• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Wacana Kembali ke UUD 45: Frustrasi Tanpa Visi Baru

Ali Syarief by Ali Syarief
June 8, 2024
in Feature, MPR, Politik
0
Wacana Kembali ke UUD 45: Frustrasi Tanpa Visi Baru
Share on FacebookShare on Twitter

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, baru-baru ini mengundang Pak Amien Rais, sebagai aktor pelaku dan saksi sejarah amandemen UUD 1945. Tujuannya adalah untuk menggali latar belakang perubahan tersebut dan memahami esensinya. Pertemuan ini akhirnya menghasilkan kesimpulan yang mendukung kembalinya pemilihan Presiden oleh MPR RI. Mereka berpendapat bahwa dipilih oleh kelompok kecil akan lebih waras dan menghindari kegagalan yang disebabkan oleh politik uang dalam pemilihan langsung oleh rakyat.

Namun, mari kita selami lebih dalam. Apakah wacana ini sebenarnya sebuah solusi atau hanya ungkapan frustasi karena kehabisan ide baru?

Sejarah dan Kegagalan

Kembali ke era Bung Karno, UUD 45 ternyata gagal membawa kesejahteraan bagi rakyat dan mencapai cita-cita bangsa. Pemerintahan Bung Karno akhirnya runtuh, konon karena kudeta. Lalu, di bawah kekuasaan Suharto, meski stabilitas politik terjaga, demokrasi dan kebebasan berekspresi rakyat terbelenggu. Reformasi yang terjadi setelah era Suharto melahirkan amandemen UUD 1945, yang diharapkan membawa angin segar bagi demokrasi Indonesia. Namun, apakah amandemen tersebut benar-benar berhasil?

Kegagalan Sistem dan Demokrasi

Sistem politik yang ada justru semakin menunjukkan kerentanannya. Kerapuhan tatanan bernegara semakin nyata ketika praktik politik uang masih merajalela, seperti yang terlihat dalam operasi bansos di era Jokowi, yang diakui sebagai bentuk sogokan politik. Amandemen UUD 1945 yang memungkinkan pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat ternyata tidak bisa sepenuhnya menghindari korupsi dan politik uang. Ini menunjukkan bahwa akar masalahnya bukan hanya pada sistem pemilihannya, tetapi juga pada integritas dan moralitas dalam politik itu sendiri.

Pemilihan Presiden oleh MPR: Solusi atau Masalah Baru?

Kembali ke pemilihan presiden oleh MPR mungkin tampak sebagai solusi cepat untuk menghindari politik uang. Namun, hal ini berpotensi menimbulkan masalah baru. Pemilihan oleh segelintir orang bisa membuka peluang bagi politik transaksional di balik layar, memperkuat oligarki dan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi. Demokrasi sejatinya adalah kedaulatan rakyat, dan mengurangi peran rakyat dalam memilih pemimpinnya adalah langkah mundur.

Baca Juga : https://fusilatnews.com/ketua-mpr-ri-bamsoet-mengundang-dr-amin-rais-analisis-kritis-terhadap-sistem-politik-indonesia-yang-amburadul/

Apa yang Diperlukan: Reformasi Sejati

Daripada kembali ke masa lalu dan sistem yang terbukti gagal, Indonesia membutuhkan reformasi sejati. Reformasi yang memperkuat integritas pemimpin, transparansi dalam pemerintahan, dan penegakan hukum yang tegas terhadap korupsi. Pendidikan politik bagi rakyat juga penting agar mereka bisa memilih pemimpin yang benar-benar berkualitas tanpa terpengaruh oleh politik uang.

Kembali ke UUD 45: Ide Lama untuk Masalah Baru

Mengusulkan kembali ke UUD 45 seperti mengulang lagu lama yang sudah usang. Ini adalah ungkapan frustasi karena tidak mampu menemukan ide baru yang relevan dengan tantangan zaman. Kita harus belajar dari sejarah dan berinovasi dalam mencari solusi. Setiap era memiliki tantangan dan konteks yang berbeda, dan kita tidak bisa terus-menerus berputar dalam lingkaran kebijakan yang sama.

Kesimpulannya, wacana kembali ke UUD 45 bukanlah jawaban. Ini adalah refleksi dari ketidakmampuan untuk beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi masalah masa kini. Alih-alih mengulang masa lalu, kita harus berani menghadapi kenyataan, memperbaiki sistem yang ada, dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang belajar dari kesalahannya dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik, bukan yang terus-menerus terjebak dalam nostalgia masa lalu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Demokrasi Pancasila Bergeser Jadi Demokrasi “Cash Is King” Pimpinan MPR dukung Amandemen UUD 1945

Next Post

MPR Hendak Pindahkan “Money Politics” dari Rakyat ke Wakil Rakyat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Misi Mata-mata Prabowo di BGN
Feature

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026
Feature

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Next Post
MPR Hendak Pindahkan “Money Politics” dari Rakyat ke Wakil Rakyat

MPR Hendak Pindahkan "Money Politics" dari Rakyat ke Wakil Rakyat

Polda Jabar Libatkan Propam dan Irwas Dalam Penyidikan Kasus Pembunuhan Vina dan Eky

Kuasa Hukum Pegi: Aneh Bin Ajaib, Motor Pegi Tiba - tiba Muncul

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist