• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KIM Mulai Menekan Prabowo: Koalisi atau Tuntutan Kekuasaan?

 Mengungkap Ambisi di Balik Koalisi Indonesia Maju: Saatnya Prabowo Menegakkan Prinsip Kabinet Zaken

Ali Syarief by Ali Syarief
September 11, 2024
in Feature, Politik
0
KIM Mulai Menekan Prabowo: Koalisi atau Tuntutan Kekuasaan?
Share on FacebookShare on Twitter

Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang terdiri dari partai-partai politik seperti Demokrat, Golkar, PAN, Gerindra, dan lainnya, kembali mencuri perhatian publik. Di balik semangat kolaborasi yang ditampilkan, tersirat ambisi dan kepentingan politik masing-masing partai yang jelas menginginkan jatah kekuasaan dalam kabinet pemerintahan mendatang. Terungkap bahwa para pimpinan partai yang tergabung dalam KIM telah menyampaikan aspirasi terkait jumlah menteri yang mereka inginkan kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

Koalisi Demi Kekuasaan

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, dengan gamblang mengakui bahwa partainya sudah menyalurkan aspirasi kepada Prabowo mengenai komposisi kabinet. Hal serupa juga dilakukan oleh pimpinan partai-partai lain yang tergabung dalam KIM. Aspirasi ini tidak hanya sekedar menyatakan dukungan, tetapi juga mencerminkan kepentingan masing-masing partai untuk mendapatkan posisi strategis dalam pemerintahan mendatang.

Pernyataan Kamhar yang menekankan bahwa “aspirasi para pimpinan parpol telah disampaikan kepada Prabowo” menunjukkan adanya tuntutan politik dari partai-partai yang berada di bawah KIM. Walaupun Kamhar mengatakan bahwa Demokrat “menghormati hak prerogatif Presiden terpilih,” kenyataannya, keinginan mereka untuk mendapatkan jatah menteri memperlihatkan adanya negosiasi politik di balik layar. Apakah ini sekadar aspirasi atau lebih pada tuntutan yang disertai tekanan politik?

Prinsip Kabinet Zaken yang Terabaikan

Di tengah sorotan publik terhadap praktik politik transaksional ini, semakin nyata bahwa prinsip zaken kabinet—kabinet yang dibentuk berdasarkan kompetensi dan profesionalisme, bukan sekadar berdasarkan kepentingan politik—semakin buyar dan kabur. Dalam sistem yang sehat, penentuan anggota kabinet sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden untuk memilih orang-orang terbaik dan paling kompeten sesuai kebutuhan bangsa. Namun, dalam situasi politik saat ini, hal tersebut justru menjadi ajang tawar-menawar kekuasaan.

Hal ini menandakan bahwa sistem politik kita telah tersandera oleh kepentingan-kepentingan partai yang mengedepankan bagi-bagi jabatan. Padahal, tugas utama sebuah pemerintahan adalah melayani rakyat dengan menempatkan individu-individu yang kompeten, berintegritas, dan berkomitmen untuk kepentingan nasional, bukan kepentingan partai. Jika koalisi hanya menghasilkan tawar-menawar kekuasaan, di mana letak komitmen para elite politik untuk mengedepankan kepentingan rakyat?

Saatnya Prabowo Memperbaiki Praktik Buruk

Prabowo Subianto, sebagai Presiden terpilih, memiliki peluang besar untuk melakukan perubahan mendasar. Ia harus memperbaiki praktik-praktik buruk yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya, termasuk dalam hal pembentukan kabinet. Saat ini adalah momen yang tepat bagi Prabowo untuk menegakkan prinsip zaken kabinet dan mengakhiri praktik politik transaksional yang telah mengakar.

Prabowo harus berani menolak tekanan-tekanan dari partai politik yang hanya mencari keuntungan kekuasaan. Ia harus menempatkan individu-individu yang paling kompeten di kabinetnya, tanpa terpengaruh oleh afiliasi politik atau desakan partai. Jika ia ingin menciptakan pemerintahan yang kuat, kredibel, dan berkomitmen untuk kepentingan nasional, maka kabinet yang dibentuk haruslah berdasarkan prinsip meritokrasi, bukan bagi-bagi kekuasaan.

Kesimpulan: Melawan Sistem yang Buruk untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Masyarakat menanti bagaimana Prabowo akan menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh koalisi pendukungnya. Harapan besar ada di pundak Prabowo untuk memperbaiki sistem yang selama ini buruk. Ia harus mengingat bahwa mandat yang diberikan oleh rakyat bukan untuk memuaskan nafsu kekuasaan partai-partai politik, tetapi untuk membentuk pemerintahan yang benar-benar bekerja untuk rakyat.

Jika Prabowo berani menolak praktik-praktik buruk yang selama ini terjadi dan fokus pada kepentingan nasional, maka ia tidak hanya akan dikenang sebagai pemimpin yang kuat, tetapi juga sebagai sosok yang mampu membawa perubahan nyata dalam politik Indonesia. Inilah saatnya Prabowo membuktikan bahwa ia berbeda dari pendahulunya dan siap membenahi praktik-praktik buruk yang pernah ada.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Demokrat Serahkan Aspirasi Pimpinan Parpol Koalisi Indonesia Maju ke Prabowo Terkait Jatah Menteri Kabinet

Next Post

Warisan Utang Pemerintahan Jokowi: Tantangan Berat bagi Tahun Pertama Prabowo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Warisan Utang Pemerintahan Jokowi: Tantangan Berat bagi Tahun Pertama Prabowo

Warisan Utang Pemerintahan Jokowi: Tantangan Berat bagi Tahun Pertama Prabowo

Turunnya Daya Beli dan Dampak Berantai bagi Kehidupan Ekonomi Rakyat

Turunnya Daya Beli dan Dampak Berantai bagi Kehidupan Ekonomi Rakyat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist