• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Walau Prof. Dr. Sofian Effendi menarik Ucapannya – Opini Sudah Terbetuk – Rezim Mulai Berbisik

Ali Syarief by Ali Syarief
July 18, 2025
in Feature, Politik
0
Walau Prof. Dr. Sofian Effendi menarik Ucapannya – Opini Sudah Terbetuk – Rezim Mulai Berbisik
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Sofian Effendi, menarik kembali pernyataannya terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo yang sebelumnya disampaikan dalam tayangan kanal YouTube Langkah Update. Pernyataan yang sempat viral itu akhirnya ia cabut, dan ia meminta agar publik tidak lagi mengutip ucapannya. Namun dalam dunia komunikasi publik, apa yang telah terucap dan terdokumentasikan tak akan pernah bisa benar-benar ditarik kembali.

Menurut teori Shannon-Weaver, komunikasi adalah proses satu arah yang mengalir dari pengirim pesan ke penerima melalui saluran tertentu. Ketika pesan telah dikirim dan diterima, apalagi melalui medium publik seperti YouTube, maka ia menjadi bagian dari arus informasi yang tak lagi bisa dikendalikan. Pernyataan Prof. Sofian—betapapun akhirnya ia cabut—telah menjadi message yang hidup dalam persepsi publik. Upaya pencabutan hanya menambah satu lapis narasi, bukan menghapus narasi awal.

Sementara itu, dalam kerangka teori agenda-setting, apa yang dikatakan oleh figur publik seperti mantan rektor UGM memiliki kekuatan untuk membentuk topik percakapan publik. Ketika Prof. Sofian menyebut isu seputar ijazah Jokowi, publik langsung memberi perhatian, media menyorot, dan isu menjadi konsumsi luas. Narasi ini tidak bisa dihapus dengan pernyataan klarifikasi, karena perhatian publik telah terlanjur dibentuk dan terus bergulir dalam percakapan digital.

Namun, ada lapisan lain yang jauh lebih dalam dari sekadar persoalan komunikasi: politik kekuasaan dan ketakutan struktural. Pencabutan ucapan Prof. Sofian mencerminkan gejala baru dalam atmosfer kebebasan berpendapat di bawah bayang-bayang kekuasaan. Meski pemerintahan Prabowo Subianto belum resmi berjalan, sinyal-sinyal represi halus terhadap suara-suara kritis sudah mulai terasa. Ketika seorang akademisi senior sekelas Prof. Sofian sampai merasa perlu mencabut pernyataannya—tanpa tekanan langsung yang terucap, tapi dengan tekanan simbolik yang kuat—maka kita sedang menyaksikan babak awal dari demokrasi yang dikontrol dengan senyap.

Ini bukan sekadar pencabutan narasi pribadi. Ini adalah potret terdalam dari rezim yang mulai menata ulang batas-batas kritik. Ketika seorang intelektual senior mundur dari ucapannya, publik bertanya: apakah karena ia salah, atau karena ia tahu risikonya terlalu besar untuk ditanggung? Di titik inilah komunikasi publik bertemu dengan politik kekuasaan: kata-kata yang ditarik bukan karena keliru, tapi karena ada tangan tak terlihat yang membuatnya gentar.

Dalam dunia jurnalistik pun, kita mengenal prinsip bahwa berita yang sudah tayang tak bisa ditarik kembali. Revisi hanya menjadi catatan kaki, tak pernah menggantikan dampak headline. Begitu pula dalam komunikasi publik. Sekali narasi dilepas ke ruang digital, ia hidup dan beranak-pinak di luar kendali siapa pun. Mencabutnya bukan hanya tak berguna, tetapi justru memperkuat kesan bahwa ada sesuatu yang sedang ditutup-tutupi.

Ketika intelektual memilih diam, atau bahkan mundur dari ucapannya sendiri, maka yang seharusnya paling kita khawatirkan bukan hanya kebenaran yang tertunda, tetapi kekuasaan yang mulai menggigit tanpa suara. Dan itu, adalah pertanda paling awal dari rezim yang lebih peduli pada pengendalian narasi ketimbang pencarian kebenaran.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara, Rocky Gerung dan Anies Hadir Beri Dukungan

Next Post

Qulil Haq Walau Kana Murran: Etos Kebenaran di Jantung Demokrasi dan Pers

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post
Qulil Haq Walau Kana Murran: Etos Kebenaran di Jantung Demokrasi dan Pers

Qulil Haq Walau Kana Murran: Etos Kebenaran di Jantung Demokrasi dan Pers

Jika Nabi Muncul di Era Digital: Refleksi atas Ketidakhadiran Wahyu di Zaman Modern

Jika Nabi Muncul di Era Digital: Refleksi atas Ketidakhadiran Wahyu di Zaman Modern

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist