• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Simbol-Simbol yang Bicara Tanpa Kata ; Mega,SBY, Jokowi dan Keluarga Cendana di HUT RI 80

Ali Syarief by Ali Syarief
August 17, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Simbol-Simbol yang Bicara Tanpa Kata ; Mega,SBY, Jokowi dan Keluarga Cendana di HUT RI 80
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Suasana Istana Negara pada peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 hari ini terasa berbeda. Bukan hanya karena upacara berlangsung dengan penuh khidmat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, melainkan juga karena ada wajah-wajah lama yang kembali hadir, serta beberapa yang justru menghilang. Di tengah bendera merah putih yang berkibar dan lantunan lagu kebangsaan yang menggema, sejarah seakan menemukan panggungnya sendiri—duduk di kursinya masing-masing.

Sorotan utama jatuh pada Megawati Soekarnoputri. Setelah sekian lama jarang terlihat di Istana, akhirnya putri proklamator itu kembali hadir. Yang menarik, ia tidak duduk di barisan mantan presiden, melainkan bersama kakak dan adiknya—anak-anak Bung Karno lainnya. Barisan itu seperti menegaskan satu hal: bahwa simbol Soekarnoisme tetap hadir dalam denyut upacara kenegaraan, bukan hanya melalui politik, tetapi juga melalui darah daging sang proklamator.

Di sisi lain, Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono tampak duduk bersebelahan di kursi yang diperuntukkan bagi mantan presiden. Pemandangan ini menyimpan lapisan simbolik tersendiri. Jokowi, yang baru saja mengakhiri kekuasaan sepuluh tahun penuh kontroversi dan nepotisme, kini resmi menyandang status “mantan”—meski bayang-bayang politiknya masih terasa melalui anak dan kerabatnya yang menempati panggung kekuasaan. Sementara SBY tampak lebih tenang, seolah benar-benar sudah menutup buku politiknya, hadir sekadar sebagai bagian dari etalase kenegaraan.

Namun, dari semua kehadiran itu, ada satu kekosongan yang begitu mencolok: keluarga Cendana tidak terlihat. Nama besar Soeharto, yang pernah mencengkeram republik selama lebih dari tiga dekade, kini absen dari panggung utama negara. Tidak ada Tutut, tidak ada Tommy, tidak ada Bambang, tidak ada kerabat yang duduk sebagai representasi warisan Cendana. Kursi itu kosong—dan justru dari kekosongan itulah publik membaca pesan politik yang lebih tajam daripada kehadiran siapa pun.

Ketidakhadiran Cendana bisa dibaca sebagai tanda perubahan zaman. Dulu, keluarga ini adalah simbol dominasi; istana adalah rumah kedua mereka, bahkan pusat kekuasaan yang tidak pernah lepas dari genggaman. Kini, sejarah seperti menggeser mereka keluar dari ruang utama republik, menyisakan nama yang hanya dibisikkan dalam kontroversi dan nostalgia.

Perbedaan nasib antara keluarga Bung Karno dan keluarga Soeharto di momen ini terasa jelas. Yang satu kembali hadir sebagai legitimasi simbolik sejarah bangsa, yang lain seakan dihapus dari panggung resmi. Publik tentu bisa menafsirkan ini dengan beragam sudut pandang. Apakah ini upaya negara untuk merawat ingatan kolektif yang lebih dekat pada proklamasi? Atau sekadar permainan simbol politik, di mana narasi sejarah ditata ulang sesuai kebutuhan kekuasaan hari ini?

Istana Negara hari ini bukan sekadar tempat upacara, melainkan panggung simbol. Kursi-kursi yang ditempati maupun yang kosong berbicara tanpa kata. Megawati duduk dengan keluarganya sebagai penanda keberlanjutan Bung Karno. Jokowi dan SBY duduk dalam protokol mantan presiden, menandai rotasi kepemimpinan yang tak lagi punya daya selain dalam kenangan. Dan keluarga Cendana—tidak hadir, tidak terlihat, mungkin sengaja dihapuskan dari panggung—menjadi simbol betapa sejarah bisa begitu cepat menggeser tokoh dan dinasti yang dulu seakan tak tergoyahkan.

Di hari kemerdekaan ini, bangsa tidak hanya merayakan usia. Ia juga sedang berkaca pada dirinya sendiri: siapa yang dipilih untuk diingat, siapa yang dipersilakan duduk, dan siapa yang akhirnya harus menerima kenyataan bahwa sejarah telah menutup kursi untuk mereka.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia dan Jepang: Maaf 35 Detik vs Ribuan Penumpang

Next Post

80 TAHUN INDONESIA MERDEKA PIKIRAN PENDIRI BANGSA DIKUDETA, DIBUNGKUS AMANDEMEN UUD 1945

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Misi Mata-mata Prabowo di BGN
Feature

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026
Feature

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru
News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Next Post
80 TAHUN INDONESIA MERDEKA  PIKIRAN PENDIRI BANGSA DIKUDETA, DIBUNGKUS AMANDEMEN UUD 1945

80 TAHUN INDONESIA MERDEKA PIKIRAN PENDIRI BANGSA DIKUDETA, DIBUNGKUS AMANDEMEN UUD 1945

Yusuf Mansur : Dagang Ayat, Jualan Doa

Yusuf Mansur : Dagang Ayat, Jualan Doa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

June 3, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

June 3, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist