Sebagai jawabannya Menkeu Sri Mulyani mengatakan Kementerian Keuangan akan terus melakukan sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal sehingga dampak dari kondisi di Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri bisa dimitigasi dan diminimalkan.
Jakarta – Fusilatnews Rupiah pagi ini menguat tipis setelah anjlok dikisaran Rp 15909 dan saat ini harga USD 1 mencapai Rp 15. 880 penguatan tipis ini merupakan upaya BI untuk menekan merosotnya nilai rupiah dan ancaman Capital Flight akibat memburuknya ekonomi Indonesia saat ini jika taqk dimitigasi dengan benar
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam uapay menenangkan pasar menjelaskan penyebab semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebagai akibat dampak dari kondisi global, salah satunya yakni inflasi yang tinggi di Amerika dan kondisi ekonomi yang masih cukup kuat.
Menurut Menkeu kondisi tersebut juga menyebabkan dolar index menguat di angka 106. Padahal sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan dolar index berada di angka 93.
“Berarti dolar menguat secara global,” tambah dia
Sebagai jawabannya Menkeu Sri Mulyani mengatakan Kementerian Keuangan akan terus melakukan sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal sehingga dampak dari kondisi di Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri bisa dimitigasi dan diminimalkan.
“Kita akan terus menyinkronkan kebijakan moneter dan fiskal agar dalam situasi di mana pemacunya adalah negara seperti AS, dampaknya bisa kita mitigasi dan kita minimalkan baik terhadap nilai tukar, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas sistem keuangan. Itu akan terus kita lakukan secara insentif,” ungkap dia.
Nilai tukar rupiah (kurs) diproyeksi akan melanjutkan pelemahannya dalam jangka pendek. Pada perdagangan Senin pagi (23/10/2023), mata uang garuda sudah mendekati level Rp 16.000 atau tepatnya berada di posisi Rp 15.909.
























