• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tela’ah Kasus Ferdy Sambo: “Tidak ada asap jika tidak ada api”

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han by Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han
December 15, 2022
in Feature
0
Tim KM 50 Dapat Tugas Ambil CCTV di Kompleks Rumah Dinas Sambo, Siapa Tim KM 50?

Terdakwa pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo. (CNN Indonesia /Andry Novelino)

Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin ini kata-kata yang tepat disematkan pada perkara yang terus bergulir hingga hari ini pada persidangan Ferdy Sambo (FS) dan Putri Chandrawati (PC).

Mengikuti dan mengamati sidang-sidang kasus pembunuhan Brigadir Joshua (BJ) dari awal hingga sekarang, terbaca bahwa kejadian pembunuhan tersebut terjadi akibat FS tidak mampu mengendalikan diri setelah mendengar istri tercinta (PS) mengatakan mendapatkan perlakuan kekerasan seksual dari BJ yang juga sebagai ajudan PC, sejatinya seorang ajudan berfungsi menjaga dan melindungi tuannya. Tapi yang terjadi sebaliknya, disangkakan bahwa BJ telah melakukan kekerasan seksual kepada PC dengan cara membanting ke lantai sebanyak tiga kali yang dibarengi dengan pemerkosaan sesuai yang dialami dan dirasakan PC. 

Akan sangat repot jika sebuah perkara dikaitkan dengan status seseorang, apalagi sebagai pejabat publik seperti institusi polri yang menjadi sandaran hukum masyarakat dalam menjalankan fungsi penegakan hukum tapi bisa kecolongan dengan munculnya persoalan ini. Jika dipublish ke media bisa menjadi aib yang sangat besar bagi diri, keluarga dan institusi kepolisian, namun jika tidak dipublish selain akan tetap ketahuan juga harus ada tindakan hukum kepada pihak yang dituduhkan sebagai pelaku kekerasan seksual. Ditambah sebagai seorang perempuan yang juga sebagai ibu bhayangkari yang sejatinya selalu berada dalam ruang yang terjamin aman jauh dari hal-hal yang membahayakan keselamatan jiwa dan raga.  

Di sinilah awal mula kasus ini terus bergulir tanpa kendali hingga akhirnya terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh FS kepada BJ karena PC tidak ingin kasus ini dilaporkan pada institusi hukum setempat agar tidak diketahui publik karena akan mencoreng dan melemahkan institusi kepolisian. Di sisi lain sebagai seorang suami sangat manusiawi menjadi marah dan tidak bisa menerima perbuatan kekerasan seksual begitu saja, apalagi pelaku sudah dianggap sebagai keluarga juga sebagai seorang bawahan. Sebagai pimpinan/atasan sejatinya FS tidak melakukan tindakan pembunuhan mengingat FS sebagai orang yang sangat tahu hukum, namun dalam hal ini rasa emosional lebih mendominasi diri.  

Akhirnya terus merambat dan melebar masalah ini, sejak awal kejadian hingga hari ini belum memberi titik terang yang lebih besar agar segera diputuskan perkara hukumnya.

Menelusuri sidang-sidang yang terus bergulir dan mendengarkan keterangan para saksi sejatinya saksi-saksi tersebut dibebaskan saja karena mereka tidak tahu apa yang menjadi penyebab penembakan itu dilakukan, mereka hanya menjalankan perintah FS sebagai atasan. FS dan PC yang harus bertanggung jawab penuh pada kasus ini namun dengan tidak melupakan apa penyebab FS melakukan tindakan pembunuhan senekat itu dengan mempertaruhkan karir dan keluarga serta status sosial yang dibangun dengan susah payah selama ini tentunya. 

Jika memang benar terjadi kekerasan seksual, maka harus ditindak dengan tegas sesuai UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang berlaku. Walau BJ sudah meninggal bukan berarti dalam kasus ini terbebas dari perbuatan salah, agar memberi pencerahan di ruang publik sebagai pembelajaran serta hikmah dari kejadian ini untuk tidak terulang kembali baik pada institusi kepolisian itu sendiri maupun di lingkungan/interaksi sosial kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya. Hukum harus adil sesuai aturan hukum yang berlaku, hukum berjalan tidak boleh karena desakan publik agar ada pertanggung jawaban dari yang disebut pelaku maupun korban untuk mendapatkan haknya masing-masing sesuai aturan hukum.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Studi Secara Massive Temukan Hubungan Genetik Antara Merokok dan Minum

Next Post

Pratinjau Bentrok Argentina vs Kroasia: Semifinal Piala Dunia 2022

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Related Posts

Feature

Mengembalikan Nilai-Nilai Murobbi dalam Jiwa Seorang Guru

July 1, 2026
Feature

Ironi Bangsa Besar yang Mudah Tertipu

July 1, 2026
Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?
Feature

Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?

July 1, 2026
Next Post
Pratinjau Bentrok Argentina vs Kroasia: Semifinal Piala Dunia 2022

Pratinjau Bentrok Argentina vs Kroasia: Semifinal Piala Dunia 2022

100 Hari Perang 100 Cerita Dari Ukraina

Pasukan India, Bentrok dengan Pasukan China Keduanya SamaSama Terluka Dalam Sengketa Perbatasan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

July 2, 2026
Naik karena Rakyat, Tumbang karena Cendekia

Pemilu 2029: Duel Kekuasaan Prabowo vs Jokowi

July 2, 2026
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

July 2, 2026
Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

July 1, 2026
Bahkan Masyarakat Pun Rayakan Hari Bhayangkara

Bahkan Masyarakat Pun Rayakan Hari Bhayangkara

July 1, 2026

Mengembalikan Nilai-Nilai Murobbi dalam Jiwa Seorang Guru

July 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

July 2, 2026
Naik karena Rakyat, Tumbang karena Cendekia

Pemilu 2029: Duel Kekuasaan Prabowo vs Jokowi

July 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist