Jakarta, Fusilatnews – Lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mengungkapkan, kenaikan elektabilitas pada survei menjelang Pemilu 2024 hanya terjadi pada PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Suara PDIP pada Pemilu 2019 mencapai 19,3 persen akan naik menjadi 23,4 persen, suara Gerindra dari 12,6 persen akan naik menjadi 14,1 persen, dan PKB dari 9,7 persen akan naik menjadi 10,3 persen.
Sebaliknya, dua parpol Islam, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) elektabilitasnya akan turun pada Pemilu 2024 jika dibandingkan dengan Pemilu 2019. Bahkan PPP dan PAN terancam terdepak dari DPR RI karena tidak mampu meraih parliamentary threshold 4 persen.
Ya, PPP dan PAN akan tidak lolos ke DPR RI jika Pemilu 2024 digelar saat ini. Sebab, elektabilitas mereka saat ini tidak mencapai syarat parliamentary threshold sebesar 4 persen.
Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan, suara PPP dan PAN turun jika dibandingkan dengan suara yang diperoleh pada Pemilu 2019. Pada pemilu lalu PPP mendapatkan suara 4,5 persen. Namun, bulan ini elektabilitas PPP menurun ke angka 2,4 persen.
PAN juga mengalami penurunan suara dari 6,8 persen dii Pemilu 2019 menjadi 1,9 persen untuk Pemilu 2024. “PPP dan PAN seperti temuan kita sebelumnya, berada di zona yang belum aman untuk bisa masuk kembali ke parlemen, karena suaranya masih di bawah 4 persen,” ujar Deni dalam akun YouTube SMRC, Senin (20/3/2023), seperti dilansir banyak media.
Deni memaparkan, partai-partai non parlemen juga masih harus bekerja keras apabila ingin lolos ke DPR pada Pemilu 2024. Dalam temuan survei kali ini, SMRC mendapati bukan hanya suara PAN dan PPP saja yang turun, melainkan juga partai lain. Di antaranya Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Yang naik, sekali lagi, adalah PDIP, Gerindra, dan PKB. “PDI-P mendapat dukungan paling banyak yaitu 23,4 persen. Kemudian disusul oleh Gerindra 14,1 persen, dan PKB 10,3 persen,” paparnya.
Survei SMRC terhadap 1.220 responden berusia 17 tahun ke atas ini dilaksanakan melalui wawancara tatap muka pada 2-11 Maret 2023. Adapun margin of error survei diperkirakan kurang lebih 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen menggunakan asumsi simple random sampling. (F-2)























