• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Yang Membangkang ke Megawati dan yang Membangkang ke Prabowo

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
February 22, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Prabowo Berencana Bertemu Megawati Usai Pertemuan Dengan SBY
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Retreat Kepala Daerah 2025 di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, 21-28 Februari 2025 adalah ajang adu kuat antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto. Khususnya terkait kepala daerah dari PDIP. Betapa tidak?

Prabowo menginstruksikan semua kepala daerah yang baru dia lantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2/2025) siang melakukan retreat di Lembah Tidar. Ada 481 kepala daerah yang baru dilantik yang dijadwalkan mengikuti retreat, terdiri dari gubernur, bupati dan walikota.

Namun, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyebut retreat tersebut hanya dihadiri oleh 450 kepada daerah. Sesanya 47 orang tak ada kabar, dan 6 orang lainnya izin.

Malam harinya, usai Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka suap dan perintangan penyidikan perkara Harun Masiku, Megawati mengeluarkan instruksi agar semua kepala daerah dari PDIP menunda keikutsertaannya dalam retreat. Instruksi itu tertuang dalam surat bernomor 7295/IN/DPP/II/2025.

Total ada 112 kepala daerah dan 80 wakil kepala daerah dari PDIP yang menang pada Pilkada 2024. Delapan di antaranya gubernur.

Banyak kepala daerah dari PDIP yang mengikuti instruksi Prabowo. Artinya, mereka membangkang perintah Megawati.

Namun ada pula kepala daerah dari PDIP yang memutuskan tidak ikut retreat. Artinya, mereka membangkang perintah Prabowo.

Di antara kepala daerah dari PDIP yang membangkang perintah Prabowo adalah empat kepala daerah dari Jawa Barat. Mereka adalah Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Bupati Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, dan Wali Kota Bekasi Ade Kuswara Kunang.

Alasan mereka, kata Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono, karena retreat tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dengan kata lain, tak ada dasar hukumnya. Mereka pun membangkang perintah Prabowo.

Sebaliknya, ada kepala daerah dari PDIP yang nekat mengikuti retreat kendati ada larangan dari Megawati. Antara lain Bupati Brebes Paramita Widya Kusuma, Bupati Grobogan Setyo Hadi, keduanya di Jawa Tengah, dan Bupati Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Masinton Pasaribu.

Pramono Anung, bekas Sekjen PDIP yang terpilih menjadi Gubernur Jakarta dalam Pilkada 2024 juga dijadwalkan ikut retreat di Lembah Tidar. Begitu pun wakilnya, Rano Karno, yang dijadwalkan ikut retreat hanya pada hari terakhir.

Retreat kali ini, bagi kepala daerah dari PDIP memang bak buah Simalakama: dimakan ibu mati, tidak dimakan bapak mati. Ikut instruksi Prabowo salah, ikut instruksi Megawati juga salah.

Mereka memang dipilih langsung oleh rakyat. Tapi mereka bisa maju sebagai calon kepala daerah karena PDIP. Tanpa PDIP, mereka tak akan bisa dipilih oleh rakyat.

Sebab itulah, Megawati memperlakukan semua kadernya yang terpilih sebagai pejabat publik baik di eksekutif maupun legislatif sebagai petugas partai. Termasuk Joko Widodo saat masih menjadi Presiden RI, dan hubungannya dengan PDIP dan Megawati masih harmonis.

Di pihak lain, sebagai kepala daerah, khususnya gubernur, mereka adalah perwakilan pemerintah pusat di provinsi.

Presiden memang tidak bisa memecat gubernur secara langsung. Tapi, secara tak langsung bisa.

Untuk memecat gubernur, harus lewat usulan dari DPRD yang diajukan ke Mahkamah Agung (MA). Jika MA menyetujui, baru Presiden bisa memberhentikan gubernur.

Demikian aturan main yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) No 32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

PDIP pun tak bisa memecat kadernya dari jabatan kepala daerah. PDIP hanya bisa memecat kepala daerah dari keanggotaan partai.

Namun, jika kepala daerah sudah dipecat dari keanggotaan PDIP, maka Fraksi PDIP di DPRD bisa mengganjal program-program kepala daerah. Bahkan Fraksi PDIP bisa menggalang kekuatan di DPRD untuk mengajukan pemberhentian kepala daerah ke MA.

Jadi, sekali lagi, retreat kali ini bagi kepala daerah dari PDIP memang bak buah Simalakama. Sebuah dilema. Maju kena mundur kena.

Niat Jahat Prabowo

Mengapa PDIP melarang kadernya yang menjadi kepala daerah mengikuti retreat kali ini?

Itu tadi. Karena KPK menahan Hasto Kristiyanto. Mungkin Megawati menganggap Prabowo tidak mau membantu Hasto. Padahal Presiden ke-5 RI itu sudah mengirimkan sinyal minta bantuan Prabowo agar mencegah KPK menahan Hasto.

Sinyal itu antara lain melalui pernyataan terbuka Megawati tentang bagaimana jika anak buah Prabowo di Partai Gerindra diperlakukan semena-mena oleh KPK.

Mungkin pula larangan retreat bagi kadernya itu merupakan bentuk perlawanan Megawati terhadap Prabowo yang tidak mau menolong Hasto. Apalagi rencana pertemuan Megawati dengan Prabowo selalu gagal.

PDIP sendiri sudah mengambil sikap politik terhadap pemerintahan Prabowo. PDIP mendukung pemerintahan Prabowo, tapi dukungan itu diberikan dari luar Koalisi Indonesia Maju (KIM). Tak ada perwakilan PDIP di Kabinet Merah Putih, dan di parlemen pun PDIP memilih menjadi penyeimbang, karena sistem pemerintahan presidensial yang dianut Indonesia tak mengenal oposisi.

Atau bisa juga Megawati mengendus “niat jahat” Prabowo di balik retreat. Yakni, Ketua Umum Partai Gerindra itu hendak memanfaatkan semua kepala daerah untuk mendukungnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Diketahui, Prabowo sudah menawarkan bentuk koalisi permanen kepada semua parpol pendukungnya sampai Pilpres 2029. Sejumlah parpol pun telah menyatakan dukungannya kepada Prabowo. Selain Gerindra, ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sudah mendukung Prabowo untuk maju lagi sebagai capres di 2029.

Secara resmi, agenda retreat memang hanya ada dua, yakni memperkenalkan visi-misi pemerintahan Prabowo kepada para kepala daerah baru. Kedua, agar para kepala daerah baru saling kenal satu sama lain.

Namun, barangkali Megawati mengendus ada “hidden agenda” (agenda terselubung) Prabowo di balik acara retreat itu. Yakni, menggalang dukungan kepala daerah untuk kepentingannya di Pilpres 2029. Mungkin!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Shin Tae-yong Kembali Hadir Di Indonesia

Next Post

Perintah Megawati “Diam” Strategi atau Tanda Kelemahan?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi
Economy

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?
Birokrasi

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026
Maling Berkedok Gizi Terbukti!
Crime

Plot Twist Pencopotan Kepala BGN

June 6, 2026
Next Post
Megawati Ketika Lihat Ibu-Ibu Antre Minyak Goreng: Kalau Saya Disuruh Gitu Sama Suami, Emoh Aku

Perintah Megawati "Diam" Strategi atau Tanda Kelemahan?

KEMENTERIAN HUKUM “TIGA SEKAWAN” : Koreksi Untuk Tiga Professor

KEMENTERIAN HUKUM “TIGA SEKAWAN” : Koreksi Untuk Tiga Professor

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

June 6, 2026
Maling Berkedok Gizi Terbukti!

Plot Twist Pencopotan Kepala BGN

June 6, 2026
Dari MOTAH 65 ke Jepang: Ketika Pengelolaan Sampah Masih Terjebak Cara Primitif

Dari MOTAH 65 ke Jepang: Ketika Pengelolaan Sampah Masih Terjebak Cara Primitif

June 5, 2026
Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

June 5, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...