• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“Tok the Tok Not Only Tok”: Bahasa Langit Roy Suryo dan Sindiran bagi Sang Raja Lip Service

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 16, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

“Tok the tok not only tok”—untuk memahami frasa ini, tampaknya diperlukan pakar etimologi lulusan S-3 dari langit. Setidaknya, dari spesialis linguistik bulan. Sebab dalam salah satu artikelnya, Dr. Roy Suryo, pakar telematika dan informatika, menutup narasinya dengan ungkapan misterius: “Time will tell bukan tok the tok not only tok.”

Andai pun alm. Yus Badudu masih hidup, atau Gibran Rakabuming Raka yang meski pernah kuliah di luar negeri namun hanya bertahan setahun, lalu sempat menjabat Wali Kota, diyakini tetap tidak mampu menafsirkan makna dalam ungkapan tiga dimensi ala Roy Suryo ini. Bukan karena IQ yang kurang, melainkan karena konteks dan dimensi bahasanya yang ‘terlalu langit’ bagi makhluk bumi biasa.

Namun, karena penulis pernah tinggal di bulan (secara metaforis), maka barangkali sedikit lebih dekat secara spasial dan spiritual dengan sumber bahasa langit tersebut. Maka penulis mencoba menelusuri korelasi antara ungkapan Roy Suryo dengan dinamika sosial-politik yang terjadi di bumi, khususnya Indonesia.

Mungkin tafsir ini keliru. Namun tak mengapa. Sebab bahasa langit, seperti bahasa semut dan bahasa isyarat para wali, hanya bisa diterjemahkan oleh mereka yang hatinya tidak dipenuhi kepentingan, dan pikirannya tak terjerat urat gengsi. Bahasa ini, seperti diturunkan melalui wahyu, bukan untuk sembarang pelafal.

Dan bila “Time will tell bukan tok the tok not only tok” hendak diterjemahkan secara bebas, maka kita harus membuka kembali bab-bab kelam dalam diskursus politik nasional—terutama soal Big Problem seorang pemimpin yang hingga kini masih memancing tanda tanya besar: mulai dari ijazahnya, skripsinya, hingga jejak masa lalunya yang penuh lubang teka-teki.

Idealnya, tafsir ungkapan ini sebaiknya didengar langsung dari Roy Suryo dalam suatu forum tatap muka, agar artikulasinya dapat dipahami dengan presisi. Tapi karena penulis mewarisi sedikit darah dari langit—warisan embah Roy Suryo yang konon pernah turun ke bumi karena tak tahan melihat “buah khulbi”—maka penulis memberanikan diri menafsirkan sendiri, tentu sambil minta maaf di awal.

“Time will tell bukan tok the tok not only tok”, dalam terjemahan bebasnya kira-kira berarti:

“Akan tiba waktunya ketika Sang Raja Lip Service runtuh, karena selama ini hanya lihai bicara, tapi hasil kerjanya nihil. Negara hancur karena kebohongan yang sistemik. Dan rakyat akhirnya sadar bahwa mereka selama ini hanya dipermainkan.”

Namun tafsir ini tentu bisa diperdebatkan, karena seperti dijelaskan di awal, penulis bukanlah barang pemuas. Jika publik belum puas, wajar saja. Sebab yang ditafsir adalah bahasa langit, yang hanya bisa dijamah oleh mereka yang tidak menjilat bumi demi kursi.

Apalagi ketika Roy Suryo yang menyampaikan analisis ilmiahnya terkait dugaan ijazah palsu Jokowi justru dikeroyok oleh pasukan Termul (Tertawa Tapi Mulut Bau Hoaks) dan para pecinta Big Leak (bocor gede lovers): mulai dari akun-akun bodong, para penjilat virtual, hingga kelompok PKI Hidup Jaya (Persatuan Komisaris Ijazah Jongos dkk.).

Karenanya, sebagai prinsip kehati-hatian (prudential principle), penulis kembali menyampaikan permohonan maaf jika penafsiran ini kurang tepat atau terasa terlalu sarkastik. Tapi di tengah demokrasi yang semakin sekarat, satu-satunya obat adalah keberanian berkata jujur.

Dan Roy sudah memulainya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penasihat Kapolri Gentar Hadapi Roy Suryo Cs: Ilmu Kalah, Logika Ambyar

Next Post

Analisa Asing Atas Pemakzulan Gibran: Manuver, Ilusi, atau Ancaman Nyata?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post

Analisa Asing Atas Pemakzulan Gibran: Manuver, Ilusi, atau Ancaman Nyata?

Memperlihatkan Ijazah Bisa Bikin Chaos – Sketsa Srimulat

Memperlihatkan Ijazah Bisa Bikin Chaos - Sketsa Srimulat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...