• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Paradox Kecepatan dalam Cangkang Keterbelakangan

Ali Syarief by Ali Syarief
January 23, 2025
in Feature, Tekhnologi, Teknologi
0
Paradox Kecepatan dalam Cangkang Keterbelakangan
Share on FacebookShare on Twitter

Ini Kisah nyata dari Sahabatku Dr. Felix, Str, yang saya kembangkan menjadi sebuah tulisan berikut ini;

Kemarin, Selasa 21 Januari 2024, dalam perjalanan pulang ke Jakarta, saya berdiri di tepi luar Peron 2 Stasiun Whoosh Padalarang. Saat menanti kereta, perhatian saya tertambat pada dua pemandangan kontras yang memerangkap saya dalam perenungan: di kiri, di seberang partisi kaca, tampak pemukiman warga yang padat dan kumuh. Jalanan beton yang terlihat kasar melambangkan gerak yang lambat, keterbatasan, dan keterbelakangan. Di kanan, dalam pagar besi dan kaca mahal, berdiri megah Stasiun Whoosh yang serba logam dan kaca, sebuah ikon modernisasi yang presisif dan terdigitalisasi.

Ini bukan sekadar dua sisi ruang yang berbeda, tetapi dua dunia yang saling bertolak belakang. Sebelah kiri adalah masa lalu yang tak pernah selesai, di mana keterbelakangan terpelihara dalam rutinitas kehidupan yang monoton. Sebelah kanan adalah masa depan yang menjanjikan kecepatan, efisiensi, dan kemudahan. Ironisnya, saya berdiri di antara keduanya, merasakan bagaimana cangkang keterbelakangan merengkuh saya, sementara modernitas melintas di depan mata tanpa benar-benar bisa saya jangkau.

Pemandangan itu absurd, seperti sebuah teater yang mempertontonkan paradoks pembangunan. Pada saat yang sama, teknologi canggih melaju dengan ambisi digitalisasi yang terukur, sementara di baliknya, rakyat yang tinggal di pemukiman kumuh masih berjuang dengan kebutuhan dasar. Bagaimana bisa dua realitas ini berdampingan tanpa menyentuh satu sama lain? Seolah ada tembok tak kasatmata yang memisahkan masa lalu dan masa depan, memaksa kita hidup dalam ketegangan di antara keduanya.

Ketika akhirnya moncong Whoosh dari Tegalluar memasuki peron, saya merasa ironi itu semakin nyata. Kereta super cepat itu, simbol ambisi besar bangsa untuk menjadi setara dengan negara-negara maju, justru memasuki stasiun dengan kecepatan yang melambat, hampir merayap. Seakan-akan, meskipun kita memiliki alat yang memungkinkan kita bergerak cepat, kita tetap tak mampu meninggalkan beban masa lalu yang menjerat kaki kita.

Saat itu, dorongan untuk meneriakkan “Ribakkon!”—sebuah seruan revolusi yang penuh gairah—muncul dari hati, tetapi suara saya terperangkap dalam cangkang keterbelakangan yang saya tinggali. Saya tak kuasa mengucapkannya, karena realitas di depan mata telah membuktikan bahwa percepatan pembangunan hanya menjadi ilusi jika tidak menyentuh inti persoalan: kesenjangan sosial dan ketidakadilan struktural.

Kecepatan Whoosh tidak lebih dari simbol, sebuah aspirasi yang belum menembus dinding nyata kehidupan masyarakat. Di luar sana, penduduk yang hidup dalam keterbatasan masih menanti janji perubahan yang terasa jauh dari jangkauan mereka. Peron 2 Stasiun Whoosh Padalarang menjadi panggung yang mempertemukan dua dunia: modernisasi yang bergerak cepat dan keterbelakangan yang stagnan. Di tengah keduanya, saya berdiri, terperangkap dalam absurditas kemajuan yang kosong.

Mungkin kita semua, pada dasarnya, adalah penumpang yang menunggu kereta di peron ini—bingung apakah kita sedang menuju masa depan yang lebih baik, atau hanya mengitari rel yang sama, tanpa pernah benar-benar bergerak maju.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapresiasi Pertemuan Prabowo dengan Emil Salim: Menggali Inspirasi dari Sang Guru Bangsa

Next Post

Sertifikat HGB dan SHM Area Pagar Laut Tangerang Berakhir Dengan Pembatalan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Misi Mata-mata Prabowo di BGN
Feature

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026
Feature

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Next Post
Pemerintah Akan Segel Pagar Laut Misterius Sepanjang 30 KM di Perairan Tangerang

Sertifikat HGB dan SHM Area Pagar Laut Tangerang Berakhir Dengan Pembatalan

PT Pantai Indah Kapuk Dua (Milik Aguan) Menguasai Mayoritas Saham di Perusahaan Pemilik HGB Laut Tangerang

Pembatalan Sertifikat Tanah di Desa Kohod: Mengurai Pelanggaran Hukum dan Tanggung Jawab Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...