• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

80 TAHUN INDONESIA MERDEKA PIKIRAN PENDIRI BANGSA DIKUDETA, DIBUNGKUS AMANDEMEN UUD 1945

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
August 17, 2025
in Feature, Politik
0
80 TAHUN INDONESIA MERDEKA  PIKIRAN PENDIRI BANGSA DIKUDETA, DIBUNGKUS AMANDEMEN UUD 1945
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prihandoyo Kuswanto – Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila


PENDAHULUAN

Pada sidang BPUPKI I (29 Mei–1 Juni 1945), Mohamad Yamin berpendapat bahwa negara merdeka harus memiliki dasar nasionalisme atau kebangsaan yang sesuai dengan peradaban Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak boleh meniru dasar kebangsaan bangsa atau negara lain.

Soepomo kemudian menyampaikan pandangannya bahwa negara merdeka Indonesia sebaiknya berdiri di atas konsep negara integralistik. Ia merumuskan lima dasar: kebangsaan Indonesia, perikemanusiaan atau internasionalisme, dasar mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan prinsip ketuhanan.

Soekarno menambahkan bahwa nasionalisme Indonesia harus berjalan seiring dengan internasionalisme agar bangsa ini mampu bersaing dengan bangsa lain. Menurutnya, kemerdekaan juga harus mencakup kebebasan beragama serta pemerintahan yang pro-rakyat.

Sementara itu, Hatta melihat Pancasila memiliki dua fundamen utama: pertama, fundamen moral berupa Ketuhanan Yang Maha Esa; kedua, fundamen politik berupa kemanusiaan, persatuan Indonesia, demokrasi kerakyatan, dan keadilan sosial. Baginya, kemerdekaan adalah upaya menghapus segala bentuk penjajahan dari muka bumi.


PENYATUAN PEMIKIRAN PARA PENDIRI BANGSA

Pemikiran para pendiri bangsa itu kemudian dirangkum dalam Pembukaan UUD 1945, yang menegaskan:

  • Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
  • Perjuangan bangsa Indonesia telah membawa rakyat ke depan pintu gerbang kemerdekaan untuk membangun negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
  • Atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa, rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
  • Negara Indonesia dibentuk untuk melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  • Susunan negara ditetapkan sebagai Republik yang berdaulat rakyat, dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

PARA PENGAMANDEMEN TIDAK MEMPELAJARI PROSES TERBENTUKNYA UUD 1945

Dari berbagai diskusi mengenai amandemen UUD 1945, saya menyimpulkan bahwa para pengamandemen tidak mempelajari dengan benar proses pembentukan UUD 1945 sejak sidang BPUPKI hingga PPKI. Perubahan yang dilakukan justru mengabaikan konsensus para pendiri bangsa yang digali dari filsafat, budaya bangsa, dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


PIDATO SOEKARNO, 18 AGUSTUS 1945

Dalam sidang PPKI sehari setelah proklamasi, Soekarno menegaskan bahwa UUD 1945 bersifat “sementara” dan “kilat” hanya sebagai strategi agar negara segera terbentuk. Sayangnya, pernyataan ini sering disalahpahami.

Padahal, sebagaimana ditegaskan Bung Karno:

“Alangkah keramatnja… Undang-Undang Dasar bagi sesuatu bangsa… sering kali lahir dari lautan darah dan air mata… Oleh karena itu, jelaslah bahwa suatu Undang-Undang Dasar adalah sesuatu yang amat keramat bagi rakyat…”

Soekarno menekankan bahwa penyusunan UUD dilakukan dengan memohon petunjuk Allah SWT, sehingga UUD 1945 bukanlah sekadar produk politik, melainkan amanah keramat yang harus dijaga.


PENGHANCURAN PEMIKIRAN PENDIRI BANGSA

Amandemen UUD 1945 telah menggeser bahkan meruntuhkan pemikiran para pendiri bangsa. Konstitusi asli dikudeta dengan membungkusnya dalam amandemen yang justru menjiplak sistem asing.

Beberapa dampaknya:

  1. Menghilangkan Penjelasan UUD 1945, yang memuat pokok-pokok pikiran Pembukaan UUD 1945.
  2. Menghapus utusan golongan dan utusan daerah, sehingga kedaulatan rakyat tereduksi.
  3. Merubah kedaulatan rakyat menjadi kedaulatan individu, dengan mengadopsi pemilihan langsung ala demokrasi liberal.
  4. MPR diturunkan derajatnya, dari lembaga tertinggi negara menjadi lembaga tinggi. Presiden pun tidak lagi mandataris MPR.
  5. Menghapus GBHN, padahal ia adalah bintang penunjuk arah pembangunan bangsa.

KESIMPULAN

MPR telah melampaui kewenangannya. Tidak ada satu pun pasal yang memberi hak bagi mereka untuk melakukan perubahan yang mendasar terhadap konstitusi. Sejak amandemen tahun 2002 diberlakukan, negara ini kehilangan pijakan sahih dalam berkonstitusi.

Oleh karena itu, tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia kecuali kembali kepada UUD 1945 yang asli dan Pancasila, zonder kompromi.

Dirgahayu NKRI ke-80!
Saatnya kita kembali pada jati diri bangsa, sebagaimana diamanatkan para pendiri negeri ini.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Simbol-Simbol yang Bicara Tanpa Kata ; Mega,SBY, Jokowi dan Keluarga Cendana di HUT RI 80

Next Post

Yusuf Mansur : Dagang Ayat, Jualan Doa

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat
News

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Next Post
Yusuf Mansur : Dagang Ayat, Jualan Doa

Yusuf Mansur : Dagang Ayat, Jualan Doa

Kemenag Ungkap Alasan Tak Undang Muhammadiyah di Sidang Isbat

Ketika Korupsi Terpisah dari Agama

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...