• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Virus Jokowi: Ketika Dusta Jadi Kebijakan, Pelanggaran Jadi Tradisi

fusilat by fusilat
October 11, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Selama satu dekade kekuasaan Joko Widodo, Indonesia seolah hidup di bawah bayang-bayang paradoks: kata “transparansi” sering diucapkan, tapi praktiknya disembunyikan di balik kabut kebijakan. Kini, setelah tak lagi berkuasa, residu kepemimpinan Jokowi tampak belum hilang. Ia menjelma menjadi virus yang menular ke mentalitas banyak aparatur negara—dari pejabat tinggi hingga pengurus tingkat kampung.

“Residu yang diproduksi Jokowi selama sepuluh tahun diduga telah mengkontaminasi mentalitas banyak aparatur,” ujar seorang pengamat hukum politik. Penyakit itu sederhana tapi berbahaya: dusta dan pelanggaran aturan dijadikan kebiasaan.

Dusta yang Diwariskan

Jokowi dikenal piawai berbicara manis di depan publik—tentang kerja keras, kesederhanaan, dan kejujuran. Namun, di balik retorika itu, janji sering menjadi angin lalu. Dari urusan kemandirian pangan hingga proyek ambisius seperti Kereta Cepat Whoosh, publik berkali-kali dihadapkan pada hasil yang tak sejalan dengan kata.

Kini, bahkan setelah lengser, Jokowi masih menampakkan gejala penyakit yang sama. Salah satu contohnya: laporan pidana terhadap sejumlah warga yang mempertanyakan keaslian ijazahnya. Sebagai Penasehat di salah satu BUMN, PT Danantara, Jokowi masih berstatus pejabat publik yang semestinya tunduk pada asas transparansi.

Namun alih-alih membuka data untuk menjawab tudingan, ia justru menempuh jalur hukum, melaporkan pihak-pihak seperti Roy Suryo dan kawan-kawan ke polisi. Langkah itu menimbulkan tanda tanya besar: mengapa seorang mantan presiden yang pernah berjanji akan menegakkan kejujuran justru menghindari pengujian publik?

Pelanggaran yang Dianggap Biasa

Masalahnya tak berhenti di situ. Belum lama ini, Jokowi secara terbuka menyerukan agar pendukungnya “mengawal Prabowo tetap berpasangan dengan Gibran selama dua periode”—2024–2029 dan 2029–2034. Pernyataan itu jelas menabrak Undang-Undang Pemilu dan prinsip pembatasan masa jabatan. Tapi seperti biasa, tak ada koreksi hukum.

Kebiasaan menabrak aturan ini bukan hal baru. Dalam satu dekade kekuasaannya, tafsir hukum sering disesuaikan dengan kepentingan politik, bukan sebaliknya. Kini, pola itu tampak diwariskan ke generasi pejabat berikutnya—membentuk budaya baru: bahwa kekuasaan bisa membenarkan apa pun.

Seruan untuk Kebenaran

Bagi sebagian kalangan, langkah untuk mengakhiri warisan ini harus dimulai dari keberanian moral. Dr. Roy Suryo menjadi contoh kecil dari perlawanan itu—berani menantang narasi resmi dengan dasar hukum dan data forensik. Tapi perlawanan individu tidak cukup.

Yang dibutuhkan adalah kesadaran publik yang kompak, aksi bersama yang damai namun tegas. Misalnya, dengan mendatangi Mabes Polri dan meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan secara terbuka hasil forensik digital atas ijazah Jokowi yang telah lama disita penyidik. Transparansi seperti itu bukan bentuk perlawanan, melainkan hak rakyat untuk tahu.

Namun, aksi publik harus dilakukan secara tertib, tanpa provokasi, agar tidak ditunggangi kepentingan lain. Sebab tujuan utamanya bukan menciptakan kekacauan, melainkan menegakkan kejujuran dalam sistem hukum yang kian kehilangan integritas.

Dan ada satu hal sederhana tapi krusial: arsip dan dokumen yang menjadi bukti harus dijaga sebaik mungkin. Jangan sampai musnah hanya karena puntung rokok yang dibuang sembarangan di ruang arsip.

Penutup: Negara yang Sakit

Dalam negara yang sehat, hukum adalah alat koreksi. Tapi dalam negara yang terjangkit virus dusta, hukum justru menjadi tameng kekuasaan. Jokowi mungkin sudah tidak di Istana, tapi kebiasaannya menabrak aturan dan menafsirkan hukum sesuai kehendak pribadi masih hidup di banyak birokrat yang dulu menirunya.

Dan selama virus itu belum dibersihkan, bangsa ini akan terus demam — antara kenyataan dan kepalsuan, antara aturan dan kelicikan, antara negara hukum dan negara kepentingan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Purbaya Ideal Minta KPK atau Jaksa Agung Investigasi Erick–Jokowi Terkait Utang Whoosh

Next Post

Mahfud MD: Pendekar Hukum Omong Besar

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026
Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Next Post
Kecam Hakim Agung Terlibat Korupsi, Mahfud MD: Jangan Beri Ampun

Mahfud MD: Pendekar Hukum Omong Besar

Runtuhnya Pesantren Al Khoziny dan Batas Kearifan Restoratif

Runtuhnya Pesantren Al Khoziny dan Batas Kearifan Restoratif

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...