• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Buah Pemikiran Irman Gusman: Indonesia First yang Berdikari di Tengah Guncangan Dunia

fusilat by fusilat
April 28, 2025
in Economy, Feature
0
Buah Pemikiran Irman Gusman: Indonesia First yang Berdikari di Tengah Guncangan Dunia
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Irfan Wahidi

Dalam dunia yang semakin bergejolak, ide tentang “Indonesia First” sebagai jalan menuju kemandirian nasional menemukan relevansinya kembali. Irman Gusman, Senator RI dari Sumatera Barat periode 2024–2029 sekaligus mantan Ketua DPD-RI 2009–2016, menghadirkan buah pemikiran yang tajam: Indonesia harus berdikari di tengah guncangan dunia yang kian tak menentu.

Kita telah melihat bagaimana dunia pasca-pandemi dan ketegangan geopolitik, seperti perang dagang antara Amerika Serikat di bawah Donald Trump dan China di bawah Xi Jinping, mengubah wajah hubungan internasional. Ketika institusi-institusi global kehilangan efektivitas dan tatanan berbasis aturan (rules-based global order) melemah, setiap negara secara naluriah menarik diri untuk melindungi kepentingan nasionalnya. Strategi “America First” dan “China First” menjadi bukti konkret bahwa saat dunia luar tak lagi dapat diandalkan, bangsa-bangsa harus memperkuat ketahanan dalam negeri.

Dalam konteks ini, Irman Gusman menegaskan perlunya Indonesia menggali kembali semangat “Indonesia First”, sebuah konsep yang akarnya telah tertanam sejak era Presiden Soekarno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Namun, sejarah menunjukkan bahwa langkah-langkah tersebut kerap mandek pada tataran rencana, tanpa ketekunan implementasi yang konsisten.

Penguatan pasar dalam negeri, sebagaimana telah dirintis pada masa Orde Baru dengan pembentukan Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri, semestinya dikembangkan lebih jauh. Negara-negara seperti Malaysia dan Australia menunjukkan bagaimana pengelolaan perdagangan dalam negeri dan diplomasi ekonomi bisa mendorong pertumbuhan yang inklusif. Ironisnya, Indonesia yang kaya akan sumber daya dan potensi pasar justru tertinggal dalam mengelola logistik, meningkatkan kualitas produksi, dan memperluas pasar ekspor.

Irman Gusman mengusulkan langkah strategis: mengubah nomenklatur Kementerian Perdagangan menjadi Kementerian Perdagangan Dalam Negeri untuk memperkuat pasar domestik, dan memperluas peran Kementerian Luar Negeri menjadi Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Internasional, agar para diplomat kita juga menjadi entrepreneur diplomats yang aktif membuka pasar dunia untuk produk nasional.

Kemandirian ekonomi Indonesia, lanjut Irman, harus bertumpu pada Pasal 33 UUD 1945 — bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Ini berarti mengarusutamakan koperasi dan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Namun, keberpihakan itu tak boleh hanya simbolis; perlu ada langkah konkret untuk menjadikan UMKM bankable, mandiri, dan mampu bersaing secara global.

Di tengah ketatnya kompetisi dunia, rasio kewirausahaan Indonesia yang masih berkisar 3,18%-3,47% memperlihatkan tantangan besar. Kita tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Pendidikan kewirausahaan harus masuk ke semua lini pendidikan nasional untuk melahirkan entrepreneur-entrepreneur tangguh yang mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong inovasi.

Selain itu, transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) menjadi keniscayaan. Investasi besar dalam sumber daya manusia, penguatan riset dan hilirisasi industri, serta percepatan perolehan hak paten dalam negeri, adalah syarat mutlak untuk menghindari ketergantungan semata pada komoditas alam.

Masih tingginya biaya logistik nasional, mencapai 14,29% dari PDB, menunjukkan bahwa pembenahan rantai pasok menjadi agenda yang tak bisa ditunda. Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi soal daya saing bangsa dalam peta ekonomi global.

Irman Gusman juga menekankan pentingnya desentralisasi pertumbuhan ekonomi. Jakarta tidak boleh lagi menjadi satu-satunya magnet pencari kerja. Sebagaimana di Amerika Serikat, pusat-pusat pertumbuhan baru di berbagai daerah akan menciptakan pemerataan ekonomi dan memperkuat daya tahan nasional dari dalam.

Di bidang manajemen pemerintahan, Irman mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan para pemimpin teknokratik — mereka yang tak hanya setia pada visi presiden, tetapi juga memiliki kompetensi untuk mengeksekusinya. Reformasi birokrasi di semua sektor, termasuk sipil, militer, kepolisian, dan hukum, adalah syarat mutlak untuk mewujudkan efisiensi dan profesionalisme.

Kerja sama dengan konsultan-konsultan internasional berpengalaman, seperti Boston Consulting Group (BCG), dalam mereformasi sistem investasi dan perizinan juga menjadi opsi strategis yang patut dipertimbangkan, agar Indonesia benar-benar siap melompat jauh ke depan.

Akhirnya, buah pemikiran Irman Gusman adalah seruan untuk menghindari “Indonesia Cemas” dan mewujudkan “Indonesia Emas”. Semua tergantung pada keberanian untuk memilih orang-orang terbaik dalam setiap bidang, serta konsistensi dalam membangun ekosistem yang mendukung kreativitas, inovasi, dan entrepreneurship.

Di dunia yang penuh turbulensi ini, suara Irman Gusman adalah pengingat yang tajam: bahwa Indonesia harus kembali pada dirinya sendiri — berdikari, berdaulat, dan berkepribadian — agar dapat berdiri kokoh di tengah badai zaman.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor di Jakarta, Tak akan Diputihkan

Next Post

Debat Menarik Siswi Baru Lulus Dengan Gubernur Jabar Soal Larangan Wisuda dan Perpisahan

fusilat

fusilat

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?
Feature

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Next Post
Rencana Gubernur Jabar Cabut Sertifikat Tanah dan  Bangunan di Bantaran Sungai Bakal Terkendala Mekanisme  dan Aturan Berlaku.

Debat Menarik Siswi Baru Lulus Dengan Gubernur Jabar Soal Larangan Wisuda dan Perpisahan

Perintah Konstitusi dan Ayat Pertama: Bacalah

Perintah Konstitusi dan Ayat Pertama: Bacalah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist