• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

NEGARA DIKELOLA DENGAN DUSTA

fusilat by fusilat
July 17, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto – Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila

Negara ini didirikan atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan luhur untuk merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Namun, cita-cita luhur itu dikhianati melalui kudeta konstitusi yang dibungkus dalam nama “amandemen”.

Kaidah-kaidah fundamental dalam bernegara telah dirusak. Kedaulatan rakyat dilucuti ketika utusan golongan dan utusan daerah dihapuskan. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengerdilkan dirinya menjadi lembaga tinggi, bukan lagi lembaga tertinggi negara, dan mencabut status Presiden sebagai mandataris MPR. Lebih jauh lagi, MPR bahkan menghapuskan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Padahal, pasal dan ayat mana dalam UUD 1945 yang memberi MPR kewenangan menghapus GBHN? Semua ini dilakukan dengan kemasan manis bernama “amandemen”, padahal sejatinya adalah kudeta konstitusional.

Inilah awal dari kedustaan kolektif bangsa ini. Bahkan tokoh reformasi seperti Amien Rais pun kemudian mengakui bahwa amandemen UUD 1945 itu adalah tindakan yang “naif” — atau lebih tepatnya, sebuah kedustaan.

Kini, sejumlah tokoh mulai melakukan kaji ulang dan mengusulkan adanya adendum untuk menyempurnakan kembali UUD 1945. Namun pertanyaannya: jika kita kembali ke UUD 1945 yang asli, lalu ingin menyempurnakannya melalui adendum, siapa yang berwenang melakukan itu?

MPR tidak punya kewenangan untuk mengubah UUD 1945. Dalam Pasal 3 UUD 1945 disebutkan bahwa kewenangan MPR hanya tiga:

  1. Mengangkat dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden,
  2. Mengesahkan Undang-Undang Dasar,
  3. Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Itu saja. Tidak ada kewenangan MPR untuk mengubah konstitusi. Jika ingin menyempurnakan UUD 1945, mestinya dilakukan melalui aturan tambahan dan aturan peralihan setelah MPR terbentuk—bukan dengan mengubah UUD 1945 yang sudah disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945.

Karena itu, yang dibutuhkan adalah UUD Pemerintahan sebagai pelengkap dari UUD 1945 — jika kita memandang negara ini sebagai sebuah organisasi besar, maka UUD 1945 adalah Anggaran Dasar (AD), dan UUD Pemerintahan adalah Anggaran Rumah Tangga (ART). Dengan cara ini, amandemen dapat dilakukan sesuai kebutuhan zaman tanpa merusak fondasi bernegara.

Jika ini ditempuh, Indonesia akan selamat dari dusta sistemik yang terus meracuni kehidupan berbangsa. Dusta bukan hanya gambaran moral, tapi juga perbuatan yang sangat merugikan.

Contoh nyata: apakah umat Islam mengetahui, menyetujui, atau bahkan diberi tahu bahwa dana haji sebesar Rp700 triliun telah digunakan oleh pemerintahan Jokowi untuk membangun Ibu Kota Nusantara (IKN)? Dana umat yang dikumpulkan puluhan tahun ini digunakan tanpa transparansi—dan inilah bentuk nyata dari kebohongan kekuasaan.

Islam dengan tegas melarang dusta. Dusta bukan hanya dosa, tapi juga sumber kerusakan sosial. Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa jujur adalah pintu segala kebaikan, sementara dusta adalah awal dari kebinasaan. Maka bangsa yang dibangun di atas dusta niscaya akan menuai kehancuran.

Sejak konstitusi asli dikudeta, bangsa ini terjerumus dalam era post-truth — era ketika kebohongan yang diulang-ulang dianggap sebagai kebenaran. Dan hari ini, rakyat Indonesia merasakan akibatnya: beban hidup semakin berat, utang negara menggunung, dan korupsi masuk ke level triliunan rupiah.

Simak satu kisah tragis: seorang jaksa yang menerima suap, lalu uangnya digunakan untuk umrah dan sebagian diinfakkan ke masjid. Ini bukan sekadar ironi, ini adalah potret kerusakan moral akibat sistem yang dibangun di atas kebohongan.

Bangsa ini sedang menuai hasil dari dusta yang ditanamkan bertahun-tahun. Tapi jangan lupa, dalam kearifan Jawa ada pesan: “Gusti Allah mboten sare, sopo sing salah bakal seleh”. Apa yang ditanam, itulah yang akan dituai.

Kini, beban ada di pundak Prabowo Subianto. Akankah ia berani menyampaikan kepada umat Islam bahwa dana haji sebesar Rp700 triliun telah disikat habis oleh rezim sebelumnya? Jika tidak, maka dusta itu akan terus menjadi warisan gelap yang menghantui masa depan bangsa ini.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bulog: Dari Lumbung Pangan ke Garda Ketahanan Nasional

Next Post

DPD dan DPC PPWI se-Lampung Resmi Dilantik: Husin Muchtar Siap Kembangkan Pewarta Warga yang Profesional dan Berintegritas

fusilat

fusilat

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
DPD dan DPC PPWI se-Lampung Resmi Dilantik: Husin Muchtar Siap Kembangkan Pewarta Warga yang Profesional dan Berintegritas

DPD dan DPC PPWI se-Lampung Resmi Dilantik: Husin Muchtar Siap Kembangkan Pewarta Warga yang Profesional dan Berintegritas

Donald Dajjal

Konyolnya Presiden Kita

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...