga, Bulog menerapkan kebijakan harga dasar (floor price) dan harga atap (ceiling price). Kebijakan harga dasar diarahkan untuk melindungi para petani, sedangkan kebijakan harga atap dimaksudkan untuk melindungi konsumen. Kebijakan ini mampu membuat petani selaku produsen dan masyarakat selaku konsumen, dapat menerimanya dengan baik.

Kebijakan harga dasar dalam penerapannya, Pemerintah berkewajiban membeli harga gabah petani pada harga dasar yang ditetapkan, jika harga yang terjadi di lapangan berada di bawah harga dasar . Sebaliknya, jika harga beras di pasar lebih tinggi dari harga atap, Pemerintah berkewajiban menjalankan operasi pasar beras, sehingga masyarakat tidak dirugikan.
Seiring dengan berubahnya status Bulog dari LPND/K menjadi BUMN, kebijakan harga dasar dan harga atap pun berubah menjadi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah dan Beras. Dalam penerapannya, HPP tidak jauh berbeda dengan Harga Dasar dan Harga Atap. Kebijakan-kebijakan tersebut, intinya ingin melindungi petani dan masyarakat secara bersamaan.

Sejak ditetapkannya Bulog menjadi BUMN sudah banyak jenis bisnis yang dijalankan. Tentu kita masih ingat ketika Perum Bulog terlibat dalam program penggemukan sapi. Saat itu, beberapa petinggi Perum Bulog terpaksa harus berhadapan dengan Aparat Penegak Hukum, karena ditengarai ada perkeliruan dalam pelaksanaannya.

Ujung-ujungnya, Direktur Utama dan salah seorang Direktur Perum Bulog ketika itu, terpaksa dijebloskan ke dalam bui. Hal ini, menggambarkan betapa tidak mudahnya “banting stir” dari mental pegawai negara menjadi pengusaha/pebisnis. Itu sebabnya, kita dapat memahami mengapa bisnis yang digarap Perum Bulog, diluar tugas PSO nya, belum ada yang berhasil.

Tatkala Bulog dituntut untuk menjadi BUMN yang handal, dalam kenyataannya terbukti tidak semudah yang tertuang di atas kertas. Walaupun banyak pegawai Perum Bulog yang dilatih dan dididik agar tampil menjadi pebisnis yang profesional, kelihatannya tidak terlalu memberi harapan yang menggembirakan. Mental amtenar lebih dominan merasuk dalam nuraninya.

BUMN/BUMD dikenal memiliki dua fungsi utama yang harus diembannya. Dari data yang ada BUMN/BUMD, kecuali perbankan, umumnya banyak merugi ketimbang meraup untung. Kita sendiri tidak pernah tahu dengan pasti, mengapa BUMN merugi. Apakah karena terlalu fokus pada penugasannya sebagai PSO atau memang di negeri ini, BUMN susah untuk mendapatkan untung.

Perum Bulog sebagaI BUMN, tentu tidak lepas kaitannya dengan kedua fungsi diatas. Menarik untuk dicermati, Perum Bulog belum pernah terceritakan memiliki bisnis unggulan yang cukup membanggakan. Justru yang lebih mengedepan adalah fungsi PSOnya. Kalau pun ada bisnis yang ditempuh diluar fungsi PSO, hanyalah usaha atau bisnis yang kecil-kecil saja.
Menampilkan Perum Bulog sebagai lembaga bisnis yang ulung, kuat dan profesional, sepertinya masih mengedepan sebagai cira-cira. Boro-boro memikirkan bisnis yang besar, sekedar menjalankan PSO saja dibutuhkan kerja keras yang maksimal. Kursi panas Perum Bulog membuat siapa pun yang menjadi Dirut Perum Bulog, tidak mungkin lepas dari tudingan yang melahirkan kejahatan kerah putih.

Dibandingkan sebagai lembaga bisnis dan lembaga politis, Perum Bulog lebih mengedepan mengutamakan kepentingan politik dari pada kemampuan bisnis yang dikembangkan nya. Intervensi kekuasaan terasa lebih dominan dalam “menghidup-matikan” sebuah BUMN. Jika sudah tidak senafas dengan kepentingan kekuasaan yang tinggal diganti atau dirombak saja Dewan Pengawas dan Dewan Direksinya.

Rasanya cukup susah menjadikan Perum Bulog menjadi lembaga bisnis yang profesional selama kepentingan politik masih mengendalikan gerak langkah dan kegiatannya. Siapa pun yang ditunjuk jadi Dirut Perum Bulog, apakah seorang Jendral berlatar-belakang tentara atau polisi, kalangan akademisi, profesional, politisi dan lain sebagainya, cukup sulit membawa Perum Bulog jadi pebisnis yang perkasa, selama kepentingan politik penguasa menempel di dalamnya.

Berikanlah “kebebasan” berkreasi dan berinovasi bisnis kepada Perum Bulog. Jauhkan tempelan politis kepada Perum Bulog. Insha Allah Perum Bulog akan mampu tampil sebagai lembaga bisnis yang perkasa. Bangsa ini, butuh pengelola Perum Bulog yang berkarakter dan berjati-diri. Mari kita nantikan kehadirannya. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bahkan Hutan Lindung pun Dipagari: Darurat Kongkalikong Pengusaha dan Pejabat

Next Post

Megawati Mati Kutu: Instruksi yang Diabaikan dan Ketidakberdayaan PDIP

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Next Post
KETUM PDIP ; Kita Menganut Sitem Presidential, Apa Itu?

Megawati Mati Kutu: Instruksi yang Diabaikan dan Ketidakberdayaan PDIP

“Retret Itu Briefing Militer” – Apakah Itu Memiliterisasi Kepala Daerah?

"Retret Itu Briefing Militer" - Apakah Itu Memiliterisasi Kepala Daerah?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...