• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Premanisme di Dunia Bisnis Semakin Marak, Menciptakan Potensi Kerugian Sampai Rp 2.200 T

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
April 29, 2025
in Crime, News
0
Premanisme  di Dunia Bisnis Semakin Marak, Menciptakan Potensi Kerugian Sampai Rp 2.200 T
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Fusilatnews – Premanisme semakin marak di Indonesia, khususnya dilingkungan kota-kota industri yang dipenuhi oleh berbagai aktifitas bisnis , industri dan investasi, kini merambah dan mengganggu dunia bisnis dan investasi, akibat tindakan pemerasan dan pungutan liar dan aktifitas parasisme lainnya yang dilakukan oleh kelompok- kelompok organisasi preman yang berlindung dibalik aktifitas sosial ormas dunia bisnis dan investasi berpotensi mengalami kerugan ratusaan triliun rupiah.Baru-baru ini, aksi premanisme menimpa pabrik mobil listrik BYD sampai Vinfast di Subang, Jawa Barat. Mereka tak luput dari aksi premanisme organisasi kemasyarakatan (ormas).

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno pertama kali mengungkapkan kabar tak sedap ini. Kendati, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu tak menyebut ormas mana yang mengusik BYD.

Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) kemudian menambahkan fakta lain, di mana pabrik Vinfast di Subang ternyata juga diganggu ormas. Ketua Periklindo Moeldoko mengaku mengantongi langsung laporan soal gangguan serupa yang menyasar perusahaan asal Vietnam.

Akan tetapi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan peristiwa ormas merecoki pabrik BYD merupakan kejadian lama. Ia mengklaim saat ini suasana dari keberlangsungan investasi di wilayahnya itu sudah aman.

“Cek saja (pabrik BYD di Subang), sekarang sudah sangat aman,” tegas Dedi di Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/4).

“Kasat Sersenya keren banget loh di Subang sekarang. Dicek deh, enggak ada lagi itu premanisme sekarang di sana. Yang jualin Aqua saja sudah hampir enggak ada sekarang. Enggak ada (premanisme ormas), itu cerita lama saja,” tuturnya.

Beberapa awak media sudah berupaya menghubungi Bupati Subang 2025-2030 Reynaldy Putra Andita untuk memastikan kondusifitas pabrik BYD dan Vinfast saat ini. Hingga berita ini tayang, Reynaldy belum merespons tentang penanganan premanisme ormas di Subang.

Kasus di Subang bukan pertama kalinya terjadi di tanah air. Aduan soal premanisme ormas juga pernah dilayangkan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar, di mana menurutnya ada aksi minta ‘jatah’ dalam pembangunan atau aktivitas pabrik di kawasan industri.

HKI yang geram dengan tindakan tak terpuji itu mengaku sudah melaporkan langsung hal tersebut ke Presiden Prabowo Subianto. Sayang, hingga sekarang belum ada aksi berani negara menumpas eksistensi ormas yang mengganggu nasib investasi.

Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho melihat kemunculan premanisme berbaju ormas menjadi akibat dari sulitnya memperoleh pekerjaan formal dalam kondisi ekonomi sekarang.

Angkatan kerja yang begitu besar tak mampu diserap sektor formal, tumpah ruah mengisi pekerjaan informal, bahkan celakanya sampai meramaikan belantika ormas.

“Fungsi-fungsi atau pekerjaan informal yang sepertinya dibutuhkan oleh kekuasaan, mulai dari mobilisasi massa, pengamanan lahan, atau perlindungan politik itu juga mungkin permintaannya cukup besar sehingga ormas semakin menjamur,” jelasnya kepada awak media, Senin (28/4).

“Apalagi, kita lihat banyak ormas yang memang sangat disayangkan melibatkan pejabat-pejabat publik masuk sebagai bagian dari struktur organisasinya. Sehingga seperti ada praktik-praktik yang menggunakan tangan dari para pejabat publik ini untuk melegalkan aktivitasnya,” imbuh Andry.

Pada akhirnya, aparat penegak hukum (APH) kehilangan taring. Pihak yang seharusnya memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat justru mematung karena kekuatan di belakang ormas cukup besar.

Andry mengaku INDEF belum menghitung secara resmi berapa potensi kerugian yang muncul dari gangguan premanisme sampai pungutan liar (pungli) ormas.

Namun, ia meminjam data milik Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Ia memasukkan aktivitas ormas ke dalam kegiatan shadow economy. Menurut laporan PPATK, porsi dari kegiatan ekonomi yang tidak tercatat resmi di negara itu mencapai 8,3 persen-10 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Shadow economy ini termasuk di dalamnya ada kegiatan-kegiatan premanisme, kegiatan yang sifatnya masih abu-abu, bahkan cenderung mengarah kepada praktik kriminal. Ini menurut saya cukup berbahaya. Kalau kita lihat 8,3 persen sampai 10 persen dari growth domestic product (GDP), itu sangat besar,” bebernya.

Andry mencatat PDB Indonesia saat ini berada di level Rp22 ribu triliun. Dengan kata lain, potensi penerimaan dari kegiatan shadow economy yang termasuk di dalamnya premanisme ormas bisa menyentuh Rp2.200 triliun.

Di lain sisi, ia mewanti-wanti dampak dari premanisme ormas andai terus dibiarkan mengakar. Andry memprediksi satu per satu investor asing bakal memilih angkat kaki dari Indonesia.

“Kalau dikatakan apakah premanisme ini jadi red flag buat investor asing, tentu saja. Karena investor itu inginnya kepastian. Meskipun Indonesia dalam hal ini ada regulasi-regulasi yang harus mengeluarkan biaya, dipastikan biayanya itu bisa diukur. Nah, permasalahannya ormas itu di luar regulasi yang ada,” jelasnya.

“Jadi, ketika ketidakpastian untuk berinvestasi sangat besar akibat adanya biaya-biaya tambahan di luar mekanisme regulasi yang ada, lalu tidak ada perlindungan hukum dari aparat penegak hukum, menurut saya pasti ini akan menjadi sentimen yang tidak begitu baik,” wanti-wanti Andry.

Ekonom INDEF itu lantas mempertanyakan komitmen Prabowo dalam memberangus premanisme. Apalagi, sang Kepala Negara rajin mengkritik kebocoran anggaran dan kebocoran ekonomi di sana-sini.

Andry menegaskan premanisme juga salah satu bentuk kebocoran ekonomi. Bahkan, eksistensi ormas yang pungli sana pungli sini makin memperbesar lubang kebocoran itu.

Ia menuntut ketegasan Presiden Prabowo. Jika tidak ada efek jera bagi ormas-ormas nakal, Andry memperingatkan Indonesia hanya menunggu waktu ditinggal investor berjemaah.

“Presiden (Prabowo) sampai dengan hari ini tidak memiliki statement yang cukup clear bahwa dia memerangi praktik-praktik seperti ini. Presiden menurut saya sepertinya diam saja, tidak ada arahan khusus. Sehingga publik pasti akan mempertanyakan terkait dengan komitmen presiden sendiri terhadap pemberantasan premanisme yang ada,” tandasnya.

Ekonom INDEF itu lantas mempertanyakan komitmen Prabowo dalam memberangus premanisme. Apalagi, sang Kepala Negara rajin mengkritik kebocoran anggaran dan kebocoran ekonomi di sana-sini.

Andry menegaskan premanisme juga salah satu bentuk kebocoran ekonomi. Bahkan, eksistensi ormas yang pungli sana pungli sini makin memperbesar lubang kebocoran itu.

Ia menuntut ketegasan Presiden Prabowo. Jika tidak ada efek jera bagi ormas-ormas nakal, Andry memperingatkan Indonesia hanya menunggu waktu ditinggal investor berjemaah.

“Presiden (Prabowo) sampai dengan hari ini tidak memiliki statement yang cukup clear bahwa dia memerangi praktik-praktik seperti ini. Presiden menurut saya sepertinya diam saja, tidak ada arahan khusus.

Sehingga publik pasti akan mempertanyakan terkait dengan komitmen presiden sendiri terhadap pemberantasan premanisme yang ada,” tandasnya.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal melihat ormas juga sebagai ‘alat’ dari para pemimpin atau kepala daerah. Back up dari ‘raja kecil’ itu pada akhirnya membuat organisasi kemasyarakatan tumbuh subur.

Ia menyarankan para kepala daerah untuk segera mengubah pola pikirnya. Faisal menekankan pemimpin tidak lagi berpikir hanya memperoleh keuntungan sesaat melalui pungli atau memeras investor.

Pemahaman yang harus ditanamkan adalah investasi butuh waktu alias baru terasa untungnya dalam jangka panjang. Keuntungan tersebut juga bisa dinikmati banyak orang, terutama seluruh warga daerah terkait.

“Berarti (kepala daerah) harus mengesampingkan keuntungan-keuntungan sesaat dan kemudian perlu membantu untuk enforcement supaya investasinya baik. Betul-betul mencegah dan menindak ormas-ormas yang merusak sistem investasi tersebut,” saran Faisal.

Di lain sisi, mesti ada kolaborasi dengan pemerintah pusat. Tanpa ada kerja sama dua kekuatan besar, Faisal menilai keberadaan ormas akan susah diberantas.

Kepala daerah selaku orang yang punya kekuatan politik harus mampu bertindak. Misalnya, dengan menggerakkan aparat penegak hukum.

Begitu pula keseriusan pemerintah pusat dalam penindakan praktik-praktik premanisme ormas yang justru kontradiktif terhadap upaya menarik investasi, utamanya di sektor manufaktur.

Sementara itu, Ekonom Bright Institute Muhammad Andri Perdana menduga ada kesengajaan dalam pembiaran praktik premanisme ormas. Ujungnya ada ‘harga’ sebagai syarat untuk mengatasi fenomena liar tersebut.

“Investasi penanaman modal asing (PMA) berskala besar yang menjadi perhatian pusat sebenarnya relatif jarang untuk ‘diganggu’, apalagi jika investasi tersebut diberikan status objek vital nasional (obvitnas), seperti di Morowali, Konawe, Halmahera, dan lain-lain,” komentar Andri.

Ia kemudian mengutip pernyataan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal kondisi pabrik BYD di Subang yang sekarang diklaim sudah sangat aman. Menurutnya, ini menunjukkan sebenarnya negara sangat bisa bertindak tegas.

“Negara sebenarnya sangat bisa jika ingin setiap pabrik atau investasi dibebaskan dari premanisme ormas. Namun, tampaknya hal ini justru membentuk sistem saling menguntungkan antara negara dan ormas yang membutuhkan satu sama lain,” kritiknya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani sudah pernah merespons ramai aksi premanisme ormas di Indonesia. Apalagi, berujung pada lenyapnya investasi ratusan triliun rupiah.

Rosan menilai perlu ada diskusi untuk menyelesaikan masalah ini. Meski, ia tak merinci bagaimana langkah konkret yang bakal ditempuh negara untuk mengomunikasikan masalah premanisme ormas.

“Kalau saya melihatnya ini perlu ada diskusi yang lebih baik,” kata Rosan usai Mandiri Investment Forum 2025 di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).

“Dengan investasi masuk ini kalau semua lancar, semuanya damai, itu kan juga menciptakan lapangan kerja di situ,” tegasnya.

Intinya tantangan yang sedag dihadapi pemerintah saat ini adalah paenegakan hukum yang adil tak kenal pandang bulu dalm melawan premanisme ormas yang berperilku seperti parasit yang menggerogoti perekonomian nasional dan mengancam hengkangnya sejumlah investor ke luar negeri

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dugaan Ijazah Palsu Jokowi dalam Perspektif Ilmu Hadis: Telaah terhadap Kriteria Perawi, Matan, dan Integritas

Next Post

Dedi Mulyadi Tak Gentar Hadapi Ultimatum GRIB Jaya

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi
Kecelakaan

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Soroti Perizinan Wisata di Puncak Bogor Gubernur Dedi Mulyadi Bertekad akan Evaluasi ulang

Dedi Mulyadi Tak Gentar Hadapi Ultimatum GRIB Jaya

Untuk Pastikan Peroleh Keadilan Kemen HAM Berkomitmen Kawal Penyelesaian  Kasus OCI

Untuk Pastikan Peroleh Keadilan Kemen HAM Berkomitmen Kawal Penyelesaian Kasus OCI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist