Dengan dukungan SDM Masjid Raya Al Jabbar ada 480 lebih yang terdiri dari petugas keamanan, ada petugas kebersihan, administrasi, petugas taman dan lain sebagainya, biaya oprasionalnya itu hampir Rp37 miliar per tahun tindakan pungli dan pemerasan tidak perlu terjadi
Bandung – Fusilatnews – Merebaknya berbagai pungutan liar dan tindak kejahatan pemerasan yang terjadi baru-baru ini pada pengunjung Masjid Raya Al Jabbar yang mengeluh dengan pungutan liar (Pungli) parkir dan penitipan sandal.yang sebenarnya merupakan tindak pidana pemerasan
Keluhan pengunjung ini menjadi sorotan publik menyusul kasus menjadi viral di media sosial karena banyaknya pengunjung yang menjadi korban pemerasan petugas parkir dan petugas keamanan masjid
Untuk kenyamanan dan melindungi pengunjung , Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) telah mengamankan pelaku untuk diberikan pembinaan
Ternyata apa yang terjai di Masjid Raya Al Jabbar, tak perlu terjadi karena biaya operasional pemeliharaan masjid raya milik Provinsi Jawa Barat ini anggarannya cukup besar.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, setiap tahunnya pemerintah mengeluarkan anggaran puluhan miliar yang bersumber dari APBD.
“SDM Masjid Raya Al Jabbar ada 480 lebih sebetulnya ada petugas keamanan, ada petugas kebersihan, administrasi, petugas taman dan lain sebagainya, biaya oprasionalnya itu hampir Rp37 miliar per tahun loh,” ujar Herman, Rabu (17/4/2024).
Dengan anggaran yang besar tersebut, menurut Herman, pihaknya memastikan akan berbenah dan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Karena, biaya operasional sendiri untuk SDM tergolong besar setiap tahunnya.
“Kami akan evaluasi juga itu termasuk di dalamnya. Kami ingin memastikan setiap rupiahnya akuntabel bisa dipertanggung jawabkan dan manfaatnya jelas, output benefit impactnya harus jelas,” katanya.
Menurutnya, dukungan Pemprov Jabar terhadap Masjid Raya Al Jabbar tergolong besar. Sehingga, ia meminta ke depan pengelolaan bisa maksimal dan tidak ada lagi kasus pungli dan pemerasan di lingkungan masjid.
“APBD yang sudah disupport untuk Al Jabbar kita akan evaluasi bagaimana ke depan bisa lebih efektif bisa lebih efisien. Tentu harapan kami ke depannya bisa lebih mandiri jadi efektif efisien ke depannya akan lebih mandiri,” paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus viral pungli Masjid Raya Al Jabbar muncul ke publik melalui cuitan akun X @Petanirumah. Dia mengaku dimintai uang parkir sebanyak dua kali dengan nominal Rp20 ribu untuk masuk dan keluar kendaraan.
Kemudian dia juga dimintai uang saat memasuki area Masjid Al Jabbar untuk membeli kresek tempat sandal.
Dengan dukungan SDM Masjid Raya Al Jabbar ada 480 lebih yang terdiri dari petugas keamanan, ada petugas kebersihan, administrasi, petugas taman dan lain sebagainya, biaya oprasionalnya itu hampir Rp37 miliar per tahun tindakan pungli dan pemerasan tidak perlu terjadi
























