Jika wacana ini jadi kenyataan maka hampir dipastikan Koalisi Perubahan untuk Persatuan akan bubar dan berpotensi mengubur ambisi bakal calon presiden Anies Baswedan “hidup-hidup
Jakarta – Fusilatnews – Mulai muncul di rana publik upaya penjegalan pencalonan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden melalui Wacana hitung-hitungan duet Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pasangan bakal calon Presiden dan bakal calon wakil presiden yang diungkap oleh pendukung yang juga sahabat Sandiaga, Miftah Sabri.
“Belakangan setelah melihat itu ada yang buat hitungan ternyata kalau PPP, Demokrat, PKS itu cukup almost (hampir) 21% (Presidential Threshold),” ujar Miftah di acara Adu Perspektif yang disiarkan detikcom berkolaborasi dengan Total Politik, Rabu (30/8).
Wacana koalisi ini, terang Miftah, bisa menjadi opsi. Menurut Sabri wacana ini bisa dimunculkan karena bagi Demokrat, ketum mereka, Agus Harimurti Yudoyono (AHY) harus maju di Pilpres 2024.
“Kalau boleh kita bilang (AHY maju Pilpres) harga mati dan tentunya teman-teman di PPP sama dong, Mas Sandi juga sama beliau bergabung ke PPP dengan idealisme untuk meningkatkan perolehan legislatif,” tambah Miftah.
“Mas Sandi harus ada tiket, harus ada di kertas suara,” lanjutnya.
Karena hal ini, tentunya opsi duet Sandiaga Uno-AHY, jelas Miftah, bisa saja terjadi.
“Kita bisa bekerja sama juga jadi itu muncul opsi Sandi-AHY,” imbuh Miftah.
Jika wacana ini jadi kenyataan maka hampir dipastikan Koalisi Perubahan untuk Persatuan akan bubar dan berpotensi mengubur ambisi bakal calon presiden Anies Baswedan “hidup-hidup”

























