• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Taklimat Prabowo : Perang Timur Tengah dan Narasi yang Mencari Kambing Hitam

Ali Syarief by Ali Syarief
March 9, 2026
in Feature, Politik
0
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews– Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan taklimat khusus terkait perang di Timur Tengah patut dicermati bukan hanya dari sisi geopolitik, tetapi juga dari perspektif komunikasi politik. Dalam praktik politik modern, setiap pernyataan resmi kepala negara tidak hanya berfungsi sebagai informasi, tetapi juga sebagai upaya membangun narasi.

Perang di Timur Tengah memang bukan peristiwa kecil. Konflik tersebut berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia, mengganggu rantai pasok global, dan menciptakan tekanan terhadap stabilitas ekonomi banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam konteks itu, wajar jika pemerintah merasa perlu memberikan penjelasan kepada publik.

Namun persoalannya menjadi berbeda ketika isu global mulai digunakan sebagai bingkai utama untuk menjelaskan berbagai persoalan domestik.

Dalam ilmu komunikasi politik, terdapat pola yang cukup dikenal: externalizing blame—mengalihkan sumber masalah ke faktor eksternal. Narasi ini sering digunakan pemerintah di berbagai negara ketika menghadapi tekanan ekonomi atau kegagalan kebijakan. Dengan menempatkan faktor luar sebagai penyebab utama, pemerintah dapat meredam kritik publik terhadap kebijakan domestik.

Narasi seperti ini biasanya muncul dengan kalimat yang familiar: ekonomi global sedang tidak stabil, harga energi dunia melonjak, konflik geopolitik memicu inflasi, dan sebagainya. Semua itu memang bisa benar secara faktual. Tetapi ketika narasi tersebut menjadi dominan, publik patut bertanya: sejauh mana faktor internal sebenarnya turut berperan?

Pemerintahan Prabowo sendiri berada pada fase yang sangat sensitif. Ekspektasi publik setelah pemilu sangat tinggi. Berbagai janji program besar—mulai dari kebijakan kesejahteraan hingga program sosial yang memerlukan anggaran besar—menuntut kemampuan fiskal yang tidak kecil.

Di saat yang sama, kondisi ekonomi global memang tidak sepenuhnya stabil. Konflik geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga perlambatan ekonomi di beberapa kawasan dunia menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Situasi ini memberikan ruang yang cukup luas bagi pemerintah untuk membangun narasi bahwa tekanan ekonomi yang mungkin muncul bukan semata-mata akibat kebijakan domestik.

Di sinilah taklimat khusus presiden menjadi penting untuk dicermati. Apakah taklimat tersebut akan berisi langkah konkret pemerintah untuk mengantisipasi dampak konflik global? Ataukah lebih banyak menjadi panggung komunikasi politik untuk menyiapkan opini publik bahwa berbagai tekanan ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan merupakan konsekuensi dari situasi global?

Perbedaan antara keduanya sangat signifikan.

Jika pemerintah menyampaikan strategi yang jelas—misalnya kebijakan energi, langkah stabilisasi harga pangan, penguatan cadangan devisa, atau perlindungan terhadap sektor ekonomi rentan—maka taklimat tersebut dapat dilihat sebagai bentuk kepemimpinan yang antisipatif.

Namun jika yang muncul lebih banyak berupa peringatan tentang ancaman global tanpa disertai langkah konkret yang terukur, publik wajar melihatnya sebagai upaya membangun tameng politik.

Sejarah politik menunjukkan bahwa narasi “krisis global” sering kali menjadi alat yang efektif untuk meredam kritik domestik. Ketika harga naik, pemerintah dapat mengatakan itu dampak perang. Ketika inflasi meningkat, penyebabnya disebut sebagai gejolak ekonomi dunia. Bahkan ketika kebijakan fiskal menghadapi tekanan, narasi global menjadi penjelasan yang paling mudah diterima.

Masalahnya, penggunaan narasi seperti ini dalam jangka panjang dapat mengaburkan akuntabilitas.

Pemerintah tentu tidak bisa mengendalikan perang di Timur Tengah. Tetapi pemerintah sepenuhnya bertanggung jawab atas kualitas kebijakan ekonomi di dalam negeri. Jika setiap tekanan ekonomi selalu dijelaskan dengan faktor eksternal, ruang evaluasi terhadap kebijakan domestik menjadi semakin sempit.

Karena itu publik perlu melihat taklimat presiden secara kritis. Bukan untuk menolak kenyataan bahwa konflik global memang memiliki dampak nyata, tetapi untuk memastikan bahwa pemerintah tidak menjadikan situasi global sebagai kambing hitam bagi kelemahan kebijakan dalam negeri.

Kepemimpinan yang kuat tidak hanya mampu menjelaskan ancaman dari luar, tetapi juga berani mengakui keterbatasan dan memperbaiki kelemahan dari dalam.

Dalam politik, narasi memang penting. Tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kebijakan dan hasil nyata yang dirasakan rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Asas Legalitas dan Konsekuensi bagi Orang yang Tak Berpuasa dan Kafir (Salah Berpikir)

Next Post

Pekerjaan Sendiri, Dibayar Dua Kali – Ketika Swakelola Disulap Menjadi Proyek Pihak Ketiga

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029
Feature

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya
Feature

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Feature

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026
Next Post
Pekerjaan Sendiri, Dibayar Dua Kali – Ketika Swakelola Disulap Menjadi Proyek Pihak Ketiga

Pekerjaan Sendiri, Dibayar Dua Kali - Ketika Swakelola Disulap Menjadi Proyek Pihak Ketiga

Harga Beras Global Mencapai Level Tertinggi Dalam 15 tahun setelah India Membatasi: FAO

Swasembada Beras di Ujung Tanduk: Siapa Menjaga, Siapa Membiarkan? PELESTARIAN SWASEMBADA BERAS

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

July 22, 2026

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist