• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Potensi Pelanggaran HAM Mentersangkakan Ros Suryo, Cs

Ketika Ijazah Dipersoalkan, Hak Asasi Dipertaruhkan

Ali Syarief by Ali Syarief
November 18, 2025
in Economy, Law
0
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pada mulanya, polemik soal ijazah Presiden Joko Widodo terdengar seperti gema lama yang kembali diputar: kontroversi yang tak pernah benar-benar padam, tetapi juga tak pernah tuntas dijawab negara. Namun aroma politik berubah lebih tajam ketika beberapa orang yang mempersoalkan keaslian dokumen itu justru ditetapkan sebagai tersangka. Pertanyaan yang tak kalah penting dari soal keaslian ijazah itu sendiri adalah: apakah negara sedang menggunakan hukum untuk melindungi martabat presiden, atau sebaliknya—mengorbankan hak asasi demi kepentingan kekuasaan?

Sejumlah nama melayang masuk ke ruang publik sebagai terlapor, lalu tersangka. Polri bekerja cepat, terlalu cepat bagi sebagian pengamat yang menilai proses hukum berjalan seperti “jalur khusus” ketika laporan melibatkan presiden. Dari sini kecurigaan mengemuka: apakah hukum benar-benar bekerja atas dasar dua alat bukti, atau sekadar bekerja “atas nama” seorang kepala negara?

Dalam negara demokratis, kritik terhadap pejabat publik adalah konsekuensi jabatan. Presiden, siapapun dia, bukan figur sakral yang tak boleh dipertanyakan. Namun langkah hukum terhadap para pengkritik itu menghadirkan bayang-bayang lain: kriminalisasi. Jika kritik dibalas dengan proses pidana, maka yang sedang dipertahankan bukan kehormatan presiden, melainkan ketakutan pemerintah terhadap suara berbeda.

Potensi pelanggaran HAM muncul dari sini. Indonesia adalah negara yang meratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik. Hak atas kebebasan berpendapat dilindungi konstitusi. Tetapi ketika aparat menggunakan pasal pidana untuk membungkam suara yang dianggap mengganggu, prinsip-prinsip itu menjadi slogan kosong. Hak asasi direduksi menjadi formalitas, bukan fondasi.

Lebih jauh, terdapat indikasi selective law enforcement: laporan yang diajukan presiden bergerak dengan kecepatan yang tak biasa, sementara sejumlah kasus lain yang menyangkut kepentingan publik berjalan tersendat, bahkan menghilang dalam kabut birokrasi. Ketimpangan ini menimbulkan ironi: hukum bukan lagi penyeimbang kekuasaan, melainkan perpanjangannya.

Namun esensi persoalan bukan sekadar apakah ijazah itu palsu atau tidak—itu ranah pembuktian. Yang lebih penting adalah bagaimana negara memperlakukan warganya ketika mereka mengajukan pertanyaan yang masih menggantung di ruang publik. Di sinilah demokrasi diuji. Negara kuat bukan ketika ia antikritik, melainkan mampu menjawab kritik tanpa memenjarakan yang bersuara.

Jika langkah pemerintah hari ini dibiarkan tanpa koreksi, ia akan menjadi preseden berbahaya. Siapapun presiden berikutnya akan mewarisi standar yang sama: bahwa lawan kritik bisa ditangani dengan pasal pidana. Demokrasi berubah menjadi birokrasi ketakutan; hukum berubah menjadi pagar yang hanya melindungi mereka yang sedang berkuasa.

Di balik hiruk-pikuk kasus ijazah ini, persoalan HAM berdiri tegak, menunggu untuk dijawab secara jujur. Negara yang menuntut kepercayaan warganya sudah sepatutnya memberikan jaminan bahwa kritik bukanlah kejahatan. Sebab ketika hak berbicara ditekan, yang palsu bukan hanya sebuah ijazah—melainkan demokrasi itu sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Silfester Matutina dan Yaqut Qoumas Kholil: Ketika Inkrah dan Kuota Sama-Sama Menggantung

Next Post

Polemik Ijazah Jokowi: Arsip Hilang, Transparansi Menguap, dan Legacy yang Terperosok

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan
Economy

Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan

April 19, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post

Polemik Ijazah Jokowi: Arsip Hilang, Transparansi Menguap, dan Legacy yang Terperosok

Parpol Anak Muda Itu Bukan PSI

Parpol Anak Muda Itu Bukan PSI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist