• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

30 Wamen Rangkap Jabatan: Ketika Kuasa Menggandakan Diri, Bukan Kinerja

Ali Syarief by Ali Syarief
July 11, 2025
in Birokrasi, Feature
0
30 Wamen Rangkap Jabatan: Ketika Kuasa Menggandakan Diri, Bukan Kinerja
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada yang aneh tapi tak terasa janggal. Seolah biasa saja. Di negeri ini, kekuasaan punya wajah ganda, kadang lebih dari dua. Ia tumbuh di meja-meja rapat kementerian, lalu menyusup ke kursi empuk direksi BUMN. Yang satu menyusun kebijakan, yang lain mengawasi korporasi. Dua jabatan dalam satu tubuh—seperti orang yang bicara sambil menuliskan berita tentang dirinya sendiri.

Pada Kamis, 10 Juli 2025, kita menyaksikan daftar panjang nama-nama Wakil Menteri dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Prabowo Subianto—sebanyak 30 orang—yang tak hanya menjadi pembantu presiden di kementerian, tetapi juga menjadi komisaris di Badan Usaha Milik Negara. Daftar ini bukan sekadar deret nama, tapi potret banal dari sebuah negara yang tak pernah selesai menertibkan dirinya sendiri.

Lihatlah, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Stella Christie, kini juga Komisaris PT Pertamina Hulu Energi. Lalu, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono bertakhta di Pertamina Patra Niaga. Arif Havas Oegroseno, diplomat kawakan, kini juga mengawasi Pertamina International Shipping. Taufik Hidayat, yang dulu atlet, kini bertugas ganda: Wamenpora sekaligus Komisaris PLN Energi Primer. Begitu seterusnya, hingga daftar ke-30, mengendap dalam ironi: jabatan publik kini terasa seperti ladang pribadi, yang bisa digarap sambil lalu, ditanami kepentingan, dan dipanen dalam bentuk honorarium dan gengsi.

Apa yang sedang kita hadapi sesungguhnya? Barangkali inilah wajah baru birokrasi yang dikuasai kalkulasi politik dan patronase. Rasa malu telah digantikan oleh rasa berhak. Fungsi negara dipadukan dengan fungsi korporasi, tanpa kejelasan batas, apalagi etika.

Padahal Mahkamah Konstitusi—lewat semangat putusannya—telah menyatakan bahwa rangkap jabatan menteri sebagai komisaris BUMN dilarang. Meski tidak eksplisit menyebut wakil menteri, nalar sehat akan segera sampai pada kesimpulan: semangatnya adalah mencegah konflik kepentingan. Tapi di negeri ini, nalar sehat sering kali dianggap gangguan.

Rangkap jabatan bukan sekadar soal moralitas. Ia juga soal efisiensi dan profesionalisme. Seorang wakil menteri seharusnya mencurahkan waktunya untuk urusan publik. Tapi kini, waktu itu dibelah dua: sebagian untuk negara, sebagian lagi untuk BUMN yang juga milik negara. Maka siapa yang mengawasi siapa? Siapa yang melayani siapa? BUMN adalah alat negara untuk menghadirkan kesejahteraan, bukan ladang kompromi bagi elit.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa kekuasaan di negeri ini tidak pernah cukup dengan satu wajah. Ia harus menggandakan diri. Menjelma jadi komisaris. Menjadi penyambung kuasa, menjembatani kepentingan politik dengan industri. Di titik ini, politik bukan lagi urusan ide dan tanggung jawab, tapi urusan penempatan dan pembagian posisi.

Dan akhirnya, publik cuma jadi penonton. Kita menyaksikan birokrasi tumbuh bukan karena kebutuhan rakyat, tapi karena kebutuhan bagi-bagi. Kita melihat negara menjelma perusahaan yang dikuasai elit, tapi tidak pernah untung untuk rakyatnya.

Maka inilah ironi paling telanjang dari republik ini: ketika para wakil rakyat (dan wakil menteri) sibuk rangkap jabatan, rakyat tetap rangkap beban. Harga naik, lapangan kerja langka, pelayanan publik lambat. Tapi para elite justru makin gesit mengisi dua, bahkan tiga posisi, dalam satu waktu.

Apa yang biasa katakan? Mungkin bisa kita tulis begini: Kita hidup dalam negeri yang pandai membuat jabatan, tapi tak pandai mengukurnya. Kita menciptakan bayangan kekuasaan, tapi tak menciptakan tanggung jawab. Kita bermain dalam dua dunia, tapi tak pernah hadir utuh di satu pun.

Dan mungkin kita pun tahu jawabannya: ini bukan tentang kapasitas. Ini tentang kekuasaan yang tak tahu malu.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Riza Chalid Terseret Lagi! Kejagung Tetapkan Bos Minyak Itu sebagai Tersangka Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina

Next Post

Jepang: Senja yang Tak Pensiun

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau
Bencana

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan
Feature

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Next Post
Jepang: Senja yang Tak Pensiun

Jepang: Senja yang Tak Pensiun

PETANI TANPA BULOG

Petani Menjerit, Tengkulak Merayakan: Ironi Harga Beras Mahal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Negara yang Kehilangan Kompas

Negara yang Kehilangan Kompas

July 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist