• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Fadli Zon Sedang Menulis His Story – Bukan History

Sejarah yang Diredam, Fakta yang Ditenggelamkan

Ali Syarief by Ali Syarief
June 15, 2025
in Feature, Sejarah
0
Fadli Zon Sedang Menulis His Story – Bukan History
Share on FacebookShare on Twitter

“Die Geschichte wird von den Siegern geschrieben.” Sejarah ditulis oleh para pemenang. Ungkapan yang jamak dikutip dalam banyak bahasa itu bukan sekadar adagium klise, melainkan cermin yang memantulkan wajah politik kekuasaan kita hari ini: bagaimana rezim berusaha menulis ulang sejarah, bukan berdasarkan fakta, melainkan demi citra.

Upaya Kementerian Kebudayaan menyusun ulang sejarah nasional Indonesia untuk edisi “Buku Babon” Kemerdekaan ke-80 pada 17 Agustus mendatang mencemaskan. Alih-alih menjadi refleksi objektif perjalanan bangsa, draft sejarah itu justru terkesan menjadi “buku putih” yang membersihkan noda masa lalu seorang tokoh yang kini memegang tampuk kuasa: Presiden Prabowo Subianto.

Baca : https://fusilatnews.com/upaya-fadli-zon-bersihkan-nama-prabowo/

Indikasinya terang. Kasus penculikan aktivis 1997–1998 lenyap dari naskah. Padahal, sejarah mencatat dengan terang bahwa peristiwa itu adalah bagian dari pergulatan reformasi yang berdarah. Fadli Zon—politikus yang kini menjadi anggota tim penyusun sejarah—terkesan menjadi tangan ideologis yang hendak merombak narasi lama demi satu nama: Prabowo.

Sejarah pun mulai kehilangan tulang punggungnya. Prabowo yang saat itu menjabat Komandan Jenderal Kopassus, diduga terlibat dalam penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi. Tim Mawar yang dibentuk Mayor Bambang Kristiono—bawahan Prabowo di Grup IV Kopassus—dituding sebagai pelaku utama penculikan. Dewan Kehormatan Perwira (DKP) TNI bahkan secara resmi memberhentikan Prabowo dari dinas militer.

Namun sejarah kini digeser. Penyair Widji Thukul, yang hingga hari ini belum ditemukan, lenyap dari narasi nasional. Ia hanya hidup dalam ingatan, puisi, dan lorong gelap ingatan rakyat. Negara seperti menghapusnya, bersama dua belas nama lain yang tak kunjung kembali.

Lebih ironis lagi, Menteri Kebudayaan menyebut kasus pemerkosaan massal dalam kerusuhan Mei 1998 sebagai “rumor”. Padahal, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF)—yang dibentuk lintas kementerian dan lembaga hukum resmi negara—telah mendokumentasikan 52 korban pemerkosaan, 14 pemerkosaan dengan penganiayaan, serta sejumlah bentuk kekerasan seksual lainnya di Jakarta, Medan, dan Surabaya.

Mengapa fakta-fakta ini dihapus? Mengapa trauma kolektif bangsa dilucuti dari sejarah resmi?

Ada dugaan kuat, selain untuk melindungi nama Prabowo, ada pula usaha membilas dosa-dosa Orde Baru—rezim yang dipimpin oleh mertua Prabowo kala itu, Soeharto. Ini bukan hanya soal revisi narasi, tapi soal pembelokan memori sejarah. Seperti kata George Orwell dalam 1984, “Who controls the past controls the future. Who controls the present controls the past.”

Saat para pelaku sejarah duduk di kursi kekuasaan, sejarah tak lagi ditulis oleh saksi, melainkan oleh mereka yang berkepentingan. Ironis, tokoh-tokoh yang dulu menjatuhkan sanksi terhadap Prabowo, seperti Wiranto dan Agum Gumelar, kini justru berdiri di belakangnya di Pilpres 2024. Budiman Sudjatmiko—yang dulu diburu oleh Prabowo—bahkan kini mendukungnya.

Ini bukan sejarah, ini propaganda.

Ketika kekuasaan menggenggam pena sejarah, maka sejarah menjadi alat legitimasi, bukan ruang pembelajaran. Jika buku sejarah menjadi cerita karangan Fadli Zon, bukan kisah kolektif bangsa, maka bangsa ini sedang dibentuk menjadi penonton dari masa lalunya sendiri—asing dari luka, lupa pada dendam, dan dicegah untuk mengingat.

Akhirnya, sejarah bukan lagi history, melainkan his story—cerita milik mereka yang sedang berkuasa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kudis di Tengah Kemewahan

Next Post

EMPAT PULAU, SATU PENGKHIANATAN

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
EMPAT PULAU, SATU PENGKHIANATAN

EMPAT PULAU, SATU PENGKHIANATAN

MEGAWATI YANG IKUT MENGAMANDEMEN PANCASILA.

MEGAWATI YANG IKUT MENGAMANDEMEN PANCASILA.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist