Jakarta-Fusilatnews – Gelombang massa yang bertahan di depan kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, sejak Sabtu (30/8) malam hingga Minggu (31/8/2025) dini hari membuat lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh total. PT Jasa Marga (Persero) Tbk terpaksa menutup delapan gerbang Tol Dalam Kota yang mengarah ke Cawang.
Penutupan dilakukan pada pukul 01.47 WIB dan bersifat sementara. “Akses masuk GT Angke 2, GT Jalembar 2, GT Tomang, GT Tanjung Duren, GT Slipi 2, GT Pejompongan, GT Semanggi 1, dan GT Semanggi 2 arah Cawang ditutup sementara,” tulis Jasa Marga melalui akun resmi X @PTJASAMARGA.
Perusahaan jalan tol itu mengimbau masyarakat menghindari Tol Dalam Kota arah Cawang dan segera mencari jalur alternatif.
Ketegangan di Lokasi
Pantauan lapangan menunjukkan massa masih memenuhi Jalan Palmerah Timur menuju Slipi sekitar pukul 23.22 WIB. Sebagian massa bahkan nekat masuk ke ruas Tol Dalam Kota. Aparat kepolisian dan TNI berjaga ketat di sekitar lokasi dengan barikade berlapis.
Massa sesekali melempar petasan ke udara maupun ke arah barikade polisi. Sebagai respons, aparat menembakkan gas air mata untuk memukul mundur kerumunan. Namun, massa tetap bertahan sambil meneriakkan yel-yel perlawanan.
Kepulan asap dari gas air mata mengepul di sekitar kawasan DPR. Jalanan di depan gedung parlemen dan Tol Dalam Kota berubah menjadi area steril, meski sempat terlihat sejumlah pengendara motor melintas melawan arus dari arah Cawang menuju Slipi.
Perkembangan Terakhir
Hingga Minggu dini hari, situasi masih belum kondusif. Arus lalu lintas di kawasan Senayan hingga Slipi dialihkan, dan penutupan gerbang tol diperkirakan berlangsung hingga kondisi dinilai aman. Aparat gabungan TNI-Polri terus bersiaga untuk mengantisipasi eskalasi massa yang masih menolak mundur.

























