• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Tim Reformasi Kepolisian Terjebak pada Stigma Tersangka – “Mengingkari Prinsip Dasarnya”

Ali Syarief by Ali Syarief
November 20, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Tim Reformasi Kepolisian Terjebak pada Stigma Tersangka – “Mengingkari Prinsip Dasarnya”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Keputusan Tim Reformasi Kepolisian menolak kehadiran Roy Suryo Cs dengan alasan status tersangka mengundang tanda tanya besar. Di satu sisi, tim ini dibentuk untuk mendorong institusi kepolisian menjadi lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Namun di sisi lain, mereka justru mereproduksi pola pikir dan praktik yang selama ini menjadi sumber masalah utama: penggunaan status tersangka sebagai stigma sosial, seolah-olah sama dengan vonis pengadilan.

Padahal, dalam sistem hukum yang sehat, status tersangka bukanlah tanda bersalah. Ia hanyalah penanda bahwa seseorang sedang diperiksa lebih dalam, belum tentu melakukan tindak pidana, dan yang terpenting: belum inkrah. Menolak seseorang berpartisipasi dalam diskusi publik hanya karena label “tersangka” tidak hanya menunjukkan kerapuhan nalar hukum, tetapi juga bertentangan secara langsung dengan prinsip presumption of innocence, asas fundamental yang seharusnya dijaga mati-matian oleh setiap institusi dan organ reformasi hukum.

Azas Praduga Tak Bersalah: Simbol Peradaban Hukum

Prinsip presumption of innocence hadir bukan semata untuk melindungi individu, tetapi untuk menjaga agar negara tidak bertindak sewenang-wenang. Ketika status tersangka dijadikan dasar menyingkirkan seseorang dari ruang partisipasi, maka negara—melalui tim reformasinya—sedang merayakan kultur pemidanaan sosial tanpa putusan pengadilan. Ini jauh lebih berbahaya daripada sekadar salah prosedur administrasi; ini adalah pembusukan prinsip hukum.

Lebih ironis lagi, Tim Reformasi Kepolisian seharusnya menjadi motor untuk mengoreksi penyimpangan semacam ini. Mereka justru menambah daftar panjang praktik yang mengaburkan garis tegas antara tersangka dan terpidana.

Pengalaman Roy Suryo Cs: Mengapa Suara Mereka Penting

Terlepas dari siapa pun orangnya, pengalaman seseorang berhadapan dengan proses penetapan tersangka—dan dugaan ketidakwajaran di dalamnya—adalah pengetahuan penting dalam merumuskan reformasi. Justru orang yang pernah atau sedang menghadapi proses hukum bisa memberikan gambaran nyata tentang:

  • bagaimana penyidik menggunakan pasal-pasal,
  • bagaimana prosedur dijalankan,
  • apakah ada standar ganda,
  • bagaimana persepsi publik dan pencitraan dibentuk oleh aparat.

Dalam konteks Roy Suryo Cs, proses penetapan mereka sebagai tersangka—terlepas dari benar atau salahnya substansi—menghadirkan sebuah pengalaman langsung tentang bagaimana polisi bertindak, bagaimana bukti diproses, dan bagaimana tekanan publik ikut memainkan peran. Pengalaman ini adalah bahan mentah yang sangat berharga untuk sebuah agenda reformasi.

Menolak masukan tersebut justru seperti menolak data lapangan.

Kritik terhadap Tim Reformasi: Reformasi Tidak Bisa Dilakukan dengan Mental Selektif

Reformasi kepolisian membutuhkan keberanian untuk mendengar suara-suara yang tidak nyaman. Tim Reformasi Kepolisian yang memilih bersikap selektif—bahkan diskriminatif—justru memperlihatkan bahwa mereka terperangkap pada pola pikir birokrasi yang ingin aman secara politis.

Jika masukan hanya diambil dari orang-orang yang “bersih” secara formal, maka reformasi hanya akan menjadi:

  • laporan yang rapi,
  • diskusi yang manis,
  • tetapi rekomendasi yang steril dari kenyataan.

Padahal institusi kepolisian selama bertahun-tahun dikritik karena problem-problem struktural seperti kriminalisasi, penyalahgunaan kewenangan, permainan status hukum, dan ketidakjelasan prosedur. Bagaimana mungkin tim reformasi menutup pintu dari orang-orang yang justru mengalami langsung problem tersebut?

Penutup: Reformasi yang Berani Harus Siap Mendengar Semua Suara

Reformasi kepolisian tidak boleh dibangun di atas ketakutan, apalagi fobia terhadap status hukum yang belum final. Menolak masukan berdasarkan status tersangka menunjukkan bahwa tim ini tidak berdiri di atas asas hukum yang kokoh, tetapi di atas stigma.

Jika tim reformasi sungguh ingin mengembalikan kepercayaan publik, maka langkah pertama yang harus mereka lakukan adalah menghormati prinsip-prinsip dasar hukum. Salah satu yang paling penting adalah:
Setiap orang adalah tidak bersalah sebelum terbukti sebaliknya.

Sampai prinsip itu benar-benar dijunjung, reformasi kepolisian hanya akan menjadi ilusi yang dibangun dengan kosmetik retorika, bukan dengan keberanian intelektual.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa KPUD Musnahkan Dokumen Jokowi? Ini Kata Ferry Amsari

Next Post

ASRUL: Ini Ijazahku – Mana Ijazahmu, Jokowi?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
ASRUL: Ini Ijazahku – Mana Ijazahmu, Jokowi?

ASRUL: Ini Ijazahku – Mana Ijazahmu, Jokowi?

Smart Farming di Atas Tanah yang Retak: Siapa Menyiapkan Penyuluhnya?

Smart Farming di Atas Tanah yang Retak: Siapa Menyiapkan Penyuluhnya?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist