• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bersatunya Megawati-Prabowo Singkirkan Joko “Mulyono” Widodo

fusilat by fusilat
September 10, 2024
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Gerindra Sedang Lakukan Pembicaraan Intensif dengan PDIP
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta, Fusilatnews – Setelah saling berkirim salam hormat, Megawati Soekarnoputri akhirnya dijadwalkan bertemu Prabowo Subianto sebelum Presiden RI terpilih itu dilantik pada 20 Oktober nanti. Presiden Jokowi pun terancam tersingkir dari lingkaran kekuasaan Prabowo bahkan panggung politik nasional.

Ihwal pertemuan Ketua Umum PDi Perjuangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu bukan sesuatu yang musykil, mengingat komunikasi keduanya selama ini berjalan lancar dan cair. Apalagi Prabowo pernah menjadi calon wakil presidennya Megawati saat Presiden ke-5 RI itu maju sebagai capres pada Pemilu 2009.

Keduanya juga saling membutuhkan. Prabowo merupakan penguasa eksekutif setelah memenangi Pilpres 2024. Megawati merupakan penguasa legislatif setelah partainya memenangi Pemilu 2024, bahkan “hattrick” atau menang tiga kali berturut-turut sejak Pemilu 2014.

Jika keduanya bersatu maka akan terjadi simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan, bahkan akan menjadi kekuatan yang dahsyat ketika penguasa eksekutif bersatu dengan penguasa legislatif.

Demi stabilitas pemerintahannya, Prabowo membutuhkan dukungan PDIP di parlemen. Sebaliknya, demi partainya bisa tetap besar, Megawati membutuhkan kursi menteri di kabinet. Jika PDIP bergabung dengan Prabowo, nyaris dipastikan Partai Banteng itu akan mendapat kursi di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Ada ungkapan yang mungkin menginspirasi Megawati: if you can’t beat them, join them. Jika Anda tak bisa memukul mereka, bekerja samalah dengan mereka.

Di sisi lain, Prabowo mulai membuat garis demarkasi dengan Jokowi. Mengapa? Pertama, karena bekas Komandan Jenderal Kopassus itu tak ingin ada “matahari kembar” di pemerintahannya, seperti diingatkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidatonya sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 partainya, Senin (9/9/2024) kemarin.

Kedua, Jokowi kini kondisinya sudah bak bebek lumpuh atau “lame duck”, apalagi setelah lengser pada 20 Oktober nanti. Maklum, Jokowi tidak punya partai politik.

Jokowi sendiri saat pidato di Kongres Partai Nasdem baru-baru ini sudah merasa ditinggalkan oleh sekutu-sekutunya. Ia merasa sudah lumpuh.

Ihwal Prabowo mulai membuat garis demarkasi dengan Jokowi terlihat dari tindakannya memerintahkan Wakil Ketua DPR dari Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membatalkan revisi Undang-Undang (UU) No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada yang sudah disepakati Badan Legislasi DPR dan tinggal mengesahkannya di rapat paripurna, Jumat (22/8/2024).

Prabowo lebih memilih melaksanakan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 60 dan No 70 Tahun 2024 yang membuat parpol-parpol luluasa mengusung calon kepala daerah, dan menutup peluang Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi yang belum berusia 30 tahun maju sebagai calon gubernur/wakil gubernur.

Implikasinya, jika Megawati bersatu dengan Prabowo maka Jokowi pun akan tersingkir. Bukan hanya tersingkir dari lingkaran kekuasaan Prabowo, tapi juga dari panggung politik nasional. Kecuali jika nanti Jokowi bergabung atau membuat parpol sendiri.

Politik Khianat

Apakah Prabowo tidak akan balas budi kepada Jokowi yang telah mendukungnya di Pilpres 2024 sehingga menang?

Balas budi sudah dilakukan Prabowo dengan menggaet putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya di Pilpres 2024.

Apalagi ada adagium di dunia politik, yakni tak ada kawan atau lawan abadi, yang abadi adalah kepentingan.

Jokowi yang punya nama kecil Mulyono pun bisa tertimpa karma politik, yakni dikhianati Prabowo, sebagaimana bekas Gubernur DKI Jakarta dan bekas Walikota Surakarta, Jawa Tengah, itu mengkhianati mentor politiknya sendiri, Megawati.

Selain kursi menteri, dalam konteks ini Megawati membutuhkan Prabowo untuk melancarkan aksi balas dendam politik atau serangan balik kepada Jokowi. Megawati bisa meminjam tangan Prabowo, atau keduanya bersatu, untuk menyingkirkan Jokowi.

Sebagai Presiden, Prabowo bisa memperalat Polri, Kejaksaan Agung bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menggebuk Jokowi dan keluarganya. Bisa dimulai dari dugaan gratifikasi fasilitas pesawat jet pribadi Kaesang Pangarep atau Bobby Nasution, menantu Jokowi yang menjadi Walikota Medan, Sumatera Utara, dan kini maju sebagai cagub Sumut di Pilkada 2024.

Politik khianat ala Brutus terhadap Julius Caesar di Romawi memang tidak asing lagi di Nusantara atau Indonesia. Bahkan sudah berlangsung sejak zaman Singosari tahun 1222 usai Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, penguasa Tumapel demi menguasai takhta dan permaisurinya, Ken Dedes, dengan keris Mpu Gandring, dan kemudian mendirikan kerajaan Singosari di Jawa Timur.

Politik khianat pun berlanjut hingga kini. Soeharto mengkhianati Soekarno dengan Surat Perintah 11 Maret 1966 atau Super Semar.

Soeharto dikhianati BJ Habibie, Harmoko, Akbar Tandjung, Ginandjar Kartasasmita dan sebagainya yang merupakan orang-orang dekatnya, sehingga Pak Harto lengser dari kursi Presiden RI pada 21 Mei 1998.

KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengkhianati Megawati dengan maju sebagai capres dalam Sidang Umum MPR tahun 1999 dan terpilih, padahal partainya Megawati, PDIP merupakan pemenang Pemilu 1999.

Sebaliknya, Megawati pun mengkhianati Gus Dur dengan mau menjadi Presiden RI pada Sidang Istimewa MPR tahun 2021.

Megawati kemudian dikhianati SBY. SBY dikhianati Jokowi dengan membiarkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko berupaya membegal Partai Demokrat meskipun tak berhasil.

Jokowi pun mengkhianati Megawati dengan mendukung Prabowo Gibran di Pilpres 2024, melawan capres-cawapres yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Akankah Prabowo mengkhianati Jokowi? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dana Pensiun Tambahan di Tengah Ekonomi Lesu: Kebijakan yang Harus Ditunda?

Next Post

Terlibat Penyalahgunaan Narkoba dan Pelecehan Seksual 9 Oknum Polisi di Bali Dipecat

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN
Feature

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029
Feature

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Next Post
Terlibat Penyalahgunaan Narkoba dan Pelecehan Seksual 9 Oknum Polisi di Bali Dipecat

Terlibat Penyalahgunaan Narkoba dan Pelecehan Seksual 9 Oknum Polisi di Bali Dipecat

RMI NU Jakarta Minta Oknum Ba’alawi Hentikan ‘Jualan’ Karamah

RMI NU Jakarta Minta Oknum Ba'alawi Hentikan 'Jualan' Karamah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist