• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ini Kejahatan Model Apa? Laut dan Tanah Negara Disertifikasi Kepada Individu/Korporasi Swasta

Ali Syarief by Ali Syarief
March 11, 2025
in Crime, Feature
0
Ini Kejahatan Model Apa?  Laut dan Tanah Negara Disertifikasi Kepada Individu/Korporasi Swasta
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNewsDalam narasi besar pemerintahan Jokowi, sertifikasi tanah dianggap sebagai program yang berpihak kepada rakyat. Rakyat kecil yang selama ini tak memiliki kepastian hukum atas tanahnya diberi legalitas dalam bentuk sertifikat, bahkan dengan biaya yang digratiskan. Ini seolah menjadi simbol keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Namun, di balik gegap gempita program ini, muncul ironi yang menggelitik: ketika tanah rakyat disertifikasi, mengapa jutaan hektare tanah negara justru jatuh ke tangan korporasi atau segelintir individu berkuasa?

Sertifikasi Tanah: Antara Janji dan Kenyataan

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digagas Jokowi disebut sebagai upaya memberantas ketimpangan agraria. Targetnya, rakyat mendapatkan kepastian hukum atas tanah mereka, sehingga konflik pertanahan bisa diminimalkan. Namun, dalam praktiknya, sertifikasi tanah ini justru memuluskan privatisasi dan pelepasan hak atas tanah negara untuk kepentingan segelintir elite ekonomi dan politik.

Kasus demi kasus memperlihatkan bahwa tanah negara, termasuk kawasan hutan, tanah eks-HGU, atau tanah yang dikelola negara, tiba-tiba memiliki sertifikat hak milik atas nama individu atau korporasi. Pertanyaannya: bagaimana mungkin tanah yang seharusnya menjadi aset publik bisa berpindah kepemilikan secara sah? Jika rakyat harus melalui proses panjang untuk mendapatkan sertifikat tanah, mengapa korporasi bisa dengan mudah mengantongi legalitas atas lahan yang jauh lebih luas?

Kejahatan Model Apa?

Fenomena ini bisa dikategorikan sebagai state capture, sebuah bentuk korupsi sistemik di mana kebijakan dan sumber daya negara dikuasai oleh segelintir elite demi kepentingan pribadi atau kelompok. Negara seolah-olah menjadi agen dari kepentingan oligarki, bukan lagi penjaga keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Jika ditelaah lebih lanjut, ini bukan sekadar kasus perampasan tanah (land grabbing), tetapi juga bentuk manipulasi kebijakan publik untuk melegalkan praktik penguasaan tanah oleh korporasi atau individu berkuasa. Negara, melalui aparatnya, terlibat dalam transaksi yang merugikan kepentingan publik, baik secara langsung maupun terselubung.

Dampak: Rakyat Kehilangan Tanah, Oligarki Semakin Kuat

Ketimpangan penguasaan tanah yang semakin lebar akibat praktik semacam ini memunculkan berbagai dampak:

  1. Penggusuran dan konflik agraria
    Ketika tanah negara disertifikatkan untuk kepentingan korporasi, rakyat yang telah lama menggarap lahan tersebut sering kali terpaksa terusir. Konflik agraria pun semakin marak, karena rakyat berhadapan dengan kekuatan modal dan hukum yang sudah direkayasa.
  2. Privatisasi sumber daya alam
    Banyak lahan yang seharusnya berstatus tanah negara atau kawasan hutan berubah menjadi perkebunan atau kawasan industri milik swasta. Ini tidak hanya mengancam lingkungan tetapi juga meminggirkan hak-hak masyarakat adat dan petani kecil.
  3. Penguatan oligarki tanah
    Dengan legalitas berupa sertifikat, tanah yang dikuasai korporasi bisa dijadikan jaminan untuk memperoleh kredit besar, memperkuat kekuasaan ekonomi mereka, sementara rakyat tetap terjebak dalam kemiskinan tanah.

Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Dalam kasus ini, negara bukan hanya gagal melindungi rakyat, tetapi justru menjadi aktor utama dalam pengalihan aset publik ke tangan swasta. Apakah ini murni kebijakan yang salah arah, ataukah memang ada niat tertentu untuk menguntungkan oligarki yang bersekutu dengan penguasa?

Program sertifikasi tanah yang diklaim untuk rakyat kecil nyatanya bisa menjadi alat legitimasi bagi perampasan tanah berskala besar. Jika tanah rakyat bisa disertifikasi, mengapa tanah negara bisa dengan mudah jatuh ke tangan korporasi? Inilah pertanyaan yang seharusnya menjadi bahan evaluasi serius terhadap kebijakan agraria di era Jokowi.

Rakyat harus sadar bahwa kejahatan semacam ini bukan sekadar maladministrasi, tetapi bagian dari skenario besar yang menguntungkan segelintir elite. Jika dibiarkan, keadilan agraria hanya akan menjadi jargon politik tanpa makna, sementara tanah yang seharusnya menjadi hak rakyat akan terus berpindah ke tangan mereka yang berkuasa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bantaran Sungai di Bekasi Disertifikasi Menjadi Hak Milik, Normalisasi Terhambat

Next Post

Duterte Ditangkap di Manila atas Perintah ICC

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Duterte Ditangkap di Manila atas Perintah ICC

Duterte Ditangkap di Manila atas Perintah ICC

Menekan Kemiskinan dengan Mengubah Definisi: Jurus Ajaib Pemerintah

Menekan Kemiskinan dengan Mengubah Definisi: Jurus Ajaib Pemerintah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist