Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan pihaknya ingin memposisikan diri sebagai pelaku pembina industri nasional.”Ranah Kemenperin adalah menjalankan kebijakan-kebijakan yang mendukung produktivitas dan daya saing sektor industri. Saat ini, fokus kami adalah langkah-langkah pengetatan arus barang impor untuk mendukung pengembangan pasar dalam negeri,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (2/11).
Menurut Putu Ardika fokus Kemenperin dalam melindungi industri dalam negeri akan terus digencarkan. Upaya yang dilakukan utamanya mencakup pengetatan arus masuk barang impor hingga merombak sejumlah aturan terkait tata niaga impor di dalam negeri
Harapannya, pengetatan produk impor dapat mendorong peningkatan penggunaan produk-produk dalam negeri, yang kualitasnya tak kalah ciamik.
“Hal ini agar industri kita semakin kuat dan produk-produknya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutupnya.
Jagad maya di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia, diramaikan dengan seruan boikot produk-produk Israel.
Bahkan, merek dari negara lain yang disinyalir mendanai Israel juga ikut dalam daftar hitam.
Ini terjadi menyusul gempuran Israel ke Palestina yang dimulai sejak 7 Oktober 2023 lalu. Setidaknya, 8.796 warga Gaza tewas dalam kejahatan kemanusiaan tersebut, di mana sebagian besar korban adalah anak-anak dan perempuan.
Di lain sisi, korban tewas di pihak Israel mencapai 1.400 orang.
Dalam kasus seruan boycot secara global, Putu Juli Ardika menegaskan Kemenperin tidak dalam posisi mendukung ataupun menolak gerakan boikot produk Israel dan sekutu tersebut.
Ajakan boikot produk Israel semakin ramai digaungkan di media sosial saat ini. Menyusul terus diperluasnya agresi militer negara zionis tersebut di Palestina, buntut konflik yang pecah dengan Hamas.
Merespons hal tersebut, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menilai bahwa seruan boikot ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat industri dalam negeri.
























