• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News Pilkada

Tolak Jadi Kambing Congek, PKS “Cerai” Anies Baswedan, Usung Sohibul Iman, Siapa Menang?

Anies vs Sohibul, Siapa Unggul?

fusilat by fusilat
June 24, 2024
in Pilkada, Pojok KSP
0
Deklarasi Koalisi 10 Nopember Diundur, PKS Bantah Ada Keretakan

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Heryawan alias Aher berfoto bersama usai menggelar konferensi pers di Kantor DPP PKS,

Share on FacebookShare on Twitter
Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Tak mau dijadikan kambing congek yang harus menuruti perintah, akhirnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendeklarasikan Mohamad Sohibul Iman sebagai bakal calon gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Jika Anies “head to head” dengan Sohibul, siapa yang akan menang?

Ihwal Sohibul jadi cagub disampaikan Juru Bicara PKS Ahmad Mabruri dalam keterangannya, Ahad (23/6/2024).

Ada beberapa hal yang patut digarisbawahi di balik langkah berani PKS ini.

Pertama, langkah tersebut bisa dimaknai sebagai upaya partai berjuta umat ini “menceraikan” Anies Baswedan yang pernah didukung pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Anies sejauh ini sudah diajukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai cagub DKJ di Pilkada 2024. Meski di awal-awal menyatakan akan mengusung kader sendiri, namun kemudian PKS mengirim sinyal bakal mendukung Anies dengan syarat kursi calon wakil gubernur (cawagub) diberikan kepada mereka. Akan tetapi Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 itu tak kunjung mengiyakan. Bergeming.

PKS pun merasa diperlakukan sebagai kambing congek. Sebagai pemenang Pemilu 2024 di DKJ, PKS merasa di atas angin. Pantang bagi mereka untuk digantung nasibnya. Sohibul yang juga Wakil Ketua Dewan Syuro pun diajukan untuk menyaingi Anies atau siapa pun yang maju sebagai cagub di Pilkada 2024.

Kedua, dengan keputusan itu maka “bargaining position” (posisi tawar) dan “bargaining power” (kekuatan tawar) PKS terhadap Anies dan partai politik-partai politik lain akan menanjak. Minimal Sohibul akan menjadi cawagub bagi siapa pun yang diajukan sebagai cagub. Namun, untuk menguatkan posisi tawar dan kekuatan tawar, PKS menyatakan cawagub yang akan mereka usung adalah sosok yang disepakati parpol koalisinya jika sudah terbentuk nanti.

Berebut Ikan di Kolam yang Sama

Ketiga, mengapa Anies tak kunjung mengiyakan ketika PKS minta jatah kursi cawagub?

Anies adalah sosok yang realistis. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pasti sadar betul dan mempertimbangkan benar-benar bahwa dirinya dan Sohibul punya ceruk suara yang sama. Pasalnya, meski bukan kader PKS atau parpol apa pun, Anies sudah terlanjur dekat, sangat dekat, bahkan lekat dengan PKS. Anies ya PKS, PKS ya Anies.

Sebab itu, jika Anies berduet dengan Sohibul atau kader PKS lainnya sebagai pasangan cagub-cawagub maka tidak akan memperluas ceruk suara. Ibarat berebut ikan pada kolam yang sama.

Keempat, Anies mungkin menjadikan kader PKS sebagai opsi terakhir ketika tidak ada parpol selain PKB yang mengusung dirinya. Maklum, perolehan suara partai Nahdliyin itu “hanya” setara 10 kursi di DPRD DKJ hasil Pemilu 2024, meski sudah naik 5 kursi atau 100% dari Pemilu 2019.

Jadi, Anies masih butuh tambahan 12 kursi lagi untuk bisa maju sebagai cagub, sehingga total 22 kursi sebagai syarat minimal 20% dari 106 kursi DPRD DKJ, sebagaimana disyaratkan Undang-Undang No 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota (UU Pilkada).

Sementara PKS punya 18 kursi. Jadi, meski menjadi pemenang pemilu, parpol yang kini dipimpin Ahmad Syaikhu ini masih harus berkoalisi dengan parpol lain sehingga minimal ada 22 kursi. Hal inilah yang menjadikan posisi tawar dan kekuatan tawar PKS tidak kinclong-kinclong amat.

Anies vs Sohibul, Siapa Unggul?

Kelima, jika nanti Anies Baswedan katakanlah jadi bertarung “head to head” dengan Sohibul Iman di Pilkada 2024, lalu siapa yang akan unggul?

Sejauh ini dari hasil survei sejumlah lembaga, elektabilitas Anies bertengger di urutan teratas. Bahkan ketika ditarungkan dengan Ridwan Kamil alias Kang Emil atau Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sama-sama pernah jadi gubernur: Kang Emil di Jawa Barat, Ahok di DKI Jakarta. Apalagi dengan Sohibul.

Selain pernah memimpin Jakarta, Anies juga pernah menjadi menteri, dan Rektor Universitas Paramadina Jakarta sebagaimana Sohibul.

Adapun Sohibul selain pernah jadi rektor, juga pernah menjabat Presiden PKS dan anggota DPR RI periode 2004-2009 dan 2009-2014 serta 2024-2029.

Sohibul juga terbilang berhasil selama memimpin PKS
Di bawah kepemimpinannya, PKS mengalami kenaikan suara dan kursi signifikan dari 8,46 juta suara (6,77%) pada Pemilu 2014 menjadi 11,49 juta suara (8,21%) di Pemilu 2019, atau meningkat 10 kursi dari 40 kursi di Pemilu 2014 menjadi 50 kursi di Pemilu 2019.

Keenam, sebagaimana Anies yang punya kapasitas dan integritas, Sohibul pun punya keduanya. Jadi, kapasitas dan integritas Sohibul tidak jauh-jauh amat dengan Anies.

Kalau sudah begini, lantas siapa yang akan unggul, Anies atau Sohibul jika keduanya “head to head” di Pilkada 2024?

Karena keduanya berebut suara pada ceruk yang sama, atau berebut ikan pada kolam yang sama, jangan-jangan keduanya akan sama-sama kalah berhadapan dengan cagub lainnya. Dalam terminologi Jawa disebut “sampyuh” (sama-sama mati).

Itulah yang mesti dipertimbangkan baik oleh Anies Baswedan atau pun PKS dan Sohibul Iman. Termasuk jika keduanya berpasangan.

Sepertinya PKS harus legawa, tidak mengusung cagub atau cawagub bila tak ingin Anies tersungkur, dan jagoan PKS pun akan tersingkir.

Jangan hanya demi menaikkan posisi tawar dan kekuatan tawar lalu PKS kehilangan rasionalitas dan perhitungan.

Jangan hanya karena tidak mau jadi kambing congek, lalu kuasa yang nyaris ada di genggaman lepas begitu saja.

Sebab, apa pun ikhtiarnya, mahkota dari perjuangan politik adalah kekuasaan. Dengan kekuasaan, PKS akan bisa mewujudkan mimpinya menjadikan Indonesia berkeadilan yang rakyatnya sejahtera. Dimulai dari Jakarta!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“DEMURRAGE” BERAS BULOG

Next Post

 Pengalihan Status Tahanan Willy Langgar Hukum, Penasihat Ancam Lapor Propam dan Jamwas

fusilat

fusilat

Related Posts

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Next Post
 Pengalihan Status Tahanan Willy Langgar Hukum, Penasihat Ancam Lapor Propam dan Jamwas

 Pengalihan Status Tahanan Willy Langgar Hukum, Penasihat Ancam Lapor Propam dan Jamwas

Menuju Anugerah Sastra dan Kebudayaan 2024: Taufiq Ismail Bapak Sastra Indonesia

Menuju Anugerah Sastra dan Kebudayaan 2024: Taufiq Ismail Bapak Sastra Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...