• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Asas Legalitas dan Konsekuensi bagi Orang yang Tak Berpuasa dan Kafir (Salah Berpikir)

fusilat by fusilat
March 9, 2026
in Feature, Law
0
Asas Legalitas dan Konsekuensi bagi Orang yang Tak Berpuasa dan Kafir (Salah Berpikir)
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Optic Macca

Seorang profesor dari New York University (NYU) pernah menyatakan bahwa “puasa adalah musuh industri farmasi; jika semua orang melakukannya secara konsisten, para dokter bisa gulung tikar.”

Pernyataan ini sering dikutip sebagai bentuk pengakuan ilmiah terhadap manfaat puasa bagi kesehatan manusia.

Memang, dalam berbagai riset modern, puasa tidak lagi dipandang semata sebagai praktik spiritual, melainkan juga sebagai metode biologis yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan tubuh. Walaupun narasi “gulung tikar” tersebut tidak merujuk pada satu nama ilmuwan secara spesifik, gagasan tentang manfaat puasa telah banyak dibahas oleh para peneliti di berbagai universitas di dunia.

Salah satu tokoh yang dikenal luas dalam kajian ilmiah mengenai puasa adalah Prof. Valter Longo dari University of Southern California (USC). Ia meneliti bagaimana praktik fasting atau puasa terapeutik mampu memicu regenerasi sel, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta membantu mengatasi berbagai penyakit kronis.

Di Indonesia, manfaat puasa juga sering dijelaskan oleh kalangan akademisi dan praktisi kesehatan. Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, misalnya, menyebut bahwa puasa dapat merangsang produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), suatu protein penting yang berperan dalam meningkatkan fungsi kognitif dan kesehatan otak.

Dengan kata lain, narasi yang berkembang di kalangan ilmuwan sebenarnya sederhana: apabila manusia menjalankan puasa secara disiplin dan teratur, banyak penyakit metabolik dapat ditekan, bahkan industri kesehatan yang selama ini berputar pada pengobatan penyakit bisa kehilangan sebagian besar pasar ekonominya.

Namun di titik inilah muncul pertanyaan reflektif yang menarik.

Jika para ilmuwan modern baru belakangan menemukan manfaat biologis puasa melalui penelitian laboratorium dan observasi ilmiah, mengapa mereka tidak sekaligus takjub pada sumber ajaran yang jauh lebih dahulu memerintahkan praktik tersebut?

Berabad-abad sebelum riset medis berkembang, kitab-kitab suci telah memerintahkan manusia untuk berpuasa. Bahkan tidak hanya dalam satu tradisi keagamaan. Hampir semua agama besar mengenal praktik puasa sebagai bentuk disiplin spiritual sekaligus pengendalian diri.

Dalam Al-Qur’an, perintah itu dinyatakan secara eksplisit:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa bukanlah tradisi eksklusif umat tertentu. Ia telah dijalankan sejak masa para nabi—dari Nabi Adam, Ibrahim, Daud, Musa hingga Isa.

Menariknya, praktik serupa juga ditemukan pada berbagai komunitas adat yang bahkan tidak mengenal kitab suci dalam pengertian formal. Suku Baduy, misalnya, tetap menjalankan tradisi puasa dengan pola dan metode tersendiri. Hal yang sama juga terdapat pada sejumlah sistem kepercayaan lain di berbagai belahan dunia.

Fenomena ini menunjukkan bahwa puasa memiliki dimensi universal: spiritual, biologis, sekaligus kultural.

Namun pertanyaan berikutnya menjadi lebih tajam.

Jika manusia modern telah mengetahui manfaat puasa secara ilmiah, apakah mereka yang menolak atau mengabaikan perintah tersebut dapat disebut sebagai kafir dalam pengertian menutupi kebenaran atau keliru dalam berpikir?

Ironisnya, bahkan di kalangan umat beragama sendiri, tidak sedikit yang menolak menjalankan kewajiban puasa dengan berbagai alasan: penyakit maag, harus minum obat, banyak pikiran, tidak sempat sahur, atau sekadar merasa belum terpanggil.

Padahal dalam ajaran agama, pengecualian hanya berlaku bagi mereka yang benar-benar memiliki halangan syar’i seperti sakit berat, perjalanan jauh, atau kondisi tertentu yang memang dibenarkan.

Di sinilah muncul perspektif menarik dari sudut pandang filsafat hukum.

Dalam ilmu hukum dikenal asas legalitas:

“Nullum delictum, nulla poena sine praevia lege poenali.”

Artinya: tidak ada perbuatan yang dapat dihukum tanpa adanya ketentuan hukum yang lebih dahulu mengaturnya.

Asas ini menjadi fondasi dalam sistem hukum modern. Manusia tidak boleh dihukum sebelum ada aturan yang jelas mengenai perintah atau larangan.

Jika prinsip ini digunakan sebagai analogi, maka pertanyaannya menjadi lebih luas:

ketika perintah berpuasa telah dinyatakan secara eksplisit dalam wahyu, apakah manusia yang tetap mengingkarinya tidak termasuk dalam kategori melanggar “legalitas ilahi”?

Apalagi manusia sebagai makhluk sosial—zoon politicon—diberi perangkat akal, kemampuan berpikir, serta berbagai sarana untuk memperoleh pengetahuan.

Dengan kata lain, manusia tidak hanya memiliki kebebasan memilih, tetapi juga tanggung jawab atas pilihan tersebut.

Maka konsekuensinya bukan sekadar persoalan kesehatan atau disiplin spiritual, tetapi juga menyangkut dimensi moral dan metafisik.

Al-Qur’an menggambarkan penyesalan manusia yang mengingkari kebenaran itu kelak dengan sangat dramatis:

“…dan orang kafir berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku menjadi tanah.’”
(QS. An-Naba’: 40)

Sebuah penyesalan yang datang terlambat—ketika kesempatan untuk memperbaiki diri sudah berakhir.

Karena itu, persoalan puasa sebenarnya bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah titik temu antara wahyu, akal, dan ilmu pengetahuan.

Siapa yang mau mengambil pelajaran darinya, dan siapa yang memilih mengabaikannya, pada akhirnya akan ditentukan oleh kesadaran berpikir masing-masing.

Atau, meminjam ungkapan satir yang sering kita dengar:
silakan bertanya kepada akal sendiri—atau kepada rumput yang bergoyang.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Membunuh Trump dan Netanyahu

Next Post

Taklimat Prabowo : Perang Timur Tengah dan Narasi yang Mencari Kambing Hitam

fusilat

fusilat

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Feature

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Anies Janjikan Bikin Hotline Paris. Kata Hotman Mau Bersaing Dengan Hotman 911?
Feature

Sandyakalaning Hotman Paris

July 21, 2026
Next Post
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Taklimat Prabowo : Perang Timur Tengah dan Narasi yang Mencari Kambing Hitam

Pekerjaan Sendiri, Dibayar Dua Kali – Ketika Swakelola Disulap Menjadi Proyek Pihak Ketiga

Pekerjaan Sendiri, Dibayar Dua Kali - Ketika Swakelola Disulap Menjadi Proyek Pihak Ketiga

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist