Terpisah, Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi menilai peluang duet Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024 sulit terwujud. karena saat ini konsolidasi poros koalisi sudah terbentuk menjadi tiga poros
Jakarta – Fusilatnews – Wacana peleburan koalisi Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto semakin menguat menyusul pernyataan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid bahwa Pilpres 2024 kemungkinan hanya diikuti oleh dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Jazilul memastikan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) menjadi salah satu pasangan calon yang bertarung nanti. Menurut Jazilul Amin sudah mengamankan posisinya dan siap mendaftar ke KPU.
Sedangkan saat ini ada tiga sosok yang muncul sebagai bacapres di Pilpres 2024, yaitu; Prabowo Subianto yang diusung koalisi Gerindra, Golkar, Demokrat PAN, PBB, Partai Gelora dan Garuda.
Ganjar Pranowo diusing PDIP, PPP, Perindo dan Hanura
Terakhir Anies Baswedan yang didukung NasDem, PKB dan PKS.
Wacana ini lantas membuat parpol koalisi Prabowo dan Ganjar saling berargumentasi mengutarakan sikapnya masing-masing.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan partainya tetap mengusung Ganjar sebagai capres.
Hasto mengatakan Ganjar merupakan kader PDIP yang unggul hingga memenuhi aspek kepemimpinan yang baik. Sambil menyindir sosok calon pemimpin yang takut bercermin.
Hasto selanjutnya menegaskan PDIP telah berpengalaman melalui kontestasi politik dalam puluhan tahun.dengan poros Pilpres, mulai dari lima, tiga, hingga dua poros saja
“Dengan dukungan keluarganya, dengan keberpihakannya kepada rakyat, rekam jejak, prestasinya, itu. Bayangkan, bercermin saja ada yang takut,” imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menilai wacana dua poros Pilpres 2024 bisa saja terjadi antara Ganjar Pranowo melawan Prabowo Subianto apabila PKB berubah pikiran mendukung Anies Baswedan sebagai capres.
“Bisa tiga poros, bisa dua poros. Bisa saja nanti Pak Ganjar nanti bersaing dengan Pak Prabowo. Kalau misalkan PKB berubah pikiran, kan bisa juga. Bisa juga tetap tiga poros, ya kan, bisa dua poros,” kata Djarot di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (25/9).
Terpisah, Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi menilai peluang duet Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024 sulit terwujud. karena saat ini konsolidasi poros koalisi sudah terbentuk menjadi tiga poros
“Sekarang konsolidasi koalisi kan sudah terbentuk itu. Agak susah ya menjadi dua poros itu. Hari ini sudah terbentuk tiga poros,” kata pria disapa Awiek itu Kamis (21/9) lalu.
Namun, Awiek, sapaan akrabnya, mengatakan pihaknya mempersilakan jika Ganjar dan Prabowo memang bersedia untuk diduetkan. Menurut dia, semua kemungkinan terkait duet capres dan cawapres bisa terjadi sebelum pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Tapi apapun ceritanya sebelum pendaftaran di KPU segala sesuatunya bisa saja terjadi,” kata dia
Sementara itu, partai-partai Koalisi Indonesia Maju kebanyakan tak sepakat dengan wacana duet Ganjar dan Prabowo.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menegaskan Partai Gerindra tak akan memaksakan diri untuk menduetkan Prabowo dan Ganjar. Apalagi, tak mungkin ada dua capres dalam satu koalisi.
“Tentu kita tidak akan memaksakan diri, enggak mungkin dalam satu koalisi ada dua capres berarti bisa maju dua-duanya,” kata Habib di kompleks parlemen, Jumat (22/9).
Habib memastikan baik PDIP maupun Gerindra akan bertanding secara sehat. Dia menyebut kedua partai memiliki beberapa kesamaan baik dari ideologis maupun basis elektoral.
Bedanya, kedua partai telah memutuskan capresnya masing-masing. Habib mengaku tak tahu bagaimana mencari solusi atas dua keputusan tersebut.
Kemudian Ketua DPP Umum Partai Dave Laksono mengatakan memang masih banyak kemungkinan menjelang pendaftaran Pilpres 2024. Akan tetapi, ia menegaskan komitmen Golkar mendukung Prabowo sebagai calon presiden.
“Golkar tetap berpegang komitmen untuk mencalonkan Prabowo sebagai capres dan Pak Airlangga sebagai cawapresnya,” ungkap Dave lewat pesan singkat
“Pendaftaran kan tinggal sebentar lagi. Menurut saya tidak cukup waktu lah untuk bernego, membangun poros-poros, dan lain sebagainya. Mungkin saja tiga pasangan ini yang menurut saya akan berkontestasi,” kata Herman di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/9).


























