• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Bulog: Dari Lumbung Pangan ke Garda Ketahanan Nasional

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 17, 2025
in Economy, Feature
0
Petani vs. Tengkulak: Musuh dalam Selimut atau Mitra Sejati?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Perjalanan panjang Perum Bulog selalu menarik untuk disimak. Awal tahun 2025 ini, layak disebut sebagai Tahun Keberuntungan bagi Perum Bulog. Sebagai operator pangan pemerintah, Bulog berhasil menjalankan mandatnya dengan gemilang: menyerap gabah petani dalam jumlah signifikan dan mencetak rekor dalam sejarah perberasan nasional. Di tengah tantangan ketahanan pangan global, kehadiran Bulog kembali menegaskan perannya sebagai pilar penting penyedia pangan nasional.

Bulog dan Beras: Dua Nama, Satu Napas

Tak berlebihan jika dikatakan: Ada Bulog, pasti ada beras. Nama Bulog hampir selalu identik dengan komoditas strategis ini. Perjalanan lembaga ini dimulai dari statusnya sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) hingga bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbentuk Perusahaan Umum (Perum).

Berdiri secara resmi pada 21 Januari 2003 melalui Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2003, status hukum Bulog telah mengalami beberapa revisi hingga PP No. 13 Tahun 2016. Namun, akarnya berasal dari lembaga yang dibentuk jauh sebelumnya, yaitu Badan Urusan Logistik (BULOG) pada masa awal Orde Baru.

Lintasan Sejarah Bulog

Jejak historis Bulog menunjukkan perubahan mandat sesuai dinamika politik dan ekonomi nasional:

  • 1967: Didirikan melalui Keputusan Presidium Kabinet No. 114/U/KEP/5/1967 sebagai LPND, untuk menjamin ketersediaan pangan dan stabilisasi harga.
  • 1969: Tugas difokuskan pada stabilisasi harga beras nasional.
  • 1987–1995: Mandat diperluas menjadi pengelola multi-komoditas dan pendukung pembangunan pangan nasional.
  • 1997–1998: Pengetatan mandat kembali dilakukan, fokus hanya pada beras dan gula, lalu beras saja, menyusul Letter of Intent (LoI) dengan IMF.
  • 2000–2002: Pemerintah mulai mengarahkan transformasi Bulog menjadi entitas bisnis logistik.
  • 2003: Resmi menjadi Perum BULOG.
  • 2013–2020: Bulog mulai memperluas jaringan dan kemitraan melalui pendirian dan akuisisi sejumlah anak usaha seperti PT Jasa Prima Logistik, PT Gendhis Multi Manis, dan PT Mitra BUMDes Nusantara.

Lebih Dari Sekadar Gudang Beras

Selama 21 tahun menjadi perusahaan plat merah, kiprah Bulog masih dipandang lebih sebagai perpanjangan tangan pemerintah daripada sebagai BUMN yang murni berorientasi bisnis. Masyarakat mengenal Bulog lebih karena perannya dalam impor beras, program bantuan beras untuk 22 juta rumah tangga, serta stabilisasi harga beras. Kursi Direktur Utama Bulog bahkan kerap jadi “kursi panas” karena bersinggungan dengan isu strategis dan politis.

Namun kini, arah baru mulai ditunjukkan. Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar Bulog keluar dari skema BUMN dan kembali menjadi lembaga otonom yang berada langsung di bawah kendali Presiden. Sebuah langkah berani yang mengingatkan pada posisi Bulog era 1967–1997.

Misi Baru: Dari Operator Menjadi Alat Negara

Presiden menaruh harapan besar agar Bulog mampu menopang percepatan swasembada pangan, terutama beras. Lebih dari sekadar operator impor, Bulog diharapkan tampil sebagai alat negara yang piawai menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan, sekaligus mempererat relasi dengan petani sebagai mitra utama.

Peran Bulog sebagai offtaker—membeli gabah petani di saat panen melimpah—perlu terus diperkuat. Selain menciptakan kepastian pasar, langkah ini merupakan bentuk konkret keberpihakan negara kepada petani. Dalam ekosistem pangan nasional, Bulog bukan sekadar gudang beras, tapi aktor strategis yang menentukan arah kebijakan pangan Indonesia ke depan.

Menatap Masa Depan

Transformasi Bulog menuju lembaga otonom bisa menjadi momentum penting dalam sejarah lembaga ini. Namun, langkah ini harus diiringi dengan reformasi kelembagaan, penguatan SDM, transparansi tata kelola, serta dukungan anggaran dan regulasi yang jelas.

Jika semua itu terpenuhi, bukan tidak mungkin Bulog akan kembali menjadi simbol kekuatan negara dalam menjamin ketahanan pangan—sebuah peran yang bukan hanya penting, tapi esensial bagi masa depan Indonesia.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Produksi Beras Meningkat, tapi Petani Tercekik: Di Balik Euforia Swasembada Pangan

Next Post

NEGARA DIKELOLA DENGAN DUSTA

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN
Feature

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029
Feature

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Next Post

NEGARA DIKELOLA DENGAN DUSTA

DPD dan DPC PPWI se-Lampung Resmi Dilantik: Husin Muchtar Siap Kembangkan Pewarta Warga yang Profesional dan Berintegritas

DPD dan DPC PPWI se-Lampung Resmi Dilantik: Husin Muchtar Siap Kembangkan Pewarta Warga yang Profesional dan Berintegritas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...