• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Pekerjaan Sendiri, Dibayar Dua Kali – Ketika Swakelola Disulap Menjadi Proyek Pihak Ketiga

fusilat by fusilat
March 10, 2026
in Economy, Feature
0
Pekerjaan Sendiri, Dibayar Dua Kali – Ketika Swakelola Disulap Menjadi Proyek Pihak Ketiga
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Ketika Audit Dimulai dengan Formalitas

Penugasan kali ini adalah general audit—sebuah kegiatan yang bagi auditor sering dianggap rutin. Tujuannya sederhana: memastikan kegiatan operasional berjalan sesuai aturan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Audit dilakukan di salah satu lapangan operasi milik BUMN terbesar di Indonesia.

Seperti biasa, semuanya dimulai dengan entry meeting.

Suasana formal, senyum diplomatik, dan basa-basi khas birokrasi. Kalimat seperti “semoga audit berjalan lancar” atau “kami siap mendukung sepenuhnya” hampir terdengar seperti ritual yang berulang di setiap penugasan.

Namun dalam dunia audit ada satu prinsip yang selalu dipegang:

Tidak ada niat mengubah General Audit menjadi Investigasi—kecuali karena Integritas dan Profesionalitas.

General audit bukanlah operasi perburuan kesalahan. Ia hanya memastikan sistem berjalan sebagaimana mestinya.

Tetapi ketika fakta berbicara lain, profesionalitas menuntut auditor untuk mengikuti jejaknya—ke mana pun jejak itu mengarah.

Dan penugasan kali ini perlahan menuju ke arah tersebut.


Ketika Angka Mulai Bertanya

Temuan awal muncul dari sesuatu yang tampak biasa: biaya overhaul mesin rig yang cukup signifikan.

Pekerjaan tersebut dilakukan melalui penunjukan langsung kepada pihak ketiga, tanpa proses lelang.

Ketika dimintai penjelasan, pihak auditee memberikan alasan yang terdengar masuk akal.

Pekerjaan overhaul, kata mereka, membutuhkan keahlian teknis khusus.
Tidak ada rekanan lokal yang mampu mengerjakannya.

Karena itu dipilihlah sebuah perusahaan lain.

Yang menarik, perusahaan tersebut juga BUMN.

Dengan nada santai seseorang berkata:

“Ini kan sama saja. Uangnya tetap di negara. Keluar dari kantong kanan, masuk ke kantong kiri.”

Kalimat itu diakhiri dengan tawa ringan.

Di permukaan, semuanya terdengar logis. Bahkan seolah-olah patriotik.

Namun bagi auditor, logika bukanlah bukti.

Prosedur tetap harus berjalan.


Lima Pintu Menuju Kebenaran

Dalam audit laporan keuangan, setiap transaksi diuji melalui lima asersi dasar:

  • Eksistensi dan keterjadian

  • Kelengkapan

  • Hak dan kewajiban

  • Penilaian dan alokasi

  • Penyajian dan pengungkapan

Bagi pembaca awam, ini mungkin terdengar teknis.

Namun bagi auditor, kelima asersi tersebut ibarat lima pintu menuju kebenaran.

Kadang semua pintu tertutup rapat.
Kadang hanya satu yang terbuka.

Dan sering kali, satu pintu saja sudah cukup untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Ketika Cerita Mulai Berubah

Dari pemeriksaan dokumen kontrak, ditemukan fakta menarik.

Perusahaan BUMN yang ditunjuk ternyata mensubkontrakkan sekitar 70 persen pekerjaan kepada rekanan lokal.

Ini memunculkan pertanyaan sederhana:

Bukankah sebelumnya dikatakan tidak ada rekanan lokal yang mampu mengerjakan pekerjaan tersebut?

Audit mulai memasuki wilayah yang lebih menarik.

Kebetulan, waktu pelaksanaan audit bertepatan dengan masa pengerjaan proyek.

Kesempatan ini terlalu berharga untuk dilewatkan.

Auditor memutuskan untuk melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pekerjaan.


Ketika Realitas Berbicara

Rig yang dimaksud memang ada.

Nomor serinya sesuai dengan dokumen kontrak.

Pekerjaan overhaul juga sedang berlangsung.

Namun sesuatu terasa janggal.

Pengerjaan tidak dilakukan di bengkel milik rekanan, sebagaimana tertulis dalam kontrak.

Melainkan di bengkel milik auditee sendiri.

Langkah berikutnya adalah wawancara teknis di lapangan.

Seorang montir yang sedang bekerja ditanya mengenai statusnya.

Jawabannya sederhana.

Ia adalah karyawan tetap perusahaan auditee.

Bukan tenaga kerja dari rekanan.

Verifikasi kartu identitas dan data kepegawaian membuktikan hal itu.

Audit kemudian menelusuri asal suku cadang yang digunakan.

Hasilnya lebih menarik lagi.

Seluruh sparepart ternyata berasal dari gudang milik auditee, bukan dari pihak rekanan.

Di titik ini, gambaran mulai jelas.


Ketika Kontrak Hanya Menjadi Kostum

Pekerjaan yang secara kontrak disebut sebagai pekerjaan pihak ketiga ternyata dikerjakan sepenuhnya oleh auditee sendiri.

  • Tenaga kerja dari auditee

  • Bengkel milik auditee

  • Sparepart dari gudang auditee

Dengan kata lain, pekerjaan tersebut pada dasarnya adalah pekerjaan swakelola.

Namun ia dibungkus rapi dalam kontrak dengan pihak ketiga.

Sebuah swakelola yang memakai kontrak kostum.

Di sinilah asersi hak dan kewajiban runtuh.

Indikasi pekerjaan fiktif pada porsi subkontrak menjadi sangat kuat.

Apa yang terlihat sah di atas kertas ternyata berbeda dengan realitas di lapangan.


Ketika Administrasi Menjadi Alat Manipulasi

Kasus seperti ini jarang muncul dalam bentuk pencurian yang terang-terangan.

Sering kali ia hadir dalam bentuk yang jauh lebih halus:

Rekayasa administrasi.

Semua dokumen ada.

  • Kontrak lengkap

  • Tanda tangan sah

  • Stempel resmi

Namun substansinya kosong.

Dalam literatur tata kelola, praktik semacam ini sering disebut sebagai administrative corruption—penyimpangan yang bersembunyi di balik prosedur formal.

Di atas kertas semuanya tampak legal.

Tetapi pada hakikatnya, sistem digunakan untuk menciptakan legitimasi bagi sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Di sinilah integritas diuji.


Amanah yang Tidak Boleh Dikhianati

Al-Qur’an memberikan peringatan yang sangat jelas:

“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain dengan jalan yang batil.”
(QS. Al-Baqarah: 188)

Dalam ayat lain Allah juga memperingatkan:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang.”
(QS. Al-Mutaffifin: 1–3)

Rasulullah ﷺ bahkan memberi peringatan keras terhadap penggelapan harta publik:

“Barang siapa yang kami tugaskan pada suatu pekerjaan lalu ia menyembunyikan satu jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul yang akan ia bawa pada hari kiamat.”
(HR. Muslim)

Pesannya sangat jelas.

Yang dipersoalkan bukan sekadar jumlah uangnya,
Tetapi pengkhianatan terhadap amanah.


Penutup: Ketika Integritas Menjadi Pilihan

Audit akhirnya merekomendasikan audit investigatif lanjutan.

Karena persoalan ini tidak lagi sekadar masalah teknis pengadaan.

Ia sudah menyentuh wilayah potensi penyalahgunaan wewenang.

Praktik seperti ini mungkin terlihat kecil.

Namun jika dibiarkan, ia bisa tumbuh menjadi budaya organisasi.

Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pada akhirnya, integritas bukan hanya soal aturan.

Ia adalah pilihan moral.

Pilihan untuk jujur ketika manipulasi terasa lebih mudah.
Pilihan untuk amanah ketika peluang menyimpang terbuka lebar.

Karena pada akhirnya, dalam dunia yang penuh kontrak, angka, dan laporan, satu hal tetap tidak bisa dipalsukan: kejujuran.

Perbaikan jasa ini bukanlah peluang bermain dan memenangkan suatu game rekayasa.

Ia adalah amanah—yang kelak harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah pada hari akhir.


Referensi

Al-Qur’an

  • QS. Al-Baqarah: 188

  • QS. Al-Mutaffifin: 1–3

Hadits

  • HR. Muslim – larangan ghulul (penggelapan harta publik)

  • HR. Bukhari dan Muslim – hadis tentang amanah kepemimpinan

Literatur

  • Arens, Alvin A., Elder, Randal J., & Beasley, Mark S.
    Auditing and Assurance Services

  • COSO
    Internal Control – Integrated Framework

  • OECD
    Preventing Corruption in Public Procurement

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Taklimat Prabowo : Perang Timur Tengah dan Narasi yang Mencari Kambing Hitam

Next Post

Swasembada Beras di Ujung Tanduk: Siapa Menjaga, Siapa Membiarkan? PELESTARIAN SWASEMBADA BERAS

fusilat

fusilat

Related Posts

Menkomdigi Meutya Hafid Lantik  Pejabat di Lingkungan Kemenkom Digi
Feature

Taruhan Prabowo Lengser Bikin Geger: Mengapa Komdigi Bergerak Secepat Kilat?

May 25, 2026
Ternyata Salah Ucap – Gaji Guru Naik 300 Kali
Feature

Ternyata Salah Ucap – Gaji Guru Naik 300 Kali

May 25, 2026
Mata yang Kehilangan Takjub Sesungguhnya Telah Tertutup
Feature

Mata yang Kehilangan Takjub Sesungguhnya Telah Tertutup

May 25, 2026
Next Post
Harga Beras Global Mencapai Level Tertinggi Dalam 15 tahun setelah India Membatasi: FAO

Swasembada Beras di Ujung Tanduk: Siapa Menjaga, Siapa Membiarkan? PELESTARIAN SWASEMBADA BERAS

Iran: Negeri yang Tak Pernah Selesai dengan Revolusi.

Iran: Negeri yang Tak Pernah Selesai dengan Revolusi.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menkomdigi Meutya Hafid Lantik  Pejabat di Lingkungan Kemenkom Digi

Taruhan Prabowo Lengser Bikin Geger: Mengapa Komdigi Bergerak Secepat Kilat?

May 25, 2026
Ternyata Salah Ucap – Gaji Guru Naik 300 Kali

Ternyata Salah Ucap – Gaji Guru Naik 300 Kali

May 25, 2026
Mata yang Kehilangan Takjub Sesungguhnya Telah Tertutup

Mata yang Kehilangan Takjub Sesungguhnya Telah Tertutup

May 25, 2026
Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

May 25, 2026
Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

May 25, 2026
Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

Badan Ekspor Komoditas Strategis: Belajar dari Negara Lain, Menghindari Lubang yang Sama

May 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menkomdigi Meutya Hafid Lantik  Pejabat di Lingkungan Kemenkom Digi

Taruhan Prabowo Lengser Bikin Geger: Mengapa Komdigi Bergerak Secepat Kilat?

May 25, 2026
Ternyata Salah Ucap – Gaji Guru Naik 300 Kali

Ternyata Salah Ucap – Gaji Guru Naik 300 Kali

May 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...