• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Senayan Terbakar: Rakyat Melawan, Parlemen Membisu

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
August 25, 2025
in News, Politik
0
Senayan Terbakar: Rakyat Melawan, Parlemen Membisu
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 25 Agustus 2025 – Asap mengepul di depan Gedung DPR/MPR RI. Motor terbakar, pos satpam hancur, dan gas air mata membubung di udara. Ribuan massa yang sejak pagi memenuhi kawasan Senayan berubah menjadi gelombang kemarahan. Aksi yang diawali teriakan aspirasi berakhir dengan kepulan api—simbol betapa jarak antara rakyat dan wakilnya kini semakin menganga.

Parlemen yang Jadi Menara Gading

DPR seharusnya menjadi rumah rakyat, tempat suara publik bergema. Namun realitas hari ini justru menampilkan kontras: pagar tinggi, aparat bersenjata lengkap, dan rakyat yang harus berteriak dari luar. Ketika pintu aspirasi terkunci, jalanan menjadi forum demokrasi terakhir.

Pengamat politik Rocky Gerung menilai kondisi ini bukanlah kejutan.
“Ketika DPR hanya menjadi stempel kekuasaan, rakyat mencari forum alternatif. Demonstrasi adalah bahasa terakhir rakyat yang diabaikan.”

Aparat dan Gas Air Mata

Polisi menurunkan 1.250 personel gabungan untuk mengamankan aksi. Water cannon dan gas air mata digunakan untuk membubarkan massa. Enam orang ditangkap. Polisi menyebut langkah itu demi menjaga ketertiban.

Namun bagi sebagian orang, tindakan represif ini justru menambah luka. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyentil keras:
“Demokrasi itu dirawat dengan dialog, bukan gas air mata. Kalau aspirasi rakyat dibalas represi, maka jarak rakyat dan wakilnya akan makin tak terjembatani.”

Api Kecil yang Bisa Menjadi Gelombang

Aksi hari ini bukan sekadar protes sesaat. Ada latar belakang panjang: ketidakpuasan pada harga kebutuhan pokok, kebijakan pemerintah yang dinilai elitis, serta DPR yang dianggap melayani kepentingan segelintir elite.

Said Iqbal, Presiden Partai Buruh, meski tidak mengerahkan anggotanya hari ini, memberikan peringatan:
“Kalau DPR tetap tuli, gelombang akan lebih besar pada 28 Agustus nanti. Apa yang kita lihat hari ini hanyalah pembuka.”

Mahasiswa yang Menimbang, Tapi Tidak Diam

BEM UI menyatakan tidak ikut turun ke jalan hari ini, namun sikap mereka jelas.
“Kami sedang konsolidasi. Tapi satu hal pasti: mahasiswa tidak bisa didiamkan. Kritik akan selalu ada,” ujar Ketua BEM UI.

Absennya mahasiswa hari ini bukan berarti sepi. Justru memberi isyarat: ada potensi ledakan berikutnya yang lebih masif ketika buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat bersatu.

Suara Jalanan vs. Panggung Elite

Aksi hari ini menegaskan kontras antara rakyat di jalanan dan elite di Senayan. Satu pihak berteriak minta didengar, sementara pihak lain sibuk berdebat soal kursi, koalisi, dan proyek.

Pengamat politik Ujang Komarudin memberi peringatan:
“Kalau DPR terus membisu, aksi bisa meluas ke kota-kota besar lain. Api ini tidak bisa dipadamkan dengan water cannon. Satu-satunya jalan adalah membuka ruang dialog yang jujur.”

Epilog: Rakyat yang Tak Bisa Dibungkam

Apa yang terbakar di Senayan hari ini bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol frustrasi. Gas air mata mungkin bisa membubarkan massa, tapi tidak bisa memadamkan kemarahan.

Sejarah pernah mencatat, setiap kali rakyat dibungkam, justru dari jalanan lahir babak baru politik negeri ini. Pertanyaan yang menggantung: apakah parlemen mau belajar dari sejarah, atau memilih menunggu api itu membesar dan membakar kepercayaan yang tersisa?


🔥 Judul alternatif yang lebih tajam bisa juga:

  • “Gas Air Mata Demokrasi: Ketika DPR Lupa Siapa Tuan Sesungguhnya”
  • “Parlemen Terkepung: Rakyat Mengetuk, Elite Menutup Telinga”

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dua Bambang Bersuara Soal Amandemen UUD 1945: Hati-hati Buka Kotak Pandora!

Next Post

KORUPSI SISTEMIK, KORUPSI YANG TAK PERNAH USAI

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng
daerah

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya
News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas
daerah

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Next Post

KORUPSI SISTEMIK, KORUPSI YANG TAK PERNAH USAI

Rakyat Jelata: Suara yang Terlupakan di Tanah Merdeka

Siapa Miskin: Rakyat atau Wakil Rakyat?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist