Jakarta, Fusilatnews – Seruan optimisme menggema dari Musala Nurul Iman, Peninggaran, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025) malam dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H.
Seruan itu disampaikan KH Zaki Abdullah dalam ceramahnya di acara yang digelar warga setempat yang kebetulan mayoritas pengusaha sepatu di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jaksel. Diketahui, Pasar Taman Puring ludes dilalap si Jago Merah pada Senin (28/7/2025) lalu yang menghanguskan seluruh kios.
Selain KH Zaki Abdullah, hadir sebagai penceramah adalah KH Raden Cholil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Situbondo, Jawa Timur, yang merupakan putra dari mendiang kiai kharismatik KH As’ad Syamsul Arifin.
Acara tersebut juga dilengkapi dengan santunan anak yatim piatu yang secara simbolis diserahkan oleh Ketua Panitia Haji Juhri. Hadir tokoh-tokoh pengusaha asal Jatim lainnya seperti Haji Zaini, Haji Fauzi, Haji Nawaraharjo, Haji Jalil dan lain-lain.
KH Zaki Abdullah pun menyampaikan apresiasi dan rasa harunya, di mana dalam kondisi habis terkena musibah kebakaran, para pengusaha itu masih bisa menyelenggarakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang cukup meriah dan dihadiri oleh ribuan jemaah.
Ia kemudian mengajak mereka untuk membangun optimisme supaya dapat segera bangkit dari keterpurukan. “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,” katanya mengutip ayat (5) Surat Al Insyirah dalam kitab suci Al Quran. 
Kiai Zaki juga mengajak para pengusaha yang menjadi korban kebakaran itu tetap bersabar seraya mengucap “innalillahi wainna ilaihi rojiun” yang artinya, “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami akan kembali”.
“Orang yang terkena musibah itu mendapatkan pahala dari Allah SWT. Setiap teringat akan musibah, maka bacalah ‘innalillahi wainna ilaihi rojiun’, niscaya kita akan mendapatkan pahala yang sama besarnya dengan saat musibah itu terjadi,” jelasnya.
Selain bersabar, Kiai Zaki juga mengajak para pengusaha yang baru terkena musibah itu agar senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, sehingga akan ditambah nikmatnya. “Dalam kondisi apa pun, kita harus selalu bersyukur, sehingga nikmat kita akan ditambah Allah SWT,” paparnya.
Apa yang disampaikan Kiai Zaki itu merupakan kutipan ayat (7) Surat Ibrahim yang artinya, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengimgkari (nikmat-Ku), maka azab-Ku sangat pedih.”
Sementara itu, KH Raden Cholil As’ad Syamsul Arifin mengajak jemaah untuk terus berselawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam kondisi apa pun, baik suka atau pun duka, baik sedih atau pun gembira, baik lapang atau pun sempit.
Sebab, katanya, selawat akan mendekatkan kita kepada Rasulullah SAW, dan dekat dengan Rasulullah berarti dekat dengan Allah SWT, karena Nabi Muhammad adalah sebaik-baik “washilah” atau perantara hubungan umatnya dengan Allah SWT.
“Kalau kita dekat dengan Nabi, dekat dengan Allah, maka kita akan bahagia,” tandas Kiai Cholil yang sekaligus menutup acara dengan lantunan doa.





















