• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Pemimpin atau Sekadar Pengganti?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
December 15, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP
Kebijakan Umum Hukum dan Politik

Makna kepemimpinan sejatinya telah lama dirumuskan para pemikir besar. Ibnu Khaldun, misalnya, menggambarkan sosok pemimpin ideal sebagai pribadi yang memiliki solidaritas sosial (ashabiyah) yang kuat, kharisma, keberanian, kecerdasan, dan keadilan. Ia bukan sekadar penguasa, melainkan penjaga rakyatnya: memberi teladan, bertindak tegas, mengutamakan kemaslahatan umum, serta menyingkirkan ambisi kekuasaan demi kepentingan pribadi. Tujuan akhirnya jelas: stabilitas dan kemakmuran bangsa.

Berangkat dari pemikiran itu, pemimpin sejati bukanlah sosok yang tiba-tiba merasa pantas memimpin. Ia adalah murid pemerhati—hasil dari proses belajar yang panjang. Bukan hanya pandai, tetapi cerdas dan kapabel. Ia mampu membedakan yang esensial dari yang artifisial, berani menjadi pembeda, dan sadar bahwa dirinya memikul tanggung jawab moral atas nasib bangsanya. Tanggung jawab itu terutama menyentuh dua sektor paling menentukan kehidupan manusia—ilmu pengetahuan dan ekonomi—yang kerap menjadi sumber kemajuan, sekaligus sumber kebodohan jika salah kelola. Di atas semuanya, ia harus sanggup berlaku adil.

Aristoteles menegaskan hal serupa. Menurutnya, pemimpin ideal adalah individu yang bajik—memiliki kebajikan moral yang konsisten—serta dibekali phronesis atau kebijaksanaan praktis. Kepemimpinan bukan untuk memuaskan ego, melainkan untuk memerintah demi kesejahteraan bersama.

Dengan ukuran itu, sosok pemimpin sejati justru lahir dari kegelisahan: melihat banyak kekurangan dalam kepemimpinan yang sedang berlangsung. Ia meyakini dirinya mampu menghadirkan kemajuan yang lebih cepat dan berlipat, terutama di bidang ekonomi, tanpa merusak adab, budaya, dan moral bangsa. Bahkan, dalam visi tertingginya, ia bercita-cita memberi manfaat bukan hanya bagi bangsanya sendiri, tetapi juga bagi umat manusia secara global.

Sebaliknya, ketika seorang pemimpin tidak kredibel dan tidak kapabel—dengan motivasi semata ingin tercatat dalam sejarah atau mengejar nama besar—maka kehancuran sesungguhnya telah dimulai sejak awal. Nama besar mungkin bisa diraih dengan sokongan konglomerasi atau jaringan kepentingan, tetapi dengan start yang buruk. Pemimpin seperti ini akan lebih sering “minta petunjuk” daripada menunjuk arah, bahkan rela didikte. Akibatnya, ia keliru memilih pembantu: bukan berdasarkan kapasitas, melainkan penampakan, intuisi semu, dan titipan. Jika pemimpin tertinggi tidak cerdas, maka pembantunya pun akan semakin tak masuk akal.

Kepemimpinan yang tidak potensial akan meninggalkan residu kontra-produktif. Bukan saja gagal menghadirkan lompatan kemajuan, tetapi bisa lebih buruk dari sebelumnya. Ia berubah menjadi perusak di berbagai sendi kehidupan—ekonomi, politik, dan moral. Demi menutupi kelalaian dan kegagalannya, ia akan terus berlaku curang, lalu berusaha mewariskan kekuasaan melalui estafet kepada kroni berperangai buruk atau keluarga terdekat yang dianggap paling aman. Semua itu semata untuk melindungi keselamatan pribadi dan citra diri. Pola ini terasa akrab, bahkan menyerupai potret kepemimpinan kekinian—termasuk sosok mantan Presiden RI ke-7.

Prinsipnya sederhana namun tegas: pemimpin harus lebih kapabel dan lebih maju dalam setiap sektor kebutuhan bangsa dibanding pendahulunya. Kepemimpinan bukan sekadar soal menggantikan kursi kekuasaan. Jika hanya soal menggantikan, bangsa ini tak kekurangan stok—setidaknya ada puluhan juta laki-laki dewasa yang siap duduk di kursi itu.

Namun bangsa tidak membutuhkan pengganti. Bangsa membutuhkan pemimpin.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PERISTIWA KALIBATA: POTRET BURUK PENEGAKAN HUKUM Jakarta, 14 Desember 2025

Next Post

Prabowo dan Retorika Kampanye yang Tak Beranjak

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Prabowo dan Retorika Kampanye yang Tak Beranjak

Gugatan Cerai Atalia Praratya Terhadap Ridwan Kamil Terdaftar di PA Bandung

Gugatan Cerai Atalia Praratya Terhadap Ridwan Kamil Terdaftar di PA Bandung

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...