Cianjur -Fusilatnews – Bocah berusia 7 tahun bernama Rafkah yang terperangkap selama 3 hari dari dalam reruntuhan bangunan didalam rumah yang dia tinggali. di Kampung Rawa Cina, Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur. Rabu 23/11/2022. berhasil diselamatkan oleh Tim SAR dalam keadaan hidup.
Petugas gabungan yang berjumlah 61 satu orang termasuk dari Brimob berhasil mengevakuasi korban anak-anak yang tertimbun reruntuhan gempa.
“Pukul 10.05 WIB, tim SAR gabungan menemukan korban tertimbun selama tiga hari, Rafka umur tujuh tahun,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo melalui keterangan resmi, Rabu (23/11/2022).
Karena adanya laporan satu korban wanita masih tertimbun didalam reruntuhan petugas meneruskan operasi pencarian dengan menggunakan peralatan dari damkar.
Berdasarkan laporan terkini korban meninggal dunia dan luka-luka akibat gempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur masih terus bertambah. Data pada Selasa (22/11/2022) sekitar pukul 17.00 WIB jumlah korban meninggal dunia mencapai 268 orang.
“Dari 268 korban meninggal, yang sudah teridentifikasi siapa-siapa jenazahnya sebanyak 122 orang,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto kepada wartawan di posko utama penanganan bencana gempa Pendopo Kabupaten Cianjur, Selasa (22/11/2022) sore.
Tunggu Bantuan Turun, Warga utang ke Warung.
Sejumlah warga korban gempa Cianjur belum mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka terpaksa harus utang ke warung terdekat.
“Belum ada bantuan dari pemerintah. Sampai kita harus ngutang ke warung buat makan minum warga sama anak-anak,” kata Ketua RT 06/RW,01, Kampung Cibeureum, Yani Suryani.
Di RT 06 RW 01, Kampung Cibeureum kondisi warga sangat memprihatinkan. Hampir semua rumah kondisinya rata dengan tanah. Memaksa warga mendirikan tenda seadanya
“Rusak, (pas kejadian) banyak warga yang ketimpa, banyak yang patah tulang sama kepalanya bocor, untuk korban jiwa alhamdulillah gak ada,” jelas Yani
Yani memohon bantuan untuk warganya segera turun, mereka membutuhkan tenda, selimut, serta makanan dan kebutuhan untuk bayi dan anak-anak.
“Karena kan malem dingin ya, tenda kita juga seadanya. Selimut sama makanan bayi, susu, pampers kita enggak ada, makanan sehari-hari, dan obat-obatan,” tutur Yani.
























