Jakarta,FusilatNews – Menteri Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Kesejahteraan Bangsa (Dukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, menerima fasilitas terlengkap yang telah dirintis sejak era Menteri Hayono Isman. Fasilitas tersebut mencakup jaringan internet, mess, serta Balai Diklat dengan 52 kamar yang dapat disewakan untuk pelatihan, termasuk bagi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), meskipun tanpa insiden pecahan botol yang pernah dialami beberapa peserta sebelumnya.
Dalam sambutannya pada acara iftar atau buka puasa bersama Ramadan 1446 H yang diselenggarakan KAHMI Nasional di kantor BKKBN, Dr. Wihaji menekankan pentingnya peran BKKBN dalam berbagai program strategis. Ditemani oleh Sekretaris Menteri Budi, yang merupakan bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo, BKKBN kini tidak hanya berfokus pada keluarga berencana, tetapi juga terlibat dalam hilirisasi cadangan pangan, program Esimil (Elektronika Siap Nikah dan Hamil) bagi calon pengantin, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil guna mencegah stunting dan mendukung pertumbuhan balita.
Dr. Wihaji juga membuka peluang kerja sama dengan KAHMI dan FORHATI melalui program pengembangan sumber daya manusia terkait stunting dan Esimil. Ia mengingatkan bahwa sejak era HMI bermarkas di Jalan Diponegoro 16, lagu ‘Keluarga Berencana’ dari BKKBN sudah akrab di telinga generasi muda saat itu, seiring dengan distribusi alat kontrasepsi seperti kondom oleh lembaga tersebut.
Acara yang berlangsung di Kantor BKKBN, Jalan Permata 1, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur ini turut menghadirkan penceramah Dr. Rahmat Hidayat dengan tema Jadikan Ramadan Momentum Muhasabah dan Kebangkitan Ibadah. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Dharma Wanita BKKBN, Wakil Menteri Desa Viva Yoga Mauladi, Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum, serta tokoh-tokoh HMI seperti Syahrir, Hardilani, Sukarya, Rambun S., Fachrudin (mantan Ketua Umum PB HMI Dipo), Lariadi, Hamdani, Soim, Ahmad Subarja, Adam, Ipik, Murzeni, Yasin Bulog, dan Presidium KAHMI Zulfikar A.
Setelah tarawih, Dr. Wihaji meluangkan waktu untuk berbincang dan bernostalgia bersama mantan aktivis PB HMI Dipo yang masih aktif dalam berbagai kegiatan keorganisasian dan sosial. Acara berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan.






















