Kabar tidak sedap menerpa Partai berlambang beringin, kabar itu berembus terkait isu penggulingan Airlangga Hartarto dari kursi Ketua Umum Partai Golkar melalui musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Namun, menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid, munaslub tidak bisa sembarangan digelar dan harus merujuk konstitusi partai. “Saya kira untuk melakukan munaslub itu hal tidak mudah, harus merujuk konstitusi partai,” kata Nurdin dikutip dari detik.com, Kamis (12/5/2022).
Nurdin mencontohkan, munaslub itu baru bisa digelar apabila ketua umum berhalangan tetap, mengundurkan diri, atau melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar. Menurut dia, sepanjang tidak ada pelanggaran terhadap AD/ART maka tidak ada alasan untuk melakukan munaslub.
Nurdin Halid kemudian mencontohkan dinamika di masa kepemimpinan Setya Novanto saat ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2017 lalu. “Nah, sepanjang tidak jadi tersangka dan tidak ada perbuatan pidana lain, maka itu berarti tidak ada pelanggaran konstitusi,” kata dia.
Meski demikian, Nurdin menilai Airlangga Hartarto harus peka dan segera mengantisipasi suara-suara atau pun gerakan tersebut. Ia mencontohkan Airlangga harus meningkatkan keharmonisan antarpengurus, termasuk memasifkan rapat antarpengurus. “Kalau ada suara-suara seperti itu, ketua umum harus peka dan diantisipasi,” katanya.
“Jadi misalnya manajemen partai harus diperbaiki, hubungan sesama pengurus harus lebih ditingkatkan supaya bisa meredam gejolak yang mengganggu kesolidan internal Partai Golkar,” lanjut Nurdin.
Dengan pola kepemimpinan tersebut, Nurdin meyakini segala upaya kudeta terhadap Airlangga bisa diantisipasi dengan mudah. “Sehingga bisa antisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi yang mengganggu kesolidan partai. Sekarang Golkar itu sebetulnya solid,” kata Nurdin.
Terlepas dari isu penggulingan Airlangga, Nurdin Halid mengatakan saat ini Partai Golkar harus terus memasifkan konsolidasi kader menghadapi agenda politik 2024. Menurutnya Partai Golkar harus tampil jadi pemenang pemilu legislatif, pemilu presiden, dan pilkada serentak 2024.
Nurdin menegaskan Golkar harus bisa mengulang kejayaan saat jadi pemenang Pemilu 2004 lalu, atau 20 tahun silam. “Jadi saya kira sekarang ini Golkar itu sedang konsolidasi untuk memenangkan pilpres, pileg, dan pilkada,” katanya.
“Wacana isu munaslub harus segera diredam kalau ada gejolak internal, kita kan sedang hadapi tahun politik, maka jangan sampai Golkar dimasuki orang luar, untuk mengganggu, menyusupi kekompakan Partai Golkar,” tandasnya.

























