Jakarta-FsilatNews.–Pelantikan Pengurus Pelajar Islam Indonesia DKI Jakarta periode 2026–2028 berlangsung di Balai Kesenian Tanah Abang, Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta, Selasa (26/5/2026) sore. Kegiatan tersebut mengusung tema “Merawat Tradisi Menjaga Bumi, Menguatkan Peradaban Pelajar” dan dipimpin oleh Ray Sulaiman sebagai Ketua PII DKI Jakarta terpilih.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia, Yusnarso, menyoroti tantangan kaderisasi pelajar di tengah perkembangan zaman. Ia mengatakan pola rekrutmen kader saat ini harus menyesuaikan dengan karakter generasi muda yang cenderung pragmatis dan instan.
Menurutnya, pendekatan kaderisasi tidak bisa lagi dilakukan secara kaku melalui Basic Training semata, tetapi harus diawali dengan identifikasi masalah serta pendekatan yang lebih menyenangkan dan menyentuh kebutuhan pelajar maupun keluarganya.
“PII harus mampu menghadirkan metode pembinaan yang dekat dengan dunia pelajar, seperti belajar gadget, penanggulangan narkoba, permainan sastra, tebak kosa kata, hiking, hingga pendekatan keluarga,” ujar Yusnarso.
Ia juga menyampaikan tiga pesan kepada pengurus baru, yakni membangun kepengurusan secara kolektif, memperkuat silaturahmi melalui pengajian bulanan, dan menghadirkan kegiatan yang mudah dijangkau kader. Yusnarso mengaku pernah merasakan pola pembinaan serupa saat dibina instruktur PII, Kadir Lamanele.
Selain itu, Yusnarso mendorong lahirnya inovasi di tubuh organisasi. Ia mencontohkan terobosan teknologi seperti telepon pintar tahan air sebagai bentuk kreativitas yang harus ditiru kader PII.
“Dalam mencari ilmu, tetaplah menjadi insan yang lapar dan haus ilmu,” katanya.
Sementara itu, Ketua PII DKI Jakarta, Ray Sulaiman, menyebut pelantikan tersebut menjadi momentum historis bagi kebangkitan organisasi setelah dinamika internal yang terjadi sebelumnya.
“Melalui bahasa cinta dan persatuan, kami ingin mengembalikan PII kepada pelajar,” ujar Ray.
Ia juga berharap Sekretaris Umum PII DKI Jakarta, Dedi Imanudin, dapat memperkuat konsolidasi organisasi dan membawa PII semakin dekat dengan kalangan pelajar.
Ketua Umum Pengurus Pusat Pelajar Islam Indonesia, Kevin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi kader PII untuk menghadapi tantangan politik ke depan.
“Dari pengalaman 20 tahun terakhir, politik Islam di Indonesia selalu kalah. Karena itu, menjadi tanggung jawab kader PII untuk berkolaborasi dan melahirkan pemimpin nasional, bahkan presiden,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan kader PII, di antaranya Syafiah Luluah dari PII Wati DKI Jakarta, Komandan Brigade PII DKI Jakarta Dandimas P, serta sejumlah senior seperti Nurbaya dan Khaerul Saleh.
Pelantikan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan konsolidasi organisasi. Keharmonisan internal PII DKI Jakarta disebut tetap terjaga di tengah berbagai dinamika yang berkembang di lingkungan organisasi.
Mahdi























