• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Bayangan Jokowi di Balik Kasus Nadiem Makarim

Ali Syarief by Ali Syarief
September 4, 2025
in Crime, Feature
0
Bayangan Jokowi di Balik Kasus Nadiem Makarim
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ketika Kejaksaan Agung resmi menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, publik tidak hanya terperangah pada jatuhnya seorang mantan menteri muda yang pernah dielu-elukan sebagai ikon inovasi. Kasus ini sekaligus menyingkap bayangan yang lebih besar: kepemimpinan Presiden Joko Widodo sendiri. Sebab, tak ada kebijakan menteri yang berdiri sendiri tanpa arahan, restu, dan kendali dari kepala negara.

Jokowi dan Obsesi Digitalisasi

Program laptop untuk sekolah adalah bagian dari proyek besar digitalisasi pendidikan yang menjadi kebanggaan Jokowi. Sejak pandemi, ia menekankan perlunya transformasi teknologi dalam dunia pendidikan. Namun, di balik jargon itu, negara justru tergelincir pada praktik korupsi yang merugikan keuangan hingga hampir Rp2 triliun. Artinya, proyek yang seharusnya menjadi investasi masa depan justru berubah menjadi ladang perburuan rente.

Publik berhak bertanya: di mana peran presiden ketika kebijakan besar seperti ini dijalankan? Apakah Jokowi hanya sekadar melempar gagasan, lalu membiarkan pelaksanaannya diseret arus kepentingan bisnis dan politik? Ataukah ini bagian dari kultur birokrasi yang sengaja dipelihara dalam era pemerintahannya?

Kultur Nepotisme dan Lemahnya Pengawasan

Kasus Nadiem hanyalah satu potret dari pola lebih besar: lemahnya pengawasan dalam kabinet Jokowi. Sejak awal, Jokowi dikenal gemar memilih menteri bukan semata karena kapasitas teknokratis, melainkan karena kompromi politik dan kebutuhan pencitraan. Nadiem, dengan reputasi pendiri Gojek, dipilih bukan karena pengalaman di dunia pendidikan, melainkan karena mampu menjual narasi “anak muda, inovatif, progresif.”

Namun, di balik citra itu, tidak ada sistem kontrol yang ketat untuk memastikan anggaran triliunan rupiah benar-benar sampai ke tujuan. Jokowi seakan menutup mata terhadap kelemahan implementasi kebijakan. Akibatnya, jargon “Merdeka Belajar” yang kerap ia gaungkan kini berbalik menjadi “Terbelenggu Korupsi.”

Pertanggungjawaban Politik

Dalam sistem presidensial, seorang menteri memang bisa ditetapkan sebagai tersangka secara individu. Namun, tanggung jawab politik tetap bermuara pada presiden. Jokowi tidak bisa lepas tangan dan membiarkan kasus Nadiem dipandang sekadar kesalahan pribadi. Bukankah menteri adalah pembantu presiden? Jika seorang pembantu terjerat kasus besar, maka otomatis presiden pun tercoreng.

Sayangnya, pola ini bukan hal baru. Di era Jokowi, sudah banyak menteri yang berakhir di meja hijau—dari Edhy Prabowo hingga Juliari Batubara. Kini, Nadiem menambah daftar panjang itu. Pertanyaannya: apakah ini sekadar kebetulan, ataukah tanda nyata bahwa Jokowi gagal membangun kabinet yang bersih?

Warisan yang Retak

Jokowi kerap membanggakan pembangunan fisik—jalan tol, bendungan, hingga Ibu Kota Nusantara. Namun, kasus Nadiem memperlihatkan rapuhnya warisan di sektor nonfisik, khususnya pendidikan. Investasi teknologi pendidikan yang seharusnya menjadi fondasi masa depan justru berubah menjadi skandal memalukan. Inilah ironi terbesar: presiden yang ingin dikenang sebagai bapak pembangunan justru meninggalkan jejak keruntuhan di bidang moral dan tata kelola pemerintahan.

Penutup

Kasus Nadiem Makarim bukan sekadar kisah jatuhnya seorang menteri muda. Ia adalah refleksi kegagalan sistemik dari kepemimpinan Jokowi—kepemimpinan yang gemar menjual mimpi tanpa memastikan fondasi etika dan pengawasan berjalan kokoh. Pada akhirnya, publik akan mencatat bahwa di balik laptop yang gagal menyala di ruang-ruang kelas, terdapat presiden yang gagal menyalakan bara kejujuran dalam pemerintahannya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nadiem Makarim Ditahan Kejagung: Dari Reformasi Pendidikan ke Jeruji Besi Korupsi Laptop

Next Post

CLOSURE POLITIK PLATONIK

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Feature

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!
Crime

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Next Post

CLOSURE POLITIK PLATONIK

REBUTAN GABAH

Gudang Penuh, Gabah Bisa Busuk: Ujian Serius untuk Bulog

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist