• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hercules di Negeri Preman

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Terkait Kasus Dugaan Suap Di MA,  KPK Panggil Hercules Sebagai Saksi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Kalau harus memilih, pilih berteman dengan bekas preman atau bekas kiai?

Kalau saya memilih bekas preman daripada bekas kiai. Sebab, bekas preman berarti dia bukan preman lagi. Bila preman berkonotasi jahat, berarti setelah menjadi bekas preman dia tidak jahat lagi.

Sebaliknya bekas kiai. Bekas kiai berarti dia bukan kiai lagi. Bila kiai berkonotasi baik, berarti setelah menjadi bekas kiai, dia tidak baik lagi.

Lalu, Rosario de Marshal, yang kini sedang membetot perhatian publik, dia bekas preman ataukah masih menjadi preman?

Jika sudah menjadi bekas preman, tentu tak ada alasan bagi siapa pun untuk alergi kepada orang kuat yang mendapat julukan Hercules itu. Sebaliknya, jika masih menjadi preman, tentu patut kita timbang-timbang. Meskipun kata preman itu sendiri maknanya netral.

Diketahui, kata preman berasal dari kata dalam bahasa Inggris, “freeman” yang berarti manusia bebas.

Ihwal penyebab Hercules membetot perhatian publik, adalah, pertama karena ia bertamu ke kediaman Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, beberapa hari lalu. Usai bertemu Presiden ke-7 RI itu, Hercules memberikan testimoni semacam legitimasi bahwa ijazah sarjana Jokowi yang sedang dipersoalkan itu adalah asli, bukan palsu.

Kunjungan Hercules ke kediaman pribadi Jokowi itu memantik polemik publik. Misalnya, bagaimana bisa bekas presiden berteman dengan bekas preman atau bahkan seorang preman?

Kedua, saat sejumlah prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berseragam lengkap berfoto bersama lelaki asal Dili, Timor Leste, dulu Timor Timur, itu. Foto bersama ini pun menuai kritik dari publik. Misalnya, bagaimana bisa prajurit Kopassus mengidolakan bekas preman atau bahkan preman? Saat berfoto bersama, para prajurit itu berseragam lengkap pula.

Komandan Kopassus Mayor Jenderal TNI Djon Afriandi akhirnya minta maaf kepada publik dan juga keluarga besar Kopassus atas kelakuan oknum-oknum anak buahnya itu. Terhadap mereka pun akan dilakukan pembinaan khusus.

Bukan Orang Sembarangan

Rosario de Marshal itu sendiri bukanlah orang sembarangan. Meskipun tubuhnya kerempeng, dia mampu memanggul karung seberat 100 kilogram, misalnya. Itulah yang membuat para prajurit Kopassus di Timor Timur tahun 1975 lalu kagum, sehingga komandannya memberikan julukan Hercules kepadanya.

Hercules itu sendiri sebenarnya nama tokoh legendaris dalam mitologi Yunani. Nama itu kemudian digunakan Amerika Serikat untuk menamai pesawat buatannya yang juga dijual ke Indonesia.

Ya, Lockheed C-130 Hercules adalah nama pesawat angkut militer bermesin empat turboprop yang serbaguna. Selain digunakan untuk mengangkut pasukan dan kargo, Hercules juga memiliki varian lain.

Varian tersebut di antaranya AC-130 untuk pesawat tempur, pencarian dan penyelamatan, pengisian bahan bakar udara, hingga pemadam kebakaran. Ada lebih dari 40 varian pesawat ini, termasuk versi sipil yang disebut Lockheed L-100.

Bersahabat dengan Prabowo

Saat Kopassus bertempur di Timor Timur melawan Fretilin dan milisi lainnya tahun 1975 di bawah komandan Prabowo Subianto, Hercules banyak membantu logistik. Bahkan Hercules disebut-sebut pernah menyelamatkan nyawa perwira yang kelak menjadi Presiden RI itu. Sejak itu, persahabatan Hercules dan Prabowo terjalin erat.

Hercules adalah tokoh pro-integrasi Timor Timur ke Indonesia. Sayangnya, dalam jajak pendapat tahun 1999, kubu pro-integrasi kalah melawan kubu pro-kemerdekaan yang dimotori Ramos Horta dan Xanana Gusmao. Timor Timur pun lepas dari pangkuan Indonesia dan berubah nama menjadi Timor Leste.

Saat ikut gerilya di hutan-hutan di Timor Timur, Hercules disebut mengalami kecelakaan Helikopter yang menyebabkan sebelah tangannya patah, dan sebelah matanya pun buta.

Oleh Kopassus, Hercules dibawa ke Jakarta tahun 1987 dengan tujuan bekerja di bidang elektronik. Namun, Hercules lebih memilih berjualan rokok di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sering dipalak preman, Hercules pun melawan. Ia bahkan mempersenjatai diri dengan sebilah samurai. Saat mandi pun samurai itu dibawa guna melindungi diri.

Waktu terus berlalu. Kondisi berbalik. Hercules yang semula sering dipalak preman, kini giliran menjadi preman. Bersama ratusan pemuda asal Timor Timur lainnya, Hercules menguasai wilayah Tanah Abang.

Namun, Hercules bukan tak pernah terkalahkan. Pada 1997, misalnya, kelompoknya bentrok dengan gabungan kelompok Betawi dan Madura di Tanah Abang. Kelompok Hercules kalah. Empat anak buahnya mati sia-sia.

Hercules kemudian menyingkir ke Indramayu, Jawa Barat. Di kampung halaman istrinya itu, ia sambil mengendalikan bisnis keamanannya di Jakarta.

Sampai akhirnya Hercules kembali ke Jakarta dan kemudian mendirikan ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya tahun 2011 di mana Prabowo Subianto tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina.

Di sinilah kedekatan psikologis prajurit Kopassus dengan Hercules menemukan relevansinya. Sebab, Kopassus banyak dibantu Hercules saat melakukan gerilya di Timor Timur tahun 1975-an. Masuk akal bila kemudian ada prajurit Kopassus yang berfoto bersama Hercules. Itu aksi spontan saja.

Namun, belakangan GRIB Jaya terlibat kisruh dengan kelompok lainnya, sebut saja Pemuda Pancasila (PP). Oknum-oknum kedua ormas ini bentrok di Blora, Jawa Tengah, dan Bandung, Jawa Barat, misalnya.

Hercules selaku Ketua Umum GRIB Jaya kemudian bertemu Ketua Umum PP Japto Soerjosoemarno. Masalah kedua ormas ini pun dianggap selesai.

Oknum-oknum GRIB Jaya kemudian berulah lagi di Depok, Jawa Barat. Mereka membakar mobil patroli polisi saat hendak menangkap seorang anggota ormas itu yang menjadi tersangka suatu kasus. Kini, oknum-oknum itu telah ditahan.

Setelah menuai polemik, Prabowo Subianto kemudian menyatakan keluar dari GRIB Jaya. Surat pernyataan keluar itu bertarikh akhir Januari 2022.

Di Pilpres 2014 dan 2019, GRIB Jaya mendukung Prabowo. Namun calon presiden itu kalah. Di Pilpres 2024, GRIB Jaya kembali mendukung Prabowo dan kali ini menang.

Mengapa Alergi?

Mengapa publik seperti alergi terhadap Hercules? Mungkin mereka menganggap Hercules sebagai preman. Atau bekas preman yang kelihatannya masih menakutkan.

Padahal, di negeri ini sudah banyak preman. Bahkan preman berdasi. Preman kerah putih atau white collar freeman. Indonesia pun kadang disebut sebagai negeri preman.

Hercules dan Japto menjadi pemimpin informal yang tumbuh di lapangan berdasarkan seleksi alam. Tanpa seleksi administrasi. Siapa yang kuat, dialah yang menang. Yang berlaku hukum rimba: homo homini lupus.

Sementara preman berdasi tumbuh subur di lingkungan eksekutif, legislatif, yudikatif, partai politik dan dunia usaha.

Jika korban yang ditimbulkan akibat aksi preman biasa hanya nyawa dan harta benda yang tak seberapa, korban yang ditimbulkan akibat aksi preman berdasi bisa nyawa dan harta benda ratusan triliun rupiah. Kasus korupsi tata kelola timah dan makelar kasus di Mahkamah Agung, misalnya.

Mereka yang korupsi di eksekutif, legislatif, yudikatif, parpol dan dunia usaha adalah preman yang lebih berbahaya. Mereka membegal kebijakan dan merampok anggaran negara. Kemiskinan dan pengangguran yang bisa berujung pada kematian dan kriminalitas pun timbul karenanya.

Jadi, masuk akal jika kemudian tak sedikit elite pemimpin yang bersahabat dengan Hercules atau Japto yang dikonotasikan sebagai bekas preman atau bahkan preman. Termasuk Jokowi dan Prabowo. Jenis mencari jenis, kata pepatah Tiongkok.

Pun, berlaku hukum pasar “supply and demand”. Ada penawaran karena ada permintaan.

Banyak pengusaha, pejabat atau elite politik membutuhkan jasa preman untuk pengamanan aset. Misalnya untuk menjaga tanah kosong atau objek sengketa. Jika dijaga petugas resmi dari Polri atau TNI, bisa saja melanggar aturan. Akhirnya preman tampil ke depan.

Ada Sisi Baiknya

Ormas-ormas yang mengakomodasi preman seperti GRIB Jaya dan PP juga ada sisi baiknya. Bagi preman sendiri, ormas itu dapat mencarikan pekerjaan informal ketika mereka tak bisa bekerja di sektor formal.

Bagi pemerintah, akan lebih mudah melakukan pembinaan terhadap preman jika mereka ikut ormas. Mereka juga lebih mudah dikontrol. Ini analog dengan keberadaan lokalisasi bagi Pekerja Seks Komersial (PSK). Mereka lebih mudah dibina dan dikontrol jika berada di lokalisasi daripada di jalanan.

Sebab itu, kalau memang ada perilaku negatif atau bahkan pelanggaran pidana yang dilakukan oknum anggota ormas, jangan ormasnya yang dibubarkan, tapi cukuplah oknum anggota bersangkutan yang diambil tindakan.

Jika ada tikus di lumbung padi, jangan lumbungnya yang dibakar, tapi cukup tikusnya yang ditangkap.

Janganlah terlalu takut dan alergi kepada preman biasa. Tapi takut dan alergilah kepada preman berdasi. White collar freeman.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Arogansi Birokrat dan Pelanggaran Batas Kewenangan

Next Post

Perjuangan Zaini Mustofa: Kabut Hukum yang Keruh – “Menggugat Yusuf Mansur” – Potret Buram Pengadilan Negeri Jakarta Selatan –

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat
News

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Next Post
Perjuangan Zaini Mustofa: Kabut Hukum yang Keruh – “Menggugat Yusuf Mansur” –  Potret Buram Pengadilan Negeri Jakarta Selatan –

Perjuangan Zaini Mustofa: Kabut Hukum yang Keruh - "Menggugat Yusuf Mansur" - Potret Buram Pengadilan Negeri Jakarta Selatan -

Negeri Jengah, Hukum Membisu

Negeri Jengah, Hukum Membisu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...