• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Bagi Pak Harto Utang Bukan Segalanya – Harga Diri Bangsa di Atas Segalanya

Ali Syarief by Ali Syarief
September 12, 2024
in Economy, Feature
0
Bagi Pak Harto Utang Bukan Segalanya – Harga Diri Bangsa di Atas Segalanya
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Dalam perjalanan sejarah Indonesia, utang luar negeri sering kali menjadi isu krusial yang membentuk kebijakan dan hubungan internasional negara ini. Salah satu momen penting dalam konteks ini adalah pembentukan IGGI (Inter-Governmental Group on Indonesia) pada tahun 1967, sebuah konsorsium internasional yang dibentuk untuk membantu Indonesia mengatasi utang luar negeri warisan rezim Orde Lama. Namun, peristiwa yang terjadi pada awal 1990-an menunjukkan bahwa bagi Presiden Soeharto, harga diri bangsa tidak dapat dipertukarkan dengan utang, sebuah prinsip yang diuji dalam peristiwa diplomatik dan politik yang penuh gejolak.

Awal Pembentukan IGGI

Pada tahun 1967, Soeharto menghadapi tantangan besar dalam mengelola utang luar negeri yang menumpuk dari era Orde Lama. Dalam upaya untuk menata kembali keuangan negara, Soeharto, bersama timnya yang terdiri dari Sri Sultan Hamengkubuwono dan Adam Malik, melakukan negosiasi dengan para kreditur internasional. Hasil dari negosiasi tersebut adalah pembentukan IGGI, yang anggotanya mencakup negara-negara besar dan lembaga-lembaga internasional seperti Australia, Belgia, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Austria, Kanada, Selandia Baru, Norwegia, Swiss, Bank Dunia, IMF, ADB, UNDP, dan OECD. Pertemuan pertama IGGI diadakan pada 20 Februari 1967 di Amsterdam, menandai awal dari dukungan keuangan yang signifikan bagi Indonesia selama 25 tahun berikutnya.

Krisis IGGI dan Protes Internasional

Namun, hubungan yang harmonis antara Indonesia dan IGGI mulai retak pada tahun 1992. Penyebab utama ketegangan ini adalah peristiwa Tragedi Santa Cruz di Timor Timur pada November 1991, yang memicu reaksi internasional terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Ketua IGGI pada saat itu, Menteri Kerja Sama Pembangunan Kerajaan Belanda JP Pronk, terlibat dalam peristiwa ini dengan memutuskan untuk menangguhkan bantuan dan pinjaman kepada Indonesia sampai adanya izin untuk inspeksi di Timor Timur.

Kwik Kian Gie, dalam memoarnya *Menelusuri Zaman*, mengungkapkan bahwa Pronk, setelah mendengar laporan mengenai situasi di Timor Timur, mengirimkan surat kepada pemerintah Indonesia yang menyatakan penangguhan bantuan. Tindakan ini memicu kemarahan Soeharto, yang melihat langkah tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap kedaulatan dan harga diri bangsa. Soeharto memerintahkan untuk membubarkan IGGI dan mencoba membujuk untuk mempertahankan konsorsium tersebut dengan perubahan ketua dari Belanda menjadi Bank Dunia.

Solusi dan Diplomasi

Radius Prawiro, sebagai Menteri Koordinator Ekonomi saat itu, segera bergerak untuk mencari solusi. Dengan bantuan Kwik Kian Gie, Prawiro bernegosiasi dengan Perdana Menteri Belanda Ruud Lubbers, yang memiliki hubungan pribadi dengan Kwik dan latar belakang pendidikan yang sama. Pertemuan di Hotel De Lafayette, Paris, menghasilkan kesepakatan untuk menggantikan IGGI dengan Consultative Group of Indonesia (CGI), di bawah kepemimpinan Bank Dunia.

Lubbers, yang dikenal sebagai perdana menteri Belanda termuda dan terlama, menerima nasihat dari Kwik untuk bersikap sangat pasif dan merendahkan diri saat bertemu Soeharto di markas PBB. Pendekatan ini dianggap penting untuk menjaga hubungan diplomatik dan memulihkan kepercayaan.

Kesimpulan

Kasus ini menegaskan bahwa bagi Soeharto, harga diri bangsa adalah sesuatu yang tidak bisa dinegosiasikan. Meskipun utang luar negeri adalah beban berat, Soeharto memilih untuk mengorbankan IGGI daripada menerima penghinaan terhadap kedaulatan nasional. Langkah ini menunjukkan bahwa dalam diplomasi dan hubungan internasional, harga diri dan kedaulatan negara sering kali lebih penting daripada keuntungan finansial jangka pendek. Keputusan Soeharto untuk memprioritaskan harga diri bangsa atas utang luar negeri menggambarkan betapa pentingnya integritas dan kedaulatan dalam kebijakan luar negeri dan hubungan internasional.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Disiksa Polisi Secara Keji dan Brutal pada 2016: Kelamin Dibakar Hingga Dibalsam

Next Post

IPW Apresiasi Kapolda Metro Jaya Berantas Pungli di Samsat Kota Bekasi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Next Post
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

IPW Apresiasi Kapolda Metro Jaya Berantas Pungli di Samsat Kota Bekasi

PSI Tuding Cak Imin Asal Bunyi

PKB Tanggapi Tindakan KPK Geledah Rumah Kakak Cak Imin

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist