• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pokok-Pokok Permasalahan Bangsa 80 Tahun Merdeka

Ali Syarief by Ali Syarief
August 16, 2025
in Feature
0
KEBANGKITAN NASIONAL . BANGKIT,BERGERAK, ATAU DITINDAS.
Share on FacebookShare on Twitter

Apakah Indonesia benar-benar merdeka untuk rakyatnya, atau hanya berganti dari kolonialisme asing ke kolonialisme internal oleh oligarki?

Delapan puluh tahun sudah Republik ini berdiri, namun pertanyaan mendasar itu tak pernah lekang dari perbincangan. Kemerdekaan yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 dimaknai sebagai lepas dari cengkeraman penjajah asing. Namun, perjalanan panjang bangsa justru memperlihatkan bentuk penjajahan baru: dominasi elite politik dan ekonomi yang mengekang kedaulatan rakyat.

Kemerdekaan politik yang diagungkan lewat demokrasi kini tampak rapuh. Dinasti, oligarki, dan patronase politik lebih berkuasa dibanding suara rakyat. Pemilu kerap jadi pesta prosedural, tapi esensinya tergerus oleh permainan uang, popularitas instan, dan pengaruh keluarga yang bercokol di kekuasaan. Demokrasi kita kian jauh dari cita-cita “kedaulatan rakyat” dan berubah menjadi “kedaulatan segelintir elite.”

Di ranah ekonomi, Indonesia seolah masih hidup dalam bayang-bayang kolonial. Kekayaan alam melimpah ruah, tetapi lebih sering diekspor sebagai bahan mentah ketimbang diolah menjadi produk bernilai tinggi. Ironisnya, di tengah sejarah panjang sebagai lumbung rempah dunia, kini kita harus mengimpor garam, beras, bahkan jagung. Pertanyaan krusialnya: kapan Indonesia mampu beranjak dari sekadar penyedia bahan mentah menuju bangsa yang berdiri tegak sebagai negara industri dan berteknologi?

Janji “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” juga belum terwujud nyata. Jurang ketimpangan ekonomi semakin lebar; pembangunan bertumpu pada kota-kota besar, sementara desa dan pinggiran terabaikan. Di ruang hukum, ketidakadilan masih berulang: hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Kekuasaan kerap mengintervensi keadilan, hingga rakyat kecil terus jadi korban.

Tak kalah genting adalah masalah pendidikan. Sistem yang ada sering kali melahirkan generasi pencetak nilai, bukan manusia merdeka dengan akal sehat dan karakter kuat. Padahal, pendidikan seharusnya menjadi jantung peradaban, yang memerdekakan jiwa dan pikiran, bukan sekadar mencetak buruh bagi pasar.

Dan di panggung global, posisi Indonesia kerap masih sebatas pion dalam permainan negara besar. Alih-alih menentukan sikap berdaulat, kita sering hanya menyesuaikan diri dengan arah angin kepentingan asing.

Delapan puluh tahun merdeka seharusnya membuat bangsa ini menatap ke dalam, bukan hanya ke luar. Refleksi terbesar bukan sekadar mengenang perjuangan 1945, melainkan menjawab tantangan hari ini: apakah kemerdekaan itu benar-benar menghadirkan kedaulatan rakyat dalam politik, ekonomi, hukum, pendidikan, dan kehidupan sosial? Atau justru kita masih terjajah—bukan oleh bangsa asing, melainkan oleh segelintir orang dari bangsa sendiri?

Kalau kita bicara Indonesia setelah 80 tahun merdeka (2025), hal yang paling krusial bukan lagi soal merdeka dari kolonialisme, melainkan bagaimana bangsa ini benar-benar merdeka dalam arti substantif. Ada beberapa titik krusial:

  1. Kedaulatan Politik
    Indonesia sudah merdeka secara formal, tapi politiknya masih dikuasai oleh oligarki, dinasti, dan kepentingan segelintir elite. Krisis kepercayaan publik terhadap partai politik dan pemerintah semakin nyata. Pertanyaannya: apakah demokrasi masih milik rakyat atau sudah sepenuhnya dibajak oleh kepentingan politik keluarga dan bisnis?

  2. Kedaulatan Ekonomi
    Indonesia kaya sumber daya alam, tapi masih menjadi pengekspor bahan mentah dan pengimpor barang jadi (bahkan pangan seperti beras, garam, dan jagung). Yang krusial adalah apakah kita bisa lepas dari mentalitas “negara penyedia bahan mentah” menuju negara industri, berteknologi, dan mandiri pangan.

  3. Keadilan Sosial
    Janji dalam Pancasila, khususnya sila ke-5, masih jauh. Jurang antara si kaya dan si miskin semakin lebar, sementara pembangunan lebih sering dinikmati oleh segelintir orang di kota besar. Setelah 80 tahun, yang krusial adalah bagaimana keadilan benar-benar hadir dalam distribusi kesejahteraan.

  4. Pendidikan dan Karakter Bangsa
    Generasi muda masih dipaksa mengejar angka, bukan akhlak dan akal sehat. Yang paling krusial adalah bagaimana pendidikan membentuk manusia merdeka, bukan sekadar pekerja dalam sistem.

  5. Kedaulatan Hukum
    Hukum masih sering jadi alat kekuasaan. Yang krusial: apakah hukum benar-benar bisa berdiri tegak untuk rakyat, bukan hanya untuk melindungi elite.

  6. Kemandirian dalam Geopolitik Global
    Indonesia harus menentukan: mau jadi pion dalam permainan negara besar, atau jadi pemain yang punya posisi tawar?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Korupsi Kuota Haji: Luka Moral yang Tak Bisa Ditutup dengan Dalih Hukum

Next Post

Jejak Gelap Kuota Haji: KPK Bongkar Dugaan Penghilangan Barang Bukti di Kantor Maktour Travel

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Jejak Gelap Kuota Haji: KPK Bongkar Dugaan Penghilangan Barang Bukti di Kantor Maktour Travel

Jejak Gelap Kuota Haji: KPK Bongkar Dugaan Penghilangan Barang Bukti di Kantor Maktour Travel

Skandal Kuota Haji 2024: KPK Bongkar Dugaan Penghilangan Barang Bukti, Bos Maktour Dicegah ke Luar Negeri

Skandal Kuota Haji 2024: KPK Bongkar Dugaan Penghilangan Barang Bukti, Bos Maktour Dicegah ke Luar Negeri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...