• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Segala Sesuatu yang Benar-benar Jahat, Seringkali Dimulai dari Kepolosan

Ali Syarief by Ali Syarief
January 21, 2025
in Feature, Politik
0
Jokowi Dikritik; Perbaikan Jalan Propinsi Legacy Yg Buruk
Share on FacebookShare on Twitter

Segala Sesuatu yang Benar-benar Jahat, Seringkali Dimulai dari Kepolosan
(Mengilustrasikan Pemerintahan Jokowi melalui Lensa Ernest Hemingway)

Ketika Ernest Hemingway menulis bahwa “Segala sesuatu yang benar-benar jahat, seringkali dimulai dari kepolosan,” ia mungkin tidak membayangkan kutipannya akan relevan dengan kepemimpinan seorang presiden di belahan dunia lain. Namun, pernyataan ini seolah menjadi gambaran yang pas untuk membaca perjalanan pemerintahan Joko Widodo, seorang pemimpin yang pernah dielu-elukan sebagai figur sederhana, jujur, dan tulus.

Jokowi, yang memulai karier politiknya dari seorang pengusaha mebel dan kemudian menjadi Wali Kota Solo, tampak seperti simbol harapan. Sosoknya bersahaja, gayanya berbeda dari para elite politik tradisional. Banyak rakyat Indonesia yang terpikat oleh “kepolosan” Jokowi—keinginan kuatnya untuk bekerja nyata, blusukan, dan memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Namun, di balik semua itu, ada nuansa ironis yang akhirnya menonjol seiring waktu: bagaimana kepolosan ini, dengan segala niat baiknya, justru menjadi landasan bagi tindakan-tindakan yang tidak hanya merugikan rakyat tetapi juga mencerminkan sifat-sifat kekuasaan yang jahat.

Kepolosan sebagai Kedok Kekuasaan

Awal kepemimpinan Jokowi diwarnai dengan janji-janji besar yang memukau rakyat. Ia berjanji untuk membangun Indonesia dari pinggiran, memperkuat sektor pertanian, serta memberantas korupsi. Namun, setelah hampir dua periode menjabat, janji-janji itu tak jarang terasa hanya sebagai formalitas politik. Infrastruktur yang dibangun dengan ambisi besar ternyata lebih sering melayani kepentingan modal dan oligarki daripada kebutuhan rakyat kecil.

Kepolosan Jokowi yang tampak pada gaya komunikasinya ternyata juga menjadi kedok yang sempurna untuk melanggengkan praktik-praktik nepotisme, konflik kepentingan, dan akumulasi kekuasaan di lingkaran keluarganya. Dari pemilihan anaknya, Gibran Rakabuming, sebagai Wakil Presiden, hingga posisi strategis yang diraih oleh para sekutu dekatnya, kebijakan Jokowi mulai menunjukkan pola yang tidak lagi sederhana, tetapi penuh perhitungan politis.

“Kepolosan” yang Mengarah pada Otoritarianisme

Ketika rakyat percaya bahwa seorang pemimpin polos dan tidak punya niatan buruk, kontrol terhadap kekuasaan sering kali mengendur. Hal ini membuka celah bagi munculnya otoritarianisme yang terselubung. Di era Jokowi, kebebasan berpendapat mengalami tekanan yang signifikan. Aktivis, akademisi, hingga mahasiswa yang kritis terhadap pemerintah sering kali diintimidasi atau dikriminalisasi. Semua ini terjadi dalam narasi yang tampaknya “baik”—bahwa pemerintah hanya ingin menjaga stabilitas.

Retorika Jokowi yang terus-menerus menekankan “kerja nyata” tanpa banyak bicara juga menjadi alat untuk menutupi ketidakmampuan pemerintahannya dalam menyelesaikan isu-isu mendasar seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Kebijakan populis seperti pembagian sembako atau bantuan langsung tunai hanya menjadi solusi jangka pendek yang mengabaikan kebutuhan mendesak untuk membangun sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

Akhir dari Kepolosan: Transformasi Menjadi Jahat

Seperti yang Hemingway katakan, jahat seringkali berawal dari kepolosan. Ketika seorang pemimpin menggunakan kepolosan sebagai tameng untuk menghindari kritik, ia membuka pintu bagi kejahatan sistematis. Jokowi mungkin tidak pernah secara eksplisit berniat menjadi “jahat,” tetapi kebijakannya yang sering mengabaikan akuntabilitas, transparansi, dan suara rakyat telah menempatkannya pada jalur tersebut.

Jokowi adalah contoh bagaimana “kepolosan” seorang pemimpin bisa menjadi kendaraan untuk melanggengkan praktik-praktik yang tidak etis dan bahkan merugikan bangsa. Narasi awal yang membangun harapan kini berubah menjadi kenyataan pahit yang penuh kekecewaan. Pada akhirnya, Hemingway benar: segala sesuatu yang benar-benar jahat memang seringkali dimulai dari sesuatu yang tampak sederhana, polos, dan tulus.

Penutup

Kisah kepemimpinan Jokowi adalah pelajaran tentang bagaimana rakyat harus berhati-hati terhadap pemimpin yang terlalu polos untuk terlihat nyata. Karena di balik wajah sederhana itu, kekuasaan bisa menyelinap masuk, bertransformasi, dan pada akhirnya menunjukkan wujud aslinya. Kepolosan hanyalah awal; bagaimana kekuasaan digunakanlah yang menentukan apakah sejarah akan mengingatnya sebagai berkah atau kutukan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hendardi: Indonesia dalam Himpitan Vetokrasi dan Demagogi

Next Post

Kejahatan Terungkap: Kapan Prabowo Tangkap Jokowi?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Paradox Dua Era: Kolonial Belanda Membangun dan Kepemimpinan Jokowi Menghancurkan

Kejahatan Terungkap: Kapan Prabowo Tangkap Jokowi?

Dibalik Stigma Ada Dua Presiden: Apa Sesungguhnya yang Sedang Dilakukan Jokowi?

Kabinet Merah Putih "Titipan Jokowi Ada yang Makar" Wajib Dicopot

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...