• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Indonesia dan Jepang: Maaf 35 Detik vs Ribuan Penumpang

Ali Syarief by Ali Syarief
August 17, 2025
in Cross Cultural, Feature
0
Indonesia dan Jepang: Maaf 35 Detik vs Ribuan Penumpang
Share on FacebookShare on Twitter

“Atas nama KAI, kami minta maaf yang sebesar-besarnya.”
Ucapan Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, usai anjloknya lima gerbong KA Argo Bromo Anggrek di Subang (1 Agustus 2025), menjadi headline. Peristiwa itu menimbulkan dampak besar: 80 perjalanan dibatalkan, 17 lainnya terlambat, lebih dari 22 ribu penumpang terganggu. Di tengah situasi itu, KAI memilih mengakui kesalahan, meminta maaf, sekaligus memberi kompensasi nyata.

Langkah ini terasa luar biasa di Indonesia, sebab kata “maaf” jarang hadir dalam kultur pelayanan publik kita.

Indonesia: Maaf Sebagai Kejutan

Dalam kerangka Situational Crisis Communication Theory (SCCT), sikap KAI disebut strategi rebuild: mengakui kesalahan, menunjukkan empati, serta menjanjikan perbaikan. Bahkan KAI menindaklanjuti dengan refund 100%, kompensasi sesuai aturan, dan evaluasi menyeluruh.

Namun justru di situlah ironinya. Mengapa permintaan maaf ini dielu-elukan? Karena di Indonesia, maaf dari institusi besar terasa seperti “kejutan”. Kita terbiasa melihat pejabat atau lembaga justru sibuk mencari kambing hitam, menyalahkan faktor teknis, atau sekadar mengeluarkan pernyataan normatif tanpa empati.

Jepang: Maaf 35 Detik

Bandingkan dengan Jepang. Pada 2017, seorang masinis JR West berangkat 35 detik lebih awal dari jadwal. Tidak ada korban, tidak ada kerugian. Namun perusahaan tetap mengeluarkan permintaan maaf resmi, sementara masinis menundukkan kepala di hadapan publik.

Bagi Jepang, ketepatan waktu adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada publik. Di baliknya, tertanam nilai omotenashi (melayani dengan hati) dan gaman (ketekunan untuk memperbaiki kesalahan tanpa keluh kesah). Permintaan maaf, sekecil apa pun kesalahannya, bukan strategi pencitraan, tetapi refleksi karakter bangsa.

Dua Dunia, Dua Karakter

  • Di Jepang, kesalahan 35 detik dianggap serius dan layak mendapat permintaan maaf.
  • Di Indonesia, permintaan maaf baru dianggap istimewa setelah ribuan orang terganggu perjalanan dan perusahaan menundukkan kepala.

Perbedaan ini mengungkap bagaimana tanggung jawab dipahami. Jepang melihat publik sebagai tuan rumah yang harus dihormati. Indonesia masih melihat publik sebatas konsumen yang sesekali bisa diberi permintaan maaf bila dampaknya besar.

Penutup

Apakah publik memaafkan KAI? Itu bergantung pada langkah perbaikan berikutnya. Sebab maaf tanpa aksi hanyalah kata-kata kosong. Tetapi yang jelas, maaf dari KAI memberi secercah harapan bahwa kultur pelayanan di Indonesia masih bisa bergeser menuju penghormatan publik.

Dan di sinilah Jepang memberi teladan: bangsa yang besar bukanlah bangsa yang tidak pernah salah, melainkan bangsa yang berani meminta maaf bahkan atas kesalahan sekecil 35 detik.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Operasi Pasar Beras: Solusi Instan atau Ilusi Jangka Panjang?

Next Post

Simbol-Simbol yang Bicara Tanpa Kata ; Mega,SBY, Jokowi dan Keluarga Cendana di HUT RI 80

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Simbol-Simbol yang Bicara Tanpa Kata ; Mega,SBY, Jokowi dan Keluarga Cendana di HUT RI 80

Simbol-Simbol yang Bicara Tanpa Kata ; Mega,SBY, Jokowi dan Keluarga Cendana di HUT RI 80

80 TAHUN INDONESIA MERDEKA  PIKIRAN PENDIRI BANGSA DIKUDETA, DIBUNGKUS AMANDEMEN UUD 1945

80 TAHUN INDONESIA MERDEKA PIKIRAN PENDIRI BANGSA DIKUDETA, DIBUNGKUS AMANDEMEN UUD 1945

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist