• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Dampak Perang AS–Israel versus Iran terhadap Indonesia Menahan Tekanan Struktural Domestik dan Global yang Makin Dalam

fusilat by fusilat
March 2, 2026
in Economy, Feature
0
Dampak Perang AS–Israel versus Iran terhadap Indonesia Menahan Tekanan Struktural Domestik dan Global yang Makin Dalam
Share on FacebookShare on Twitter

Ichsanuddin Noorsy
Jakarta, 1 Maret 2026

Dunia kembali tersentak. Malam Ahad—yang lazimnya menjadi ruang kebersamaan keluarga—berubah menjadi suasana cemas, bahkan ketakutan. Serangan besar Amerika Serikat dan Israel terhadap 24 provinsi di Iran bukan sekadar operasi militer biasa. Serangan itu menewaskan Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, serta pimpinan Garda Revolusi. Korban jiwa dilaporkan mencapai sekitar 275 orang, lebih dari 85 di antaranya perempuan dan sekitar 40 anak-anak.

Serangan AS–Israel dipastikan tidak berhenti sebelum Iran menghentikan proyek senjata nuklirnya dan tunduk pada kehendak Washington. Iran pun membalas. Seluruh basis militer AS di Timur Tengah diserang, termasuk serangan ke Tel Aviv.

Sejak Revolusi Iran 1979 di bawah Ayatollah Khomeini, Washington tak pernah berhenti diliputi kegelisahan. Iran adalah negara-bangsa berlatar sejarah perlawanan. Ia secara terbuka menyatakan kesiapan berperang melawan Amerika Serikat. Kematian Khamenei—yang berkuasa sejak 4 Juni 1989—tidak serta-merta memadamkan perlawanan Iran. Sebelum wafat, ia menegaskan tidak ingin mati secara biasa. Ia menginginkan mati syahid dan percaya bahwa perjuangan bangsa Iran akan dilanjutkan oleh generasi muda dengan daya juang luar biasa. Iran bahkan mengancam akan menggunakan senjata-senjata strategis yang selama ini disimpan.

Di tengah eskalasi tersebut, seorang jenderal Israel mengingatkan agar Indonesia tidak ikut terlibat. Pernyataan serupa pernah disampaikan Perdana Menteri Thailand ketika negeri itu berkonflik dengan Kamboja. Mayor Jenderal Jacoob Ariel menyatakan Indonesia sebaiknya membenahi kebutuhan pokok rakyatnya dan meningkatkan ketahanan domestik, termasuk daya tahan perang. Pernyataan ini terdengar realistis sekaligus menohok. Presiden Prabowo tentu memahami hal tersebut.

Karena itu, lebih tepat jika Indonesia—bermodal konstitusi—mengecam serangan AS–Israel ke Teheran, bukan sekadar hadir secara simbolik. Indonesia semestinya berani datang ke Tel Aviv dan Washington, menyampaikan langsung kepada Donald Trump dan Benjamin Netanyahu: hentikan kejahatan kemanusiaan. Perang selalu melahirkan penderitaan, kerugian, dan kematian. Dunia tidak membutuhkan perang, melainkan kesejahteraan, kedamaian, dan keadilan.

Trump sendiri menyatakan siap berperang dalam jangka panjang demi “kedamaian” Timur Tengah dan dunia. Paradoks “perang demi damai” sejatinya sejalan dengan pernyataan Dwight D. Eisenhower bahwa perang adalah bisnis besar yang menggiurkan. Setelah mempermalukan kedaulatan Venezuela dan menyedot sumber minyaknya, Trump kembali menunjukkan taringnya kepada Iran.

Jika pada 14 Juli 2008 AS memainkan energy price war, maka sejak menjadi net eksportir minyak pada 2015, strategi AS berubah bertahap: mulai dari pergeseran energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT), hingga perebutan sumber daya mineral rare earth. Tesis Henry Kissinger kembali dijalankan: siapa mengendalikan minyak, ia mengendalikan bangsa-bangsa. Ini adalah soal mempertahankan dominasi pasca-Perang Dunia II—dominasi yang enggan dibagi.

Ketika isu EBT gagal memulihkan dominasi AS, Trump menarik diri dari Kesepakatan Paris dan keluar dari puluhan lembaga multilateral yang dianggap membebani APBN. Di dalam negeri, efisiensi ala DOGE yang digerakkan Elon Musk diarahkan untuk membongkar kultur birokrasi lama yang diasosiasikan dengan Partai Demokrat.

Konflik domestik dan global yang diproduksi Trump perlahan menggerus kepercayaan dunia terhadap AS. Polarisasi sosial-politik domestik makin tajam. Dukungan moral global pun runtuh, terutama sejak AS melindungi Netanyahu dan meremehkan putusan Mahkamah Internasional (ICJ). Trump bahkan berkata kepada Netanyahu, “Do what you want to do,” yang dijawab sinis: “Do what I say.”
AS adalah Israel besar, dan Israel adalah AS kecil. Ini bukan teori konspirasi, melainkan fakta sejarah kontemporer yang panjang—berkelindan dengan nilai, kekuatan, dan standar ganda yang dijalankan.

Pasca kematian Khamenei, Iran menyerang fasilitas nuklir Dimona di Israel selatan. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menahan diri dan membungkam media untuk mengurangi dampak psikologis dan politik. Perang ini—sebagaimana Iran bertahan lebih dari 45 tahun dari invasi, intervensi, infiltrasi, dan interferensi AS—akan berlangsung panjang. Dewan Keamanan PBB tetap mandul, terbatas pada seruan de-eskalasi dan penghormatan hukum internasional.

“Kedamaian” versi Trump adalah kedamaian berbasis pemaksaan, melalui kekuatan militer dan nonmiliter. Pada Indonesia, pola ini menjelma melalui penyertaan dalam Balance of Payment (BoP) dan Agreement on Reciprocal Trade (ART) 19 Februari 2026. Bahkan di dalam negeri AS, banyak kalangan menilai serangan terhadap Iran melanggar konstitusi karena hak menyatakan perang berada di tangan Kongres.

AS kini bukan sekadar memainkan perang harga energi. Dengan sekitar 5.200 hulu ledak nuklir, AS telah memasuki perang ekonomi struktural: penguasaan sumber daya strategis, penentuan kualitas dan kuantitas produksi, distribusi, hingga harga. Gangguan di Selat Hormuz bukan hanya soal pasokan energi global, tetapi juga upaya melemahkan ketahanan energi China. Rantai pasok berbasis teknologi komunikasi dimanfaatkan optimal demi menahan runtuhnya hegemoni.

Selama hampir 80 tahun, hegemoni AS dipertahankan melalui dolar sebagai senjata. Trump berjuang mengembalikan kejayaan greenback. Sejak kekalahan industri manufaktur AS oleh China pada 2008, perang hibrida tak terelakkan. Bill Gates pada 2010 bahkan menyinggung pengendalian lonjakan populasi dunia melalui vaksin dan filantropi kesehatan. Perang nonmiliter dan militer berjalan beriringan. Negara kuat bertahan, negara lemah tersingkir. Biaya hegemoni dialihkan kepada negara-negara pengguna dolar AS—itulah esensi strategi fiat money dolar.

Sebelum perang AS–Israel melawan Iran, Indonesia sendiri sudah mengalami tekanan struktural melalui pelemahan nilai tukar yang berkelanjutan. Tekanan itu kini diperdalam oleh ART 19 Februari 2026. Dampaknya adalah gejolak harga dan tekanan biaya. Pada 2025, Indonesia mengimpor energi senilai 32,76 miliar dolar AS. Jika harga minyak melonjak hingga 100 dolar AS per barel, neraca perdagangan akan tertekan di tengah neraca modal yang terus defisit.

Kenaikan harga energi akan menekan konsumsi masyarakat. Inflasi impor tak terhindarkan, rupiah terancam melemah, dan Bank Indonesia dipaksa terus melakukan operasi pasar. Cadangan devisa pun berisiko menurun.

Jika APBN harus menambah subsidi energi sementara ruang fiskal sudah sempit—ditandai keseimbangan primer negatif—Indonesia dipaksa meningkatkan penerbitan obligasi negara. Padahal defisit APBN 2025 sudah mencapai 2,92 persen terhadap PDB. Di sisi lain, peningkatan penerimaan pajak nyaris mustahil karena jatuhnya kelas menengah sebanyak 9,48 juta orang, lemahnya daya beli, dan sikap perbankan yang masih wait and see. Pada saat yang sama, public distrust meningkat akibat kebijakan MBG, belanja 105.000 mobil dari India, BoP, dan ART 19 Februari 2026.

Itulah tekanan struktural domestik. Ditambah perang AS–Israel versus Iran, saya meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 hanya berkisar 4,9 persen ±0,3 persen. Jika solusi yang dipilih adalah terus menerbitkan obligasi negara, maka finansialisasi ini hanya menyinambungkan pemiskinan struktural dan menyulitkan penurunan rasio Gini.

Karena itu, mustahil membenahi perekonomian Indonesia hanya dengan pendekatan struktural-fungsional. Restrukturisasi ekonomi—meminjam pemikiran Soemitro Djojohadikusumo—menuntut perbaikan fundamental hingga keterkaitan struktural yang utuh.

Indonesia memang tidak perlu ikut campur dalam perang AS–Israel versus Iran. Namun Indonesia juga tidak perlu tampil seolah piawai dalam diplomasi simbolik. Yang jauh lebih mendesak adalah bercermin: apakah kondisi global dan bilateral justru makin memperdalam tekanan struktural Indonesia? Ataukah masih ada ruang untuk menegakkan kedaulatan konstitusi?

Jawabannya getir: Indonesia adalah negara dengan kedaulatan yang rentan.


Kalau mau, saya bisa:

  • menajamkan jadi esai opini media nasional,
  • memadatkan jadi artikel 1.200 kata, atau
  • mengubah gaya jadi lebih akademik / lebih polemis.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bercermin Diri, Apakah Bangsa Kita Munafik?

Next Post

Perang Modern Israel/USA vs Iran Tidak Sekadar Saling Membombardir — Tetapi Warfare

fusilat

fusilat

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Feature

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Anies Janjikan Bikin Hotline Paris. Kata Hotman Mau Bersaing Dengan Hotman 911?
Feature

Sandyakalaning Hotman Paris

July 21, 2026
Next Post
Perang Modern Israel/USA vs Iran  Tidak Sekadar Saling Membombardir — Tetapi Warfare

Perang Modern Israel/USA vs Iran Tidak Sekadar Saling Membombardir — Tetapi Warfare

Berbaring di Dalam Peti Mati, Cara Warga Jepang Menemukan Makna Hidup

Berbaring di Dalam Peti Mati, Cara Warga Jepang Menemukan Makna Hidup

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist