• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Arogansi Birokrat dan Pelanggaran Batas Kewenangan

Ali Syarief by Ali Syarief
April 27, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Arogansi Birokrat dan Pelanggaran Batas Kewenangan
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Kasus kedatangan Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel ke kantor Sanel Tour and Travel di Pekanbaru menjadi potret buram arogansi birokrasi di Indonesia. Bukannya memperlihatkan etika pemerintahan yang taat prosedur, peristiwa ini justru membuka borok kesalahpahaman mendasar tentang batas kewenangan pejabat publik dalam berinteraksi dengan perusahaan swasta.

Dalam tata kelola negara yang beradab, seorang menteri atau wakil menteri adalah pembuat kebijakan—bukan penegak hukum di lapangan. Mereka merancang aturan, membina, dan mengarahkan melalui regulasi yang bersifat umum. Adapun tugas penegakan hukum, seperti pemeriksaan pelanggaran atau penindakan atas dugaan pidana, merupakan domain aparat khusus yang diberi kewenangan melalui prosedur hukum: aparat pengawas ketenagakerjaan, penyidik, atau dalam kasus tertentu, polisi.

Noel, sebagai Wamenaker, seharusnya memahami bahwa dirinya tidak memiliki garis komando langsung terhadap perusahaan swasta. Apalagi melakukan sidak tanpa surat tugas resmi, kemudian memarahi karyawan, memaksa dihormati hanya berdasarkan jabatan. Tindakan ini tidak hanya keliru secara hukum, tetapi juga mempermalukan institusi negara sendiri.

Kehadiran Noel bersama rombongan Disnakertrans Riau dan anggota DPRD Pekanbaru tanpa prosedur formal jelas menjadi preseden buruk. Perusahaan Sanel Tour and Travel melalui kuasa hukumnya, Tommy Freddy Simanungkalit, berhak mempertanyakan keabsahan sidak tersebut. Tanpa surat tugas, tidak ada legitimasi hukum atas kunjungan itu—sekalipun yang datang mengaku “wakil menteri.” Negara hukum tidak mengenal “kekuasaan asal tunjuk jabatan.” Semua tindakan pemerintahan harus berlandaskan prosedur resmi.

Lebih parah lagi, tindakan rombongan Noel yang datang dengan gaya konfrontatif, berteriak, hingga menimbulkan ketakutan di kalangan karyawan, menggambarkan betapa birokrasi bisa berubah menjadi alat intimidasi ketika tidak dikontrol oleh etika dan hukum. Trauma karyawan yang sampai ingin mengundurkan diri menunjukkan betapa dalam luka psikologis yang ditinggalkan.

Apalagi, fakta bahwa 12 orang yang disebut sebagai korban penahanan ijazah, menurut perusahaan, bukan karyawan Sanel Tour and Travel, memperumit posisi Wamenaker. Alih-alih mendalami lebih dahulu kebenaran laporan secara administratif, Noel terburu-buru melakukan “show of force” yang malah mempermalukan dirinya sendiri saat dicueki karyawan yang tetap profesional melanjutkan pekerjaannya.

Ironisnya, respons marah dengan kalimat “Mas, saya wakil menteri!” justru menjadi bahan olok-olok publik. Bukannya memperoleh simpati atas upaya membela hak pekerja, Noel malah menuai cemoohan karena menunjukkan betapa jabatan digunakan sebagai alat untuk menuntut penghormatan pribadi—bukan sebagai sarana mengabdi pada keadilan dan hukum.

Dalam negara demokrasi, jabatan publik adalah kehormatan yang harus diraih melalui keteladanan dan kerja profesional, bukan melalui gertakan atau pamer kuasa. Jika Wamenaker merasa ada pelanggaran hak buruh, seharusnya dia menugaskan aparat pengawas ketenagakerjaan sesuai SOP: ada surat tugas, ada pemeriksaan, ada notulensi, ada tindak lanjut formal. Bukan melakukan aksi dadakan bak preman birokrasi.

Kasus ini menjadi pelajaran penting: bahwa mentalitas pejabat yang merasa berhak mengintervensi langsung dunia usaha tanpa prosedur adalah sumber utama ketidakpercayaan publik terhadap negara. Jika pejabat sekaliber wakil menteri saja tidak menghormati prosedur, bagaimana rakyat bisa percaya pada keadilan dalam praktik?

Akhirnya, peristiwa di Pekanbaru ini harus menjadi refleksi keras. Birokrat tidak boleh merasa memiliki kekuasaan absolut. Negara ini dibangun di atas hukum, bukan di atas suara keras jabatan. Pejabat publik harus kembali ke jalurnya: mengayomi lewat hukum dan prosedur, bukan mengintimidasi lewat arogansi.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Gerombolan Pengecut Melapor – Ditunggu Roy

Next Post

Hercules di Negeri Preman

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Misi Mata-mata Prabowo di BGN
Feature

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026
Feature

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Next Post
Terkait Kasus Dugaan Suap Di MA,  KPK Panggil Hercules Sebagai Saksi

Hercules di Negeri Preman

Perjuangan Zaini Mustofa: Kabut Hukum yang Keruh – “Menggugat Yusuf Mansur” –  Potret Buram Pengadilan Negeri Jakarta Selatan –

Perjuangan Zaini Mustofa: Kabut Hukum yang Keruh - "Menggugat Yusuf Mansur" - Potret Buram Pengadilan Negeri Jakarta Selatan -

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist