Bogor-Fusilatnews— Mantan Menteri Kehutanan Haji Malem Sambat (HMS) Kaban menjadi tuan rumah reuni besar Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang DKI Jakarta yang pernah berhimpun di markas Jalan Cilosari 17, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Acara reuni ini digelar di kediaman pribadi Kaban di Perumahan Budi Agung, Tanah Sereal, Bogor, pada Sabtu, 19 Oktober 2025.
Sedikitnya 400 alumni HMI Cabang Jakarta dari berbagai angkatan hadir dalam acara yang disebut sebagai reuni akbar setelah 40 tahun berpisah. Mereka mengenang kembali masa-masa perjuangan HMI di tengah konflik internal tahun 1987, ketika organisasi tersebut terpecah menjadi dua kubu karena perbedaan sikap terhadap Asas Tunggal Pancasila.
“Ini bukan sekadar reuni, tapi momentum merekatkan kembali persaudaraan setelah puluhan tahun berpisah karena perbedaan,” ujar HMS Kaban dalam sambutannya. Ia juga menegaskan pentingnya semangat antikorupsi dan dukungan terhadap pemerintahan yang bersih. “Kami Alumni HMI DKI mendukung Pak Prabowo sebagai Presiden untuk menegakkan pemerintahan yang bersih dari korupsi,” tegas Kaban disambut tepuk tangan hadirin.
Kaban, yang kini telah memiliki 16 cucu, tampak menjadi pusat perhatian dalam acara tersebut. Ia bahkan disebut mengungguli popularitas sejumlah tokoh lain yang hadir, seperti Prof. Eggi Sudjana yang dikenal sebagai aktivis vokal dalam isu ijazah Presiden Joko Widodo.
Dalam reuni itu, para alumni juga mengenang sejarah panjang markas HMI di Jalan Cilosari 17 yang memiliki nilai historis tinggi. Gedung tersebut dulunya merupakan markas Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang terafiliasi dengan PKI pada 1965, sebelum akhirnya diambil alih oleh HMI dan kini menjadi tanah wakaf di bawah Yayasan Cilosari 17 yang dipimpin oleh Akbar Tanjung.
Acara reuni yang awalnya direncanakan hanya dihadiri 35 orang dari angkatan 1980-an itu, ternyata meluas menjadi ajang temu lintas generasi. “Bhineka Yakusa — biarlah perbedaan masa lalu menjadi pelajaran, bukan pemisah,” ujar Kaban.
Beragam tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya Prof. Tb Massa, Prof. Firdausyam (Universitas Nasional), Prof. Valina Singka Subekti, DR. Hj. Tati Hartimah (Forhati Nasional), Selphiana (Forhati DKI), Nurmala Dewi, Ustaz Mukhsin (STTN), Yanzi Sofyan Panigoro, Adnan Alham, Drs. Balawi Muad (IKIP), M. Abudan (Untag), Urip (PPD), dan Hariman Siregar.
Dua anggota DPR yang juga alumni HMI DKI, Ardiyan dari Fraksi Gerindra (Jayabaya 1999) dan Hermanto, mantan anggota DPR dari PKS yang kini menjabat Pimpinan KAHMI Rayon UNKRIS, turut memberikan donasi masing-masing Rp5 juta untuk pembangunan kembali markas Cilosari 17.
Selain ajang silaturahmi, para alumni juga menyepakati agenda lanjutan, antara lain Gerak Jalan Sehat KAHMI Jaya yang akan digelar pada 25 Oktober 2025 pukul 06.30 WIB di Sekretariat KAHMI Jaya/KNPI DKI Jakarta, Jalan Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, serta peresmian Masjid Cilosari 17 pada 5 Februari 2026.
“Semoga tanah wakaf Cilosari yang sangat strategis bisa menjadi pusat kegiatan dan ekonomi umat, mungkin juga tempat nongkrong alumni sambil ngopi di ‘Cafein HMI’,” ujar Kaban menutup sambutannya dengan senyum.
(Mahdi)

























