• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Sekolah Rakyat – Cermin yang Retak dari Janji Lama

Ali Syarief by Ali Syarief
July 14, 2025
in Birokrasi, Feature, Politik
0
Sekolah Rakyat – Cermin yang Retak dari Janji Lama
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah gegap gempita wacana pembangunan dan impian Indonesia Emas 2045, muncul satu kabar yang mencuri perhatian—lahirnya kembali gagasan Sekolah Rakyat. Sebuah ide yang dalam diksi lamanya masih menggenggam erat kata “rakyat”, sebuah istilah yang dulu begitu luhur dan bermakna dalam kehidupan berbangsa, namun kini lebih sering menjadi jargon kosong dalam pidato politik. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut Sekolah Rakyat sebagai “strategi besar Presiden Prabowo untuk memutus mata rantai kemiskinan.” Namun, di balik harapan itu, terselip satu pertanyaan mendasar: mungkinkah kita menyambung kembali cermin Indonesia yang pernah retak pasca-Orde Baru?


Rakyat yang Masih Tertinggal

Kita semua tahu bahwa tidak semua rakyat punya kesempatan yang sama. Ada yang lahir dengan akses terhadap sekolah bermutu, gizi cukup, dan lingkungan belajar yang mendukung. Tapi masih sangat banyak pula yang lahir dalam kemiskinan struktural—terasing dari sistem pendidikan yang adil dan merata. Di sinilah Sekolah Rakyat hadir sebagai intervensi negara terhadap ketimpangan yang diwariskan puluhan tahun. Program ini menyasar orang cilik, kaum duafa, mereka yang termarjinalkan oleh sistem dan dilupakan oleh elit.

Gagasan besar ini, seperti diuraikan Gus Ipul, bertumpu pada trilogi: memuliakan orang kecil, menyentuh lapisan terbawah, dan membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ini bukan sekadar slogan. Ini seharusnya menjadi revolusi sunyi—revolusi dalam keadilan pendidikan.


Cermin yang Pernah Menyala

Dulu, saat GBHN masih menjadi pedoman pembangunan nasional, arah pembangunan Indonesia setidaknya punya kompas. Arah jelas, prioritas pun tak kabur. Alinea ke-5 GBHN era Orde Baru menyebut bahwa Indonesia “sudah tinggal landas.” Namun, tak lama setelah itu, krisis dan korupsi menenggelamkan mimpi itu. Kini, Sekolah Rakyat tampaknya ingin menghidupkan kembali sumbu mimpi tersebut. Tapi, pertanyaannya: apakah semangatnya murni untuk rakyat? Ataukah ini hanya pemoles citra kekuasaan baru?

Kita hidup dalam era ketika kata “rakyat” mulai kehilangan makna aslinya. Digunakan untuk memoles program, bukan untuk membela kepentingannya secara sungguh-sungguh. Sekolah Rakyat akan gagal seperti program-program populis lainnya bila negara hanya bermain di permukaan: membangun gedung, memberi seragam, tetapi tidak menyentuh akar persoalan seperti kualitas guru, kurikulum yang memerdekakan, serta pendekatan pendidikan yang humanistik dan berorientasi pada pembebasan.


Asa yang Masih Mungkin

Namun, harapan tak sepenuhnya pupus. Sekolah Rakyat, dalam potensinya yang utuh, bisa menjadi titik balik—jika benar-benar dijalankan dengan kesadaran ideologis bahwa pendidikan adalah jalan utama memutus rantai kemiskinan. Pendidikan bukan sekadar untuk mencetak pekerja murah, tapi untuk mencetak warga negara yang merdeka dalam berpikir, berbicara, dan bermimpi. Maka program ini harus menyasar bukan hanya akses fisik, tetapi juga substansi dan martabat.

Pemerintah harus menyadari bahwa memuliakan orang kecil tidak cukup dengan retorika. Rakyat tidak butuh dikasihani, mereka butuh diperlakukan setara. Negara harus hadir, bukan sebagai dermawan, tapi sebagai pemenuhan tanggung jawab konstitusional.


Penutup: Kembali ke Jalan Rakyat

Sekolah Rakyat seharusnya bukan sekadar proyek. Ia adalah cermin dari keberpihakan negara pada rakyatnya. Di zaman ketika politik makin jauh dari suara wong cilik, ketika pendidikan kian komersial dan menjauh dari prinsip keadilan sosial, maka kembalinya diksi “rakyat” bisa menjadi penanda bahwa kita belum sepenuhnya lupa siapa pemilik sejati negeri ini.

Tapi semua tergantung bagaimana cermin itu dirawat—jangan sampai ia hanya menjadi etalase kosong. Sebab rakyat yang dulu disanjung dalam lagu-lagu perjuangan kini menunggu, dengan sabar tapi luka, agar negara akhirnya benar-benar berpihak. Bukan sekadar menjanjikan perubahan, tapi menghadirkannya dalam kenyataan.


“Negara hadir bukan sebagai dermawan, tapi sebagai pengemban amanat penderitaan rakyat.”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cak Imin Laporkan Penerima Bansos Main Judi Online ke Presiden Prabowo, Mensos Siap Coret Pelaku

Next Post

Saatnya Berhenti Takut

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?
News

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post

Saatnya Berhenti Takut

Tanggapan Jokowi Atas Gagalnya Kaesang Nyawagub di Pilgub Jateng

Kultus Jokowi: Ketika Kader PSI Terlalu Jatuh Cinta Sampai Lupa Akal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...