• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Swasembada Beras di Ujung Tanduk: Siapa Menjaga, Siapa Membiarkan? PELESTARIAN SWASEMBADA BERAS

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 10, 2026
in Economy, Feature
0
Harga Beras Global Mencapai Level Tertinggi Dalam 15 tahun setelah India Membatasi: FAO
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki peran strategis dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus kesejahteraan petani di Indonesia. Dalam struktur pembangunan nasional, sektor pertanian bukan hanya urusan produksi, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, hingga kedaulatan bangsa.

Secara umum, tugas utama Kementan mencakup beberapa hal pokok.

Pertama, penyuluhan dan pengembangan pertanian. Pemerintah harus membantu petani melalui penyebaran teknologi, inovasi, dan pengetahuan agar produksi serta kualitas hasil pertanian meningkat.

Kedua, pengawasan dan perlindungan. Negara wajib menjaga kualitas produk pertanian sejak benih, proses produksi, hingga distribusi agar aman, bermutu, dan sesuai standar.

Ketiga, peningkatan produktivitas. Hal ini dilakukan melalui pengembangan infrastruktur pertanian, penyediaan sarana produksi, serta dukungan teknologi yang mampu meningkatkan hasil panen.

Keempat, pengembangan agribisnis. Petani harus diberi akses pasar yang luas serta didorong untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian sehingga kesejahteraan mereka ikut terangkat.

Dengan tugas-tugas tersebut, fungsi utama Kementan pada dasarnya adalah memastikan ketersediaan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian.

Pertanyaannya, apakah Kementan juga bertanggung jawab melestarikan swasembada beras?

Secara jujur harus diakui, menjaga keberlanjutan swasembada beras merupakan tanggung jawab bersama. Namun, jika harus disebutkan pihak-pihak yang memiliki peran utama, setidaknya ada beberapa unsur penting.

Pertama, Kementerian Pertanian. Sebagai lembaga pemerintah yang memegang mandat langsung atas sektor pertanian, Kementan memiliki peran utama dalam menjaga sekaligus meningkatkan produksi beras nasional.

Kedua, petani dan kelompok tani. Merekalah ujung tombak produksi pangan. Tanpa dukungan teknologi, akses pasar, pembiayaan, dan insentif yang memadai, sulit berharap produksi beras bisa terus meningkat.

Ketiga, pemerintah daerah. Peran daerah sangat penting melalui kebijakan lokal yang berpihak kepada pertanian, termasuk pengalokasian anggaran, perlindungan lahan sawah, hingga pengelolaan sumber daya air.

Keempat, masyarakat. Dukungan terhadap produk pangan dalam negeri serta pola konsumsi yang bijak juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada beras.

Dengan kata lain, swasembada beras tidak mungkin bertahan tanpa kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Kata kunci utama dari pelestarian swasembada beras adalah keberlanjutan. Konsep ini mencakup beberapa aspek penting.

Pertama, produksi berkelanjutan, yakni sistem budidaya padi yang ramah lingkungan serta tidak merusak sumber daya alam.

Kedua, pengelolaan sumber daya secara bijak, termasuk pengelolaan lahan, air, serta penggunaan input pertanian secara efisien dan berkelanjutan.

Ketiga, peningkatan kesejahteraan petani, dengan memastikan mereka memiliki akses terhadap teknologi, pembiayaan, pasar, serta insentif ekonomi yang layak.

Keempat, diversifikasi pangan, yaitu mengurangi ketergantungan berlebihan terhadap beras dan mendorong konsumsi sumber pangan lain agar sistem pangan nasional lebih seimbang.

Dengan pendekatan keberlanjutan seperti ini, swasembada beras tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dalam konteks menjaga stabilitas pangan nasional, Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) juga memegang peran penting. Lembaga ini menjadi instrumen negara untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras.

Beberapa peran utama Bulog antara lain:

Pertama, stabilisasi harga. Bulog melakukan operasi pasar untuk menjaga harga beras tetap stabil, baik saat harga melonjak maupun ketika harga jatuh.

Kedua, pengamanan cadangan pangan. Bulog bertugas menyimpan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi darurat, bencana, atau masa paceklik.

Ketiga, distribusi pangan. Bulog menyalurkan beras ke daerah-daerah yang membutuhkan, termasuk untuk berbagai program bantuan pangan pemerintah.

Keempat, mendukung petani. Bulog juga membeli gabah petani dengan harga yang kompetitif sehingga petani mendapatkan kepastian pasar sekaligus pendapatan yang lebih layak.

Melalui berbagai peran tersebut, Bulog menjadi instrumen penting dalam menjaga ketersediaan dan kestabilan harga beras di Indonesia.

Saat ini Bulog masih menjalankan fungsi tersebut sebagai stabilisator harga sekaligus penyangga cadangan pangan nasional. Berbagai program telah dilakukan, termasuk pembelian gabah petani serta distribusi beras ke berbagai wilayah yang membutuhkan.

Namun demikian, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Penurunan luas panen, fluktuasi produksi beras, serta perubahan iklim yang semakin tidak menentu menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan nasional.

Karena itu, penguatan peran dan fungsi Bulog menjadi sangat penting agar swasembada pangan—khususnya beras—dapat terus terjaga dalam beberapa tahun ke depan.

Selain itu, Bulog juga mulai mengembangkan berbagai program on-farm yang bertujuan meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat cadangan beras nasional. Kerja sama dengan petani dan kelompok tani juga terus diperluas guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pada akhirnya, tujuan utama Bulog tetap sama: menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pangan, serta memberikan perlindungan ekonomi kepada petani.

Menghadapi panen raya saat ini, pemerintah menugaskan Bulog melakukan penyerapan gabah sebesar 4 juta ton setara beras. Di samping itu, Bulog juga ditugaskan menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Jika seluruh kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan berpihak kepada petani, maka swasembada beras bukan hanya menjadi slogan politik, melainkan benar-benar menjadi fondasi kedaulatan pangan Indonesia.

(Penulis: Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pekerjaan Sendiri, Dibayar Dua Kali – Ketika Swakelola Disulap Menjadi Proyek Pihak Ketiga

Next Post

Iran: Negeri yang Tak Pernah Selesai dengan Revolusi.

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra
Feature

Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

May 25, 2026
Feature

Menghidupkan Ruh PAI di Madrasah: Strategi Taktis Menanamkan Soft Skills Pasca-Pembatasan Gawai

May 25, 2026
Menkomdigi Meutya Hafid Lantik  Pejabat di Lingkungan Kemenkom Digi
Feature

Taruhan Prabowo Lengser Bikin Geger: Mengapa Komdigi Bergerak Secepat Kilat?

May 25, 2026
Next Post
Iran: Negeri yang Tak Pernah Selesai dengan Revolusi.

Iran: Negeri yang Tak Pernah Selesai dengan Revolusi.

Islam yang Tumbuh dari Dalam – Modernisation is making more Islamic

Islam yang Tumbuh dari Dalam - Modernisation is making more Islamic

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

May 25, 2026

Menghidupkan Ruh PAI di Madrasah: Strategi Taktis Menanamkan Soft Skills Pasca-Pembatasan Gawai

May 25, 2026
Menkomdigi Meutya Hafid Lantik  Pejabat di Lingkungan Kemenkom Digi

Taruhan Prabowo Lengser Bikin Geger: Mengapa Komdigi Bergerak Secepat Kilat?

May 25, 2026
Ternyata Salah Ucap – Gaji Guru Naik 300 Kali

Ternyata Salah Ucap – Gaji Guru Naik 300 Kali

May 25, 2026
Mata yang Kehilangan Takjub Sesungguhnya Telah Tertutup

Mata yang Kehilangan Takjub Sesungguhnya Telah Tertutup

May 25, 2026
Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

Siluet Pesta Babi : Masalah Papua dari Kacamata Internasional: Ketika Jakarta Dinilai Gagal Membaca Kedalaman Persoalan

May 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

May 25, 2026

Menghidupkan Ruh PAI di Madrasah: Strategi Taktis Menanamkan Soft Skills Pasca-Pembatasan Gawai

May 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...